
Like, coment, bintang lima, dan votte, Terimakasih...!!!
😘😘😘😘.
Suara gaduh helikopter membuat Arka, dan Sisil mendongakkan kepala nya ke atas ia melihat Alfin. berada di sana membantu mereka menembakkan musuh-musuh yang masih tersisa itu yang membuat Sisil, dan Arka semakin bersemangat.
"Kemudikan mobil nya ke arah belakang mansion" perintah Arka yang langsung di iyakan oleh Sisil.
"Nauvall!" teriak Graciella, saat melihat Nauvall tergores oleh pisau di tangan nya.
"Aku tidak apa-apa Kau fokus terus untuk menembakkan musuh-musuh mu" ujar Nauvall sambil terus menangkis serangan yang di berikan Herry.
"Sampai kapan Kau mau menangkis serangan Ku, bocah ingusan!" ledek Herry tersenyum meledek ke arah Nauvall.
Bugh!
Satu pukulan keras mendarat di pipi Nauvall, yang membuat nya langsung terjatuh. Graciella langsung berlari ke arah Nauvall.
"Nauvall Kau baik-baik saja?" tanya Graciella khawatir.
"Aku tidak apa-apa.... Graciella awas!" jawab Nauvall dan langsung mendorong tubuh Graciella ke samping saat ia melihat Herry ingin menusuk Graciella dari arah belakang.
__ADS_1
Graciella terkejut akan hal itu.
Jleebb..
Pisau itu terkena perut Nauvall, yang membuat Herry merasa senang dan langsung tertawa.
"Nauvall!" teriak Graciella menangis.
Dor..!
Dan saat itu satu tembakan melesat cepat ke punggung Herry, melihat hal itu Graciella langsung melihat siapa yang menembak.
"Sisil?" ujar Graciella yang di balas senyum oleh Sisil.
Saat sampai di depan pintu utama ia bertemu dengan Alfin, dan juga Arka.
"Grac Nauvall kenapa?" tanya Arka yang langsung mengambil alih tubuh Nauvall.
"Dia tertusuk" jawab Graciella sedih.
"Biar di sini jadi urusan Papa, dan Arka. Kau, dan Sisil cepat bawa Nauvall ke rumah sakit" celah Alfin.
__ADS_1
"Baik Pa," ujar Graciella dan langsung pergi masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Sisil.
"Biar anak buah Ku, yang mengurus mayat-mayat mereka" ucap Arka saat sudah kembali ke samping Alfin.
"Heeem... biar pria itu menjadi urusan Ku!" ujar Alfin dan langsung berjalan menghampiri Herry yang sudah tergeletak di bawah lantai.
Alfin langsung membalikan tubuh Herry, menjadi telentang.
"Dasar pria tua! berani-beraninya Kau mencari masalah dengan keluarga Ku!" ujar Alfin Herry masih hidup ia tersenyum meledek ke arah Alfin.
"Saat masih sekarat seperti ini pun Kau masih meledekku. tidak apa ledek lah Aku sepuasmu, sebelum pisau ini ku tusukan pada jantung mu!" ancam Alfin sambil memainkan pisau di tangan nya.
"Tusuklah setidaknya aku sudah senang telah menusuk terlebih dahulu laki-laki itu, ia begitu menyayangi anak mu sampai rela mengorbankan nyawa nya sendiri" ucap Herry tertawa senang sebelum akhir nya ia memuntahkan darah segar saat Alfin menusukkan pisau ke jantung nya.
"Kau terlalu banyak omong! pergilah neraka sudah menunggu mu" ujar Alfin menarik kembali pisau yang ia tusukan di jantung Herry.
Alfin langsung pergi meninggalkan mayat Herry, berjalan keluar dan menghampiri Arka.
"Apa anak buah mu sudah datang?" tanya Alfin memasang kembali kaca mata hitam nya.
"Sudah" jawab Arka singkat.
__ADS_1
"Aku akan menyusul Graciella, ke rumah sakit setelah nya Aku akan menjemput Tyara. Kau bisa mengurus ini"
"Pergilah"