
Pengumuman telah berlalu hampir seminggu, kini sekolah mengadakan acara pesta akhir tahun untuk para siswa yang selesai menempuh studi di sekolah ini. acara ini disebut juga acara pesta perpisahan
acara di adakan dengan meriah. di tengah acara terdengar seorang pria paruh baya memanggil farisa.
"Farisa....! kau farisa kan...!" panggil seseorang
"iya om saya farisa"
'farisa.. om mau ngomong sama kamu setelah acara ini selesai".
"iya...om " jawab farisa
"om ini siapa...?" sambil terbengong farisa bertanya
"Om sengaja datang ke acara ini bersama aldo. karena papa Aldo tidak bisa menghadiri acara ini jadi om yang mewakili orang tua aldo. om ini pamannya aldo, aldo udah banyak cerita tentang kamu ke om"
Setelah acara selesai, farisa mendatangi om yang tadi memanggil farisa. om itu bernama raditya.
"om, ini farisa datang" kata aldo
"oh iya sini nak..." panggil om Raditya
"Faris..Aldo ini keponakan om, papanya aldo itu kakaknya om Raditya. Begini faris....kamu itu anak baik, kamu hidup sendiri di kota ini kan..."
"maksud om?" tanya farisa
"maksud om, om ingin menikahkan kamu dan anak om...."
"tapi om..."
"Jangan khawatir, kamu bisa melanjutkan sekolahmu lagi, nanti om yang akan biayai kamu. Kamu boleh pikirkan lagi tawaran om. temui om jika kamu setuju. ini no telepon om.
dua hari lagi om tunggu jawabanmu ya nak..!
kemudian mereka bergegas pulang ke rumah masing masing.
Raditya kembali ke rumahnya dan memanggil anak sulungnya saat makan malam
mereka makan malam bertiga, Raditya, istrinya Maryam dan Ardan anaknya.
"Ardan ....."panggil Raditya ke anaknya,
"usiamu sudah 27 tahun. sudah saatnya kamu menikah. Papa sudah pilihkan kamu calon istri. kamu harus menikahinya, anaknya cantik, baik dan pinter lagi. dia anak rekan bisnis papa dulu.
kalau kamu tidak mau menikahinya jangan anggap papa dan mama orang tuamu lagi
ini fotonya..."
Raditya memberikan foto farisa yang diambilnya ketika acara perpisahan di sekolah...
Ardan menerima foto itu.."baik pa...aku mau turutin papa..."
di rumah farisa merasa senang akan ada seorang yang membiayai hidupnya sekaligus memperbolehkannya untuk kuliah lagi.
ia teringat peristiwa di kafe.
Ia merasa hidupnya susah sejak dari kecil, sering direndahkan dan dihina orang. kini ia mendapat tawaran bagus untuk merubah hidupnya dari orang yang katanya kaya raya untuk jadi menantunya.
Ia berpikir untuk menerima tawaran itu. toh itu jalan baik tidak melanggar aturan agama, meskipun seperti apa calon suaminya ia tak tau persis.
Dua hari kemudian Farisa menelepon om Raditya.
dert ....dert....dert
"halo selamat pagi om"
"pagi anak manis" jawab Raditya "bagaimana nak?" tanya Raditya
"om ....aku setuju om.."
"nah gitu dong..kalau gitu nanti siang datang ya ke restoran xxx di jalan mawar. akan om perkenalkan anak om, calon suamimu."
"baik om" jawab farisa
"sampai jumpa nanti ya om.."
__ADS_1
"ya..anak manis"
siang hari mereka bertemu di jamuan makan siang seperti yang mereka agendakan.
Farisa melihat calon suaminya
"ganteng....."gumaman farisa dalam hati, meskipun tak seganteng Aldo.
"Bagaimana Faris calon suamimu?"
tanya Raditya
"iya om....aku sih ikut om aja
terus nikahnya kapan om?"
"seminggu lagi ya farisa, kamu mau undang saudara faris?"
"undang kakakku sama om yang di kota aja om."
"baik..! kamu yang undang ya faris..."
"ya om..."
waktu terus berlalu, kini acara nikahan Farisa dan Ardan pun selesai di gelar dengan sederhana
kerabat dan kakak farisa kembali ke rumah masing masing.
Ardan memilih tinggal dirumahnya sendiri. dengan alasan ingin mandiri
Raditya mengijinkan pasangan pengantin baru itu tinggal di rumahnya sendiri.
Mereka tiba di rumah tengah malam.
"hei..... gadis udik! kita sampai di rumah...
ayo masuk."
Farisa mengikuti suaminya masuk.
"gadis udik...! ngapain kamu ikuti aku?
emang kamu siapa? istriku...jangan harap ya....! sana kamu tidur di bawah....
enak aja.. siapa... lagi yang pengin jadi suamimu...?
Farisa mengikuti kata suaminya.
ia tidur di kamar lantai satu. tepatnya di kamar tamu. di lantai satu ada dua kamar yaitu kamar tamu dan kamar pembantu
pagi hari farisa menyiapkan sarapan untuk suaminya. dia menata di meja makan.
Bangun tidur Ardan merasa lapar
"faris...faris ! "teriakan Ardan dari atas
"iya mas,.."
"aku lapar mana sarapanya?"
cepat bawa sini...!" dengan nada membentak
dihari pertamanya menikah farisa sudah merasakan betapa kasarnya Ardan padanya.
"iya mas sebentar..."
Farisa membawa satu persatu yang ia siapkan kelantai dua.
selesai menyiapkan di lantai dua
Ardan melihat masakan Farisa
"masakan apa ini...kayak ini ...
tak mau aku...
__ADS_1
aku gak makan ..."Ardan langsung pergi
mengambil kunci mobilnya lantas pergi, "minggir...".sambil menabrakkan sebelah bahunya ke farisa yang tengah berdiri bengong hingga Farisa jatuh ke lantai
Farisa hanya bisa meneteskan air matanya
kemudian ia membawa kembali masakan yang telah ia masaknya dengan susah payah ia bawa ke atas.
ia masih menghibur hatinya
mungkin tidak sesuai selera mas Ardan masakan ini ya .
siang harinya ia bersih bersih rumah nya sendiri karena memang tak ada pembantu di rumah besar ini.
sampai tengah malam Ardan baru pulang. mendengar suara mobil berhenti di depan rumah.
Farisa membukakan pintu. Ardan nampak mabuk. Farisa membawa Ardan ke kamarnya dengan susah payah ke kamarnya, kemudian melepas jas dan dasi yang masih melekat di tubuhnya.
dibaringkan tubuh Ardan di kasur empuknya kemudian Farisa melepaskan sepatunya satu persatu
Farisa turun ke bawah membuat jahe hangat untuk meringankan mabuk suaminya. ia mengantarkannya ke kamar suaminya.
berharap jika suaminya sadar akan meminumnya .
Farisa tidak berani tidur di kamar suaminya, meskipun kondisi suaminya kini sedang mabuk berat. ia takut dimarahin suaminya
jam 03.00 suaminya terjaga,
"farisa....farisa sini" dengan berteriak memanggil Farisa beberapa kali.
Farisa tertidur pulas akibat kelelahan .jadi farisa tidak mendengar panggilan suaminya.
Ardan bergegas menuruni tangga menuju kamar yang ditempati istrinya.
Ardan menggedor pintu kamar farisa keras.
tok...tok....tok...
suara ketukan pintu dengan keras membangunkan tidur farisa
farisa kaget dan terbangun, kemudian membuka pintu kamarnya
"mas ..mas Ardan.."
"enak ya tidur..! kamarnya bagus lagi ..dasar gembel . tidak pernah tidur di kasur empuk, sekali tidur di kasur empuk jadi tidurnya
kayak..kxxx" maki Ardan
"dibangunin tidak bangun di panggil tak jawab pula.."
"maaf mas aku ketiduran....."
Ardan langsung menyeret farisa keluar
"ganti sprei di kamarku..bau ...tau! aku jadi pusing nih.."
"iya mas.."
"cepat...!"
"iya..iya.," sambil mengantuk farisa mengambil sprei untuk mengganti sprei di kamar suaminya.
farisa mengganti sprei dengan mata yang seakan enggan terbuka, namun terpaksa farisa lakukan agar sang suami tidak marah.
melihat wajah farisa Ardan menarik tangan farisa
Ardan menyeret farisa ke kamar mandi dan mengguyurnya dengan air kran. kemudian muka farisa di celupkan ke bak mandi. sampai farisa gelagapan karena tak bisa nafas
"kamu ...masih saja berani sambil tidur ?"
"habis aku ngantuk mas...maafin farisa mas..".
"maafin maafin, kerja gak bener gitu kok.,.suruh maafin udah kamu ke bawah, bawa ini sprei kotornya sekalian kamu ganti bajumu"
faris basah kuyup akibat guyuran Ardan tadi, hingga ia menggigil.
__ADS_1