Hargai Aku

Hargai Aku
Bima? episode baru season 2.


__ADS_3

Arka memilih untuk menyusul Sisil ke toilet. karna menurut nya hanya untuk buang air besar tidak mungkin membutuhkan waktu selama ini. bahkan ini sudah satu jam lebih Sisil belum juga menghampiri mereka. membuat Arka merasa khawatir.


Siska memilih untuk menunggu saja di tempat penjual escrim.


"Sisil!" teriak Arka saat mendapati Sisil sedang berbicara berdua dengan laki-laki di depan toilet.


"Arka?" Sisil menengok dan tersenyum ke arah Suami nya. Arka berjalan menghampiri Sisil.


"Lama sekali diri mu" tanya Arka sambil meraih pergelangan tangan Sisil.


"Dia siapa?" sambung nya sambil menatap ke arah laki-laki yang tadi menolong Sisil.


"Dia Bima... dia sudah menolong ku tadi" jawab Sisil memperkenalkan Bima, laki-laki yang tadi sudah menolong nya.


"Menolong... menolong apa yang kau maksud Sisil?" Ujar Arka menatap tajam ke arah Sisil.


"Jaga tatapan mu itu Arka!"


"Aku tidak suka" rengek Arka sambil menendang-nendang tempat sampah.


"Arka! jangan lakukan itu kau seperti bocah."

__ADS_1


"Maaf Om, saya Bima tadi Tante ini hampir saja di perkosa di dalam toilet jadi..."


"Apa! Sisil siapa yang sudah melakukan itu kepada mu?" tanya Arka memotong ucapan Bima.


"Sayang tidak apa" membuat Arka menatap istri nya itu dengan heran.


Sisil yang mengerti itu pun langsung mendekat ke arah telinga Arka. "Aku tidak mau membuat kekacauan, atau keributan di sini... sudahlah" Bisik Sisil pelan.


"Aku cemburu kau berdekatan dengan laki-laki lain. tanpa sepengetahuan dari ku!" balas Arka sambil berbisik juga.


"Om, Tante kalau seperti itu saya permisi" Celah Bima membuat Sisil, dan Arka langsung berhenti membalas bisik-membisik.


"Tunggu!" membuat Bima langsung menatap ke arah Arka.


"Wajah mu seperti tidak asing dalam memori ingatan ku" ucap Arka menatap dalam manik biru milik Bima.


"Senang bertemu dengan mu" Bima mengulurkan tangan nya ke depan Arka.


Arka menyambut uluran tangan itu.


Ingatan kembali saat berjabat tangan dengan Bima. diri nya teringat saat ia menjalankan misi di daerah Eropa di mana Arka dengan tubuh yang penuh darah karna goresan belati dari musuh nya. sedang berjalan di lorong gelap untuk mencari tempat persembunyian karna ia, tidak bisa mengalahkan musuh nya hanya dengan pisau kecil di tangan nya. dan saat itu juga hujan turun membuat luka di tubuh nya merasa perih karna terkena deras nya air hujan.

__ADS_1


Tubuh Arka seketika ambruk ke tanah. kedua kaki nya sudah tidak kuat menopang berat tubuh nya.


"Butuh bantuan Om?" dan saat itu seorang pria tanggung datang menghampiri nya. membantu nya berdiri.


Membantu Arka berjalan ke arah gubuk kecil di dalam lorong.


Tubuh Arka di letakan di atas tempat tidur busa.


"Maaf Om" ucap nya sebelum membuka seluruh pakaian Arka. Arka tidak membantah, atau menolak karna ia tahu laki-laki yang sekarang bersama nya ini. adalah teman bukan musuh nya.


Bima laki-laki itu mengobati semua luka-luka di tubuh Arka. dengan obat yang Arka juga tidak tahu obat apa itu.


"Aaaahhhh!" teriak Arka saat Bima menarik belati yang tertancap di paha kanan Arka.


"Tahan sedikit Om," ucap Bima dan mulai mengoleskan obat ke paha Arka yang terdapat luka.


Setelah selesai mengobati luka Arka, Bima memberikan segelas air putih untuk Arka minum ia juga membantu Arka untuk meminum nya.


Membiarkan tubuh Arka telanjang bukan maksud apa-apa karna jika di pakaikan baju, dan celana luka itu akan kembali terbuka. karna itu sebelum sepenuh nya kering Arka di larang memakai pakaian.


"Om boleh pergi saat luka-luka di tubuh Om sembuh" Setelah berkata seperti itu Bima langsung pergi meninggalkan Arka.

__ADS_1


"Aku Gagal! itu lebih baik daripada aku pulang hanya tinggal nama" ucap Arka.


__ADS_2