
Setelah menunggu lima belas menit akhirnya yang di tunggu - tunggu datang juga. Bu Ambar pun tersenyum semanis mungkin menyambut tamunya dengan berdiri.
" Hai jeng wah tambah cantik aja kamu ". katanya menyapa Bu Ningsih yang sudah mendekati meja mereka.
" Hai wah maaf jeng ya aku dan putriku membuat kalian menunggu lama". kata Bu Ningsih yang tak kalah dengan memasang senyum termanisnya melirik Randi yang menurut nya sangat tampan.
" Nggak kok, kami baru saja sampai, lihat makanan nya saja belum ada. jangan sungkan jeng". kata bu Ambar dengan ramah dan senyum termanisnya.
"Oh ya ya. terimakasih kalian sudah bersedia menunggu dan menemui aku dan anak aku di tempat istimewa ini lho jeng".
" Wah biasa aja lho jeng nggak ada yang istimewa kecuali kalau anak - anak kita bisa bersatu nantinya. kata Bu Ambar lagi.
" Oh iya silahkan duduk Dulu jeng".
" Terimakasih.
" Aduh hampir lupa kenalin ini Randi". Kata Bu Ambar kepada Maya.
Mereka pun sama - sama berdiri nan memasang senyum mereka dengan ramah. " Randi, Randi duluan mengulurkan tangan lalu di sambut manis oleh Maya.
" Saya Maya". kata Maya singkat dengan senyum manisnya.
mereka pun duduk di kursinya masing - masing. Maya malu - malu menatap Randi, sedangkan Randi masih memasang raut wajah yang sangat dingin.
" Wah jeng Anak kamu Maya cantik banget". kata Bu Ambar memuji Maya yang tertunduk malu.
" Biasa aja jeng anak aku hanya sekolah di luar negeri dan sekarang sudah menyandang S3 nya lalu pulang kesini melanjutkan usaha ayahnya". kaya Bu Ningsih panjang lebar.
" wah hebat banget kamu Maya sudah cantik, masih muda, berpendidikan, terus jadi wanita karir lagi. puji Bu Ambar kepada Maya membuat Maya merah merona dan salah tingkah.
" Biasa aja kok Tan". jawab Maya singkat.
" Oh iya bagaimana dengan Randi, Aku dengar dia sudah menikah dan punya anak satu".
Deg
" Kok jeng Ningsih tau ya". Batin Bu Ambar.
" Oh iya jeng tapi tidak lama lagi mereka akan resmi bercerai jeng, jadi jeng nggak usah khawatir.
" lho kenapa harus cerai jeng, bukannya menantimu itu sudah memberi cucu untukmu". kata Bu Ningsih berhasil membuatnya kelabakan.
" Kenapa sih si Ningsih jauh - jauh datang kesini hanya bahas Rani. bikin mut hilang aja". Batin Bu Ambar namun masih bisa tersenyum di paksakan.
" iya jeng mungkin jodoh mereka hanya sampai di situ". kata Bu Ambar sedikit kesal namun berusaha untuk masih bersikap ramah di depan tamunya. sedangkan Randi sudah tidak nyaman lagi karena statusnya selalu di sebut - Sebut.
" Wah sayang sekali ya". kata Bu ningsih
__ADS_1
Tak lama pesanan makanan yang di pesan Bu Ambar pun datang di meja makan. semua makanan yang di pesan adalah makanan yang terbaik di restauran ini.
Di sebuah salon di mana Rani, Bu Kumala dan Raja Mading - masing sibuk dengan urusannya. setelah dua jam lebih mereka ada di tempat itu akhirnya selesai juga aktifitasnya.
" Wah mama cantik banget". puji raja pada Rani.
Bu Kumala pun melirik Rani,
" Rani kalau di poles sedikit kayaknya cantik banget ". batin Bu Kumala terpesona melihat kecantikan cucu mantunya itu.
" bodoh sekali si Randi itu sudah menyia - nyiakan istri secantik dan sebaik Rani" batin bu Kumala lagi mengagumi kecantikan Rani.
" Terimakasih sayang" jawab Rani lalu mencium kening anak semata wayangnya.
" anak Mama juga ganteng banget hari ini". puji Rani kepada raja.
" Iya dong siapa dulu anak mama ". kata Raja sambil membusungkan dadanya.
" Iya kan eyang?" tanyanya kepada eyang.
Eyangnya mengangguk lembut sembari mencium pipinya yang sudah mulai embul itu.
" yuk kita ke mall sekarang" . kata eyang setelah selesai melakukan transaksi di kasir salon.
" Horeeeeee". Jawab Raja kegirangan.
" Kita makan dulu ya". kata Oma.
"iya Oma Jawab Rani. namun tiba- tiba
bug
Tubuh Rani menabrak seseorang.
" Maaf eh eh " . katanya
" Eh Kamu bukannya anaknya Tuan Haris, teman kuliahnya Rahma ya?" sapa Rani karena mengenali Selfia.
" Iya kak he he he". jawab Selfia sambil terkekeh geli.
" Wah kebetulan sekali" Kata Oma
" Kita makan bareng Aja yuk sama Sama dengan kami". ajak Oma.
" wah Jadi tidak enak, tapi boleh juga". jawab Selfia masih malu - malu.
" Oh iya kak, kebetulan juga sekalian ada yang ingin aku omongin". kata Selfia kepada Rani.
__ADS_1
" wah kebetulan buat aku penasaran saja". kata Rani dengan tersenyum manis."
" Hari ini kak Rani cantik banget". batin Maya memuji kecantikan Rani.
" Oma boleh tau nggak Sel?" tanya Oma dengan nada kepo Oma.
Selfia mengangguk dan tersenyum manis.
" Boleh ko Oma". jawab Selfia. sampai di tempat makan yang mereka tuju
" Eyang, Ma Aku main dulu ya sambil nungguin makanannya". ijin Raja
" boleh ". jawab eyang sambil menganggukkan kepala kepada Rani memberi kode agar menyetujui permintaan raja berhubung karena ada yang di bahas dengan Selfia menyangkut orang - Orang dewasa.
"Ok, hati - hati sayang". jawab Rani akhirnya.
" Terimakasih mama, eyang , kak Selfia Raja main dulu". kata raja sembari berlari menuju ketempat arena permainan anak anak yang tak jauh dari tempat dimana merek makan siang.
" Ayo duduk". eyang mempersilahkan Selfia duduk.
" Terimakasih eyang, jadi nggak enak nih". jawab Selfia sungkan.
" Jangan sungkan sel, santai aja ". kata eyang dengan senyum tulusnya siapapun yang memandang senyum itu pasti nyaman banget.
" Oh iya sel tadi kamu bilang mau ngomong sesuatu". kata Rani mencairkan suasana.
" Beneran nih Oma masih bisa gabung?" tanya Oma.
" oh iya kok Oma boleh, bahkan lebih bagus lagi jika Oma juga tau". Kata Selfia.
" wah terimakasih sayang, Oma jadi merasa makin muda aja, nongkrong sama kalian". kata Bu Wulan sambil terkekeh.
" Tapi sebelumnya Oma pesan makanan dulu ya". kata Oma
Rani dan Selfia hanya mengangguk menyetujui.
" Terimakasih Oma ". Kata Selfia dan Rani bersamaan. merekapun saling adu pandang kemudian tertawa lepas.
" ya ampun sayang, kamu tumben tertawa lepas kayaknya bahagia banget". batin Bu Kumala melihat Rani dengan miris.namun ditahannya.
" Oh iya kak, Oma. boleh aku mulai". ijin Selfia.
" Oh iya, silahkan jawab Oma.
" Sebelumnya aku minta maaf Oma, kak Rani. karena aku sudah lancang ikut dalam mencampuri urusan rumah tangga kalian". kata Selfia akhirnya menceritakan semu kejadian hasil memata-matai Bu Ambar. semua kejadiannya di ceritakan mendetail mungkin sampai sempat Rani dan Oma tak percaya, namun Selfia tidak bodoh di bisa bicara karena sudah menduga namun Selfia juga memberikan bukti - bukti kongkrit kepada Rani maupun Oma. merekapun tercengang tak percaya atas apa yang sudah dilakukan oleh Bu Ambar dengan orang suruhannya. terlebih Oma sangat emosi dengan berita ini.
" Maaf Oma Aku mengatakan ini di saat yang tidak tepat, aku takut jika aku terlambat dan tidak bisa membantu kak Rani. sekali lagi aku minta maaf". kata Selfia.
__ADS_1
"Oma langsing memeluk Rani dengan penuh kasih sayang. " kamu yang sabar ya dengan bukti ini Randi tidak akan menceraikan kamu. hanya butuh waktu saja.