Hargai Aku

Hargai Aku
" PENYESALAN YANG TAK BERUJUNG".


__ADS_3

Setelah mengetahui semuanya, luki yang bertujuan ingin mengembalikan semua barang - barang tari yang tertinggal di rumahnya akhirnya tidak Jadi, dia pun meninggalkan rumah tari dengan pikiran Hampa .


Penyesalan yang amat mendalam yang dia rasakan saat ini yang mungkin seumur hidupnya tidak akan pernah dia maafkan.


Sesampainya di rumah, Luki membawa masuk lagi barang - barang yang ada di mobilnya. dia langsung masuk ke kamarnya menata kembali barang barang tersebut di tempat semula.


" Itu anak ada apa lagi sih, datang - datang Muka di tekuk begitu. terus itu barang- barang kenapa lagi ya dia bawa pulang, bukannya tadi dia bilang mau kerumahnya tari, atau nggak jadi kali ya". Bu Sarah monolog sendiri.


" Acep coba kamu Kesini dulu ". panggil Bu Sarah pada satpam dirumahnya.


" Kamu Tau Nggak anak saya tadi bawa barangnya sendiri kenapa nggak minta tolong sama kamu sih seperti tadi pagi ?" Tanya Bu Sarah kepada Asep.


" Maaf nyonya tadi saya sudah coba nawarin diri tuk bawain barang - barangnya Den Luki, Namun Den Luki menolak Nyonya". kata Asep jujur.


" Kamu tau nggak kenapa dia seperti itu?" Tanya Bu Sarah masih penasaran.


" Maaf nyonya saya tidak tau". jawab Asep singkat.


" Ya udah kerjakan tugas kamu lagi". perintah Bu Sarah.


" baik Nyonya, saya permisi nyonya". pamit Asep seraya meninggalkan ruangan menuju ke pos jaga lagi.


Tak lama ada salam ternyata pak Ayub sudah pulang dari kantor.


" Ma Mana Luki?" Tanyanya dengan mimik kwartir.


" Ada Tuh baru pulang". jawab Bu Sarah singkat.


" Entah Anak , dan bapak sama - sama aneh hari ini". batinnya. pak Ayub pun pergi ke kamar di mana Luki berada. Bu Sarah mendongakkan kepalanya melihat ke arah kemana suaminya pergi.


Tok. Tok. Tok


ada ketukan pintu dari luar, aku masih fokus dengan pekerjaanku. namun suara itu terdengar lagi.


" buka saja ma, pintunya tidak aku kunci". jawabku.


Ceklek pintu pun terbuka


Namun yang datang bukan mama, melainkan papa, aku langsung tersentak kaget.


" papa kenapa tumben cepat pulangnya? " tanyaku


" Nggak papa hanya mampir saja, tadi tidak sengaja papa ketemu kamu di area perumahannya tari karena papa tadi menemui salah satu klien papa tidak jauh dari komplek itu.


" Memangnya apa yang membuat papa pulang kembali?" tanyaku pada papa


FLASHBACK

__ADS_1


" Ma mau kemana itu anak pagi pagi sekali dengan koper, itukan kopernya Tari emang Dia mau kemana? tanya pak Ayub kepada istrinya


" Tau pa, itu anaknya bawel banget padahal aku sudah larang eee tetap kekeh katanya mau kerumahnya tari. bawain barang ,- barangnya yang masih tertinggal disini katanya.". jawab mama kesal.


" Biarin aja lah ma, kita harus bisa ngertiin dia sekarang jangan sampai bikin dia berbuat yang aneh - aneh lagi karena tekanan kita ma". kata pak Ayub bijaksana.


Bu Sarah sudah duduk di meja makan menunggu suaminya


" Maaf ya ma, hari ini papa ada meeting dadakan barusan tadi papa habis di telepon sama sekretaris papa, tamu papa yang di luar negeri katanya sudah tiba di hotel di mana mereka menginap dan mereka memutuskan untuk mulai meeting setengah jam lagi ma aku nanti sarapan di kantor saja". kata pak Ayub pada istrinya.


" ooo gitu ya pa, sayang sekali ya tapi tidak apa - apa. papa hati hati ya ". kata bu sarah akhirnya, seraya mengantar pak Ayub ke depan untuk pergi kekantor.


" Papa pergi dulu ya". pamit pak Ayub seraya mencium bi sarah.


" iya pa". jawab Bu Sarah seraya Salim mencium telapak tangan suaminya.


Pak Ayub pun bera


ngkat seperti biasa ke kantor dengan sopir pribadinya


Setelah beberapa menit berlalu


" mail tolong berhenti di sini sejenak". perintah pak Ayub kepada Mail.


mail pun hanya seorang sopir pribadi tidak berhak komen banyak tentang tuannya.


" Mail nanti tolong jangan bilang ke siapa - siapa ya kalau saya ngikutin mobilnya Luki. kalau kamu jangan pulang dulu silangkan cari kopi dan sarapan terserah kamu di mana yang penting hp kamu tidak Of.


". perintah pak Ayub kepada Luki sembari mengeluarkan dua lembar uang seratusan untuk mail.


Pak Ayub Punk menggunakan jasa ojek online yang sudah ia pesan sebelum berangkat tadi. lalu mengikuti kemana Luki pergi.


Sebenarnya pak Ayub sudah tau kemana Luki pergi, namun entah kenapa rasa penasarannya sangat tinggi hingga membawanya sampai di rumah mantan besannya.


setelah di lihatnya Luki memarkirkan mobilnya iya pun turun dari ojek online dan ikut mendekati Luki, untung saja Luki tidak melihat keberadaannya pak Ayub. dan pak Ayub dengar semuanya.


FLASH ON


" Kamu". jawab papa singkat dengan raut muka sedih.


" Aku". " memangnya kenapa dengan aku jawabku kaget dan pura pura tidak tau sembari berdiri .


" Papa merentangkan tangan nya seperti mau memelukku entah kenapa papa membuatku nyaman, sepertinya ini hal yang ternyaman saat ini, aku butuh sandaran, mungkin ini sandarannya batinku".


" papa sudah tau semuanya". kata papa sembari melepaskan pelukannya.


" maksud papa?" tanyaku heran.

__ADS_1


" papa tadi sengaja mengikuti mu, papa mendengar semuanya tanpa ada yang terlewatkan. Kata pak Ayub dengan sedihnya.


Bu Sarah yang mendengar ada berisik di kamar Luki, penasaran juga.


" Ada apa sih mereka ribut - ribut". batinnya penasaran seraya menaiki tangga menuju ke kamarnya Luki.


Bu Sarah pun menyaksikan adegan yang menyedihkan


" Pa,.... Nak....". kata bi sarah pelan


" Kalian kenapa?" tanya Bu Sarah yang tidak tau apa apa alias bingung.


" Ma ternyata aku yang mandul, bukan Tari!" kataku dengan lantang dan nada tinggi.


deg


deg


deg


ap. apa maksud kamu Luki?' kata Bu Sarah ternyata - bata karena syok mendengar pernyataan Luki.


" Iya ma Tari ternyata tidak mandul, dia bisa punya anak, sementara aku". kata luki tercekat.


" kamu sedang tidak mempermainkan mama kan nak?" tanya mama tak percaya ke padaku.


" Tidak mama, aku serius.


" Ti tidak". kata Bu Sarah sembari mundur dan duduk perlahan di sofa yang ada di kamarnya Luki.


" Itulah Kenyataannya Ma". kata luki yang membuat suasana semakin haru sedih.


" Lalu Bagaimana dengan hasil tes yang di bawa oleh Tari". kata mama.


" Dia memalsukannya ma, karena dia tidak ingin orang - orang di sekitar ku melecehkan ku seperti apa yang kita buat ke Tari Ma.


"Tidak mungkin". jawab mama tidak percaya seraya menutup mulutnya


" Iya ma karena yang aslinya tari yang simpan rapat Rapat.kata Luki seraya menangis tersedu - sedu.


Bu Sarah merasa bersalah telah menghancurkan rumah tangga anaknya sendiri namun apa di kata, nasi sudah menjadi bubur. menyesalinya pun sudah tidak berguna lagi.


" maafkan mama Nak". kata mama seraya


memeluk


" Kita haru minta maaf kepada tari" . kata papa tegas

__ADS_1


Aku setuju dengan niat papa untuk meminta maaf walaupun tak kan bisa mengembalikan keadaan seperti sedia kala namun setidaknya hati ini lebih tenang apalagi bulan Ramadan sat ini mungkin inilah Hidayah Tuhan, yang tuhan berikan kepada kami, aku akan minya maaf, setidaknya setelah itu hati ini merasa lebih tenang.


__ADS_2