
Akhirnya kamu pun tiba di kampung nenek, setelah sehari menempuh perjalanan akhirnya sampai juga. kami sengaja datang dengan tidak memberi kabar.
Ini adalah desa di mana aku dilahirkan salah satu desa yang ada di kecamatan mancanegara provinsi Jawa tengah. aku bangga lahir di desa ini, di desa ini pula kami aku bertemu mas Randi kala itu mas Randi ada kegiatan KKN di Desa ini selama tiga bulan lamanya selama itu juga kami menjalin kasih sembunyi sembunyi karena takut dengan warga. karena ketat nya aturan di desa kami jika ketahuan berdua - Duaan tindakan kepala desa akan menikahkan secara paksa warganya jika ketahuan berbuat mesum atau berpacaran. Saat selesai KKN dengan berat hati kami berpisah. namun mas Randi menepati janjinya akan menikahi aku setelah lulus kuliah. dan syukur sampai saat ini rumah tangga kami bertahan dan desa ini jualah saksinya.
" Mas kayaknya ibu dan bapak tidak di rumah, mungkin mereka pergi ke ladang karena kita tidak memberi kabar akan ke sini". kataku dengan nada sedih kasian mas Randi sudah keringetan yang lain juga seperti itu.
" Huh pak ibu sudah tidak tahan lagi mana panas begini". keluh Bu Ambar sambil mengibas - ngibaskan kipas yang ada di tangannya.
" Sabar Bu Ayuk kita masuk dulu ke halaman rumah bapak rasa di sana cukup sejuk untuk kita beristirahat.
Om Danu dan bi Ijah yang sudah berjalan duluan, melihat bersih di sekelilingnya, semua tertata rapi dan banyak kursi dan minuman dingin yang tertata rapi di atas meja yang sederhana itu.
" Wah Elis coba kesini lihat dulu tempat ini bukan cuma sejuk tapi....
belum selesai bi Ijah bicara namun
" Assalammualaikum semuanya". kata mereka yang muncul dari balik pintu. aku hampir menangis terharu di buatnya mereka ternyata ada di rumah dan bukan hanya itu, mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan kami. dan lebih terkejutnya lagi aku tidak menyangka ternyata ada opa,Oma, dan juga Rahma.
Aku pun langsung berhamburan memeluk ibu, bapak Tiwi, Rahma opa dan Oma.
__ADS_1
"kalian kenapa sih kok riba - tiba sudah ada di sini saja". kataku menangis menahan haru dan rindu. rindu kampung halaman rindu ibu dan bapak.
. Flash OF
Kemarin pagi setelah acara di rumah Oma selesai aku langsung pulang ke rumah mertuaku rencana besok pagi silahturahmi ke kampung orang tuaku.
Di kampus pas acara Rahma selesai tiba tiba hpnya berbunyi
" Ra kamu dimana nak?" tanya Oma kepada Rahma
" Aku ada di kampus Oma, tapi udah mau selesai kok, nih sudah mau pulang". kata Rahma menjawab pertanyaan Oma.
" Baik Oma". jawab Rahma singkat terus berlalu ke parkiran mobil
Di rumah Oma dan opa sudah memerintah Aldo dan satria untuk mengurus keberangkatan tiket mereka siang ini juga, sesampainya di kota Banjar negara mereka menginap di salah satu penginapan yang ada di kecamatan tersebut. lalu menuju ke rumah orang tua Rani dan menjelaskan kedatangan mereka dan Rani akan menyusul besok pagi. merekapun kompak menyiapkan segala sesuatunya tentu karena ada dua asisten uang handal dan Oma sudah memperkerjakan beberapa ibu - ibu untuk membantu di dapur. hingga semua siap dengan rapi dan akhirnya selesai juga.
FLASH ON
"Surprise jawab mereka hampir bersamaan".
__ADS_1
" Wah ada es cream juga Eyang". kata Raja yang tadinya mengantuk tiba tiba hilang setelah melihat aneka menu makanan dan minuman yang sudah terhidang dengan rapi Di meja - meja. walau sederhana namun nampak menggugah selera.
" Ayok masuk atuh kok pada bengong yak". kata bapak sangat semangat menyambut tamu - tamu yang tiada lain adalah anak dan semua keluarga suami anaknya terpancar kebahagiaan diraut wajah bapak dan ibu .membuat aku meneteskan air mata terharu dan bahagia pula.
" Ayok masuk kita minum dulu ya". kata ibu menimpali ucapan bapak. kami pun masuk dan duduk lalu mencicipi minuman yang ada. yaitu minuman favorit aku es cendol dawet dan Alhamdulillah semua suka es tersebut. kami pun terhanyut dengan Senda gurau seolah apa yang aku alami selama ini langsung hilang begitu saja melihat canda tawa mereka terutama bapak dan ibu sambil menikmati hidangan makanan dan minuman yang sudah mereka persiapkan dari kemarin.
semua menikmatinya dengan senang hati dan bahagia.
di kediaman Andi, dia sudah tidak tahan lagi mendengar dari anak buahnya bahwa Rani bersama Randi dan keluarganya sedang berpesta merayakan kebahagiaan mereka di Lampung halaman Rani. Dia tidak terima Randi bahagia bersama Rani seharusnya mbak Rani milik Mas Andi bulan milik Mas Randi. ambisinya Ingi menyatukan Andi dan Rani telah membuat kan nalar dan hatinya, kadang kesannya Laras suka berbuat ekstrim yang membahayakan diri nya sendiri bahkan orang lain.
" ini bukan masalah kecil sayang dan ini adalah masalah yang sangat signifikan dan rahasia dalam tangga". kata Bu Kumala kepada putri sematawayangnya agar tidak lagi melakukan hal - hal yang mungkin akan membahayakan dirinya.
" yakinlah bahwa abangmu akan mendapatkan wanita yang dia cintai dan menyayangi keluarganya Tentunya.
" Amin". jawab tuan Wijaya mendoakan anaknya.
Andi menikahi Dayu karena desakan orang tuanya ingin cepat menikah dan menimang cucu mengingat umur keduanya sudah mulai berkurang namun keadaan berkata lain pernikahan mereka yang belum cukup satu bulan harus berakhir dengan tragis.
mereka mendapati Dayu sedang makan bersama waktu itu pertemuan mereka tak sengaja di sebuah mall mungkin waktu itu
__ADS_1
ternyata selain mas Randi ternyata masih banyak laki laki penyalur yang bisa dia pakai untuk menyalurkan hasratnya..