
Erick kembali mengunjungi kediaman Arka, dan Sisil.
Memencet bel dan tidak lama pintu terbuka memperlihatkan wajah Sisil yang sedang tersenyum penuh arti ke arah Erick.
"Maaf Nyonya besar. saya ke sini untuk bertemu dengan Tuan besar"
"Mau apa?" tanya Sisil seraya bersedekap dada.
"Itu urusan saya dengan Tuan, Nyonya tidak perlu tau itu" jawab Erick sambil tersenyum kecil.
"Ouh... saya tidak perlu tau ya?" tatapan nya berubah tajam memandang wajah Erick.
"Tuan Arka di mana kau tolong aku" jerit hati Erick.
Dan tidak lama Arka pun muncul di belakang istri nya. Arka menatap Erick dengan senyum meledek seperti berkata. "Rasain! saya ga bakal nolong kamu" dan Erick mengangkat berkas yang ada di tangan nya.
"Kalau Tuan besar tidak ada di rumah saya permisi" Arka yang melihat Erick ingin pergi segera mendekat.
"Erick kenapa kau masih di depan ayo masuk, sayang kenapa Erick tidak di biarkan masuk si. ayo Erick masuk" ucap Arka, Sisil langsung menggeser tubuh nya dan membiarkan Eric masuk ke dalam rumah nya.
"Dasar keluarga somplak!" batin Erick dalam hati.
Mereka duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Sisil tolong buatkan minum untuk Erick" Sisil menatap tajam ke arah Erick.
"Erick kau mau minum apa?" tanya Arka.
"Ya Erick kau mau minum apa?" ucap Sisil lembut tapi tatapan nya tajam seakan berkata. "Jangan merepotkan ku!"
"Eemm... tidak usah Tuan" jawab Erick.
"Tuan ini data diri yang anda minta" Menyerahkan ke depan Arka.
"Data apa itu Arka?" tanya Sisil penasaran.
"Ouh... ini, ini Aku menyuruh Erick untuk mendata orang-orang yang tidak membutuhkan"
"Itu maksud saya, sekarang kau boleh pergi"
"Baik Tuan, saya permisi" bangkit dan langsung berjalan keluar dari kediaman Arka.
"Akhir nya!" batin nya senang.
Sisil menatap Suami nya curiga, Arka hanya menanggapi nya dengan senyum.
"Sil kenapa baju-baju yang aku belikan buat kamu, ga pernah kamu pakai?" tanya Arka mencairkan suasana.
__ADS_1
"Kau gila!" baju yang Arka maksud adalah baju. tidur lingeri.
"Menggelikan" sambung nya.
"Tidak tahu kenapa semakin berumur kau semakin menggemaskan, menggairahkan, dan membuat ku bernafas"
"Apa selama ini kau tidak bernafas?" ucap Sisil malas akan lelucon yang di berikan Suami nya.
"Sayang seharus nya kau membenarkan ucapan ku seperti Erick tadi"
"Kenapa kau tidak menikah saja dengan tangan kanan mu itu. jadi setiap kau salah bicara dia selalu membenarkan ucapan mu!" Sisil kesal dan langsung pergi meninggalkan Arka masuk ke dalam kamar.
Arka tertawa melihat tingkah lucu Istri nya. dan saat sudah memastikan bahwa Sisil sudah benar-benar menutup pintu kamar. baru diri nya memeriksa data diri Arsen yang tadi di bawakan oleh Erick.
"Arsenio Sebastian Baylor, anak dari Andi Sebastian Luxe, dan Isyhana Gabriela lugue. pengusaha ternama, dan tersukses"
"Erick!" ucap Arka geram karna Erick hanya memberikan informasi sedikit itu. tanpa ada keterangan bagaimana sifat Arsen, atau kehidupan laki-laki itu.
Diri nya bangkit dan menyimpan kertas itu ke dalam laci. berjalan menuju kamar untuk menemui Istri tercinta.
Saat Arka masuk kamar terlihat Sisil. sedang memainkan ponsel nya.
"Nanti malam kita menginap di apartemen nya Icha"
__ADS_1