
Farisa berhasil menghapus kontak mamanya.
hp langsung direbut yono.
Yono segera berlalu menuju kamar mandi tanpa rasa bersalah. yono bersih bersih diri, berpakaian rapi dan berminyak wangi. seakan yono bak pemuda yang lagi jatuh cinta. Dengan wajah berseri menampilkan ke-culunanannya pergi berkumpul menemui teman temanya yang semuanya kuli panggul dengan memasangkan headset di telinganya.
hei...teman teman!
sapa yono
tuh lihat temanmu lagi kumat...!
teman teman yono pada berbisik bisik satu dengan yang lain.
lihat penampilannya....
pakai apaan tuh di telinganya?ana sambil geleng geleng lagi....
hei... yon..! sapa salah seorang temanya
hp baru..ya..!
yono hanya diam masih asyik mendengarkan musiknya
yon...yono teman yang lain berteriak di telinga yono dengan keras
sontak yono kaget ..
ada apa.….?
dipanggil nggak jawab.
asyik nih, jawab yono
hp baru yon.?
wah istrimu hebat yon.
hi..jangan salah ....rupanya yono paham maksud temannya ..
ini punyaku. aku beli sendiri pagi tadi..
apa iya.,?
oh....iya
celoteh teman temanya
dari kejauhan seseorang memanggil
hai teman teman sini..!
ayo..ayo ke sana.
teman teman sebentar lagi akan ada kerjaan buat kita. oh iya ...jangan pergi.
bongkaran kali ini banyak ada delapan truk, bisa sampai malam kali ini. sahut salah satu kuli
siapkan tenaga kita hari ini pumpung masih ramai. iya..iya,.
ayuk kita tunggu di sini saja.
masih dengan headset ditelinga yono mengangkat barang dari truk setelah truk sampai gudang. begitulah yono dengan tingkah kocaknya setiap hari tanpa ada perasaan malu sedikitpun pada teman temanya.
dasar somplak anak ini...keluh temanya
biar aja yang penting tekun dia.
Sementara Farisa disekolah kali ini meskipun kelas dua, dia sudah terpilih untuk mewakili sekolahnya menjadi peserta lomba olimpiade saint di sekolahnya. dia tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang cerdas melebihi teman temanya yang sebaya.
kali ini dia mewakili peserta lomba untuk tingkat kecamatan.
Pagi pagi sekali ia bangun, dan berusaha membuka buku yang diberikan gurunya sebagai referensi belajarnya. sebenarnya ia telah menguasai isi buku tersebut seluruhnya namun hanya memastikan saja, ia membuka kembali buku itu.
farisa ayo mandi dulu nak!
biar kamu tidak telat., ajak embahnya
iya..mbah sebentar....
farisa lagi belajar!
ayo nak lekas, ini udah jam enam tepat!
__ADS_1
beritahu embahnya,..
sedikit lagi mbah...
ya, buruan
ya mbah...
lantas farisa menuju kamar mandi
setelah itu jangan lupa sarapan.
sarapanya atas meja, beserta uang sakunya.
ucap embah sambil berlalu menuju ke tempat kerjanya di ladang tetangganya.
Farisa selesai bersiap siap bermaksud untuk sarapan dan mengambil uang saku yang tadi disiapkan embahnya sebelum pergi.
ha..kok gak ada nasinya...?
mana duitnya tinggal seribu lagi..
betapa kecewanya farisa mendapati meja nya telah kosong . hanya ada tutup saji dan uang seribu perak.
padahal perutnya sudah sangat lapar sekarang. ia merengek dan menangis memanggil neneknya.
mbah ..mbah..mana sarapanku?
mana sakuku ...?
terus aku gimana mbah..?
aku lapar mbah.... .!
yono yang lagi menghabiskan sarapan farisa diam saja dan malah berlalu pergi meninggalkan farisa yang sedang tersedu karena lapar.
mama ..mama...aku lapar..!
ma..mama...keluhan farisa sambil berjalan berangkat sekolah takut terlambat.
dia hanya membawa bekal air putih untuk mengganjal perutnya yang lapar.
sesekali ia mengeluarkan air putihnya untuk diminum saat diperjalanan .
Bu guru melihat sekilas wajah farisa tanpa bertanya apa pun. takut nanti tangisnya kembali pecah dan mengganggu teman yang lain. selesai berdo'a bersama bu gururu memanggil farisa untuk ke kantor karena akan segera berangkat ke tempat lomba.
faris sini nak!
iya bu..
kamu pergi ke kantor dulu ya..
nanti akan ada bu ika yamg akan mengantar kamu sampai ke tempat lomba.
iya..bu..
bawa tasmu ya...
bu guru melanjutkan tugasnya mengajar untuk teman datu kelasnya.
bu ika lestari yamg biasa akrab dipanggil bu ika telah siap di kantor menunggu kedatangan farisa.
farisa kamu udah siap.
iya bu.
farisa udah siap.
udah sarapan...?
udah bu..bohong farisa
ya udah yuk berangkat ...
ya bu..
farisa mengikuti bu ika.
mereka berangkat dengan sepeda motor kepunyaan bu ika.
sampai di tempat lomba, rupanya sudah ada peserta yang lain...guru guru dari sekolah lain membawa anak didiknya yang rata rata antara kelas 5 dan enam.hanya bu ika yang membawa murid kelas 2 .yaitu farisa.
sehingga pada bertanya..
__ADS_1
lha mana siswanya bu yang akan diikutkan lomba?
lha ini anaknya, jawab bu ika
lho kok kecil?
iya, meskipun kecil ia bisa..
masak sih...
emang kelas berapa dia? tanya salah seorang guru
kelas 2.
kecil banget bu...apa gak ada yang besar yang bisa diandalkan di sekolah bu ika, hingga mengambil yang kecil dan masih kelas 2.
banyaklah ..
tapi kita coba aja bibit unggul ini dulu..
lanjut bu ika
iya .nanti aja coba..di. lomba.
mereka pada berbisik...masak lomba lawannya masih kecil, kalau menang kan gak pantas.
tidak masalah ibu bapak...
kalau kami kalah ...juga tidak akan protes.
jawab bu ika..
karena memang kami yang memilih anak yang masih kecil ini.
tak berjarak lama, lomba di mulai.
lomba dimulai dengan soal soal pilihan ganda sebagai babak penyisihan yang akan mengambil lima peserta yang nilainya tertinggi.
panitia menyediakan 100 soal pilihan ganda.
45 menit kemudian selesai babak penyisihan. kini mereka menunggu 30 menit ke depan untuk mengetahui nama nama yang berhak maju ke babak selanjutnya.
setelah menunggu akhirnya diumumkan oleh panitia nama nama beserta perolehan nilai dari para peserta.
benar saja Farisa ikut dalam babak selanjutnya dengan perolehan nilai 98.
dia berada diurutan pertama.
hore...teriakan farisa diikuti bu ika secara bersamaan....
dilanjutkan ke babak selanjutnya yaitu babak yang menentukan siapa yang berhak maju ke tingkat kabupaten mewakili kecamatan tempat ia sekolah.
lama bu ika menunggu bersama guru yang lain sambil mereka bercerita
bu,,..benar ya..meskipun kecil,. kayaknya yang bu ika bawa ini adalah bibit unggul rupanya.
benar bu dia memang anak yang pinter bahkan melebihi anak seusianya. makanya anak ini kami berikan bimbingan dan arahan yang mudah mudahan sesuai dengan bakatnya..
kita pasrahkan saja pada yang di atas yang menentukan semua.
betul bu..
kita hanya mengarahkan saja...
selebihnya ini peran Tuhan ..
Waktu pun berlalu cepat, akhirnya selesai juga lombanya saat berjalan mencari bu ika rupanya farisa merasa pusing..dan bukkk..
hampir saja farisa jatuh ke lantai.
untung ada salah satu guru yang memperhatikan wajah farisa yang keluar dari ruang lomba dengan wajah pucat. sehingga mengikuti tepat dibelakangnya.
bu ika..bu ika..
iya saya....
itu tadi,kayaknya murid yang ibu bawa tadi pingsan..
terus..gimana..?
sambil berlari mencari keberadaan farisa
terus...ya dibawa ke uks lah..bu
__ADS_1