
Like, Coment.
Jam 8 pagi. Siska sudah sampai di kantor perusahaan tempat ia bekerja.
"Siska!" Teriak Tasya saat Siska baru saja ingin duduk di kursi nya.
"Kenapa?" tanya Siska kembali berdiri dan menatap Tasya yang sekarang sedang berjalan menghampiri nya.
"Tadi Pak Julian, nanyain lu" ucap Tasya menatap ke wajah Siska.
"Terus kenapa kalau Pak Julian nyariin Aku?"tanya nya seraya bersedekap dada.
"Lu di suruh ke ruangan pemilik perusahaan" Siska langsung tersenyum mendengar itu.
"Aku pergi dulu" pamit nya dan langsung pergi menuju lift. sedangkan Tasya yang melihat itu menatap nya heran.
"Ko dia malah kesenangan si?"
*Tok...
Tok*.. mengetuk pintu terlebih dahulu dan saat sudah di suruh masuk baru diri nya masuk ke dalam.
"Bapak manggil saya?" Tanya Siska kepada Arsen.
"Julian yang memanggil mu" jawab Arsen. Siska langsung beralih menatap ke arah Julian yang sedang duduk di soffa.
"Tuan muda Arsen yang memanggil mu"
Siska membalikan tubuh nya kembali menghadap Arsen." Kata Julian Bapak yang memanggil saya"
__ADS_1
"Duduk" ucap Arsen, dan Siska langsung menuruti itu.
"Isi itu" memberikan formulir ke arah Siska.
Siska menatap nya heran."Saya sudah mengisi nya pak" jawab Siska.
"Di sini Bos nya. saya apa kamu?"
"Baik Pak" Siska mulai mengisi formulir pendaftaran itu. dan setelah sudah selesai ia memberikan nya kembali kepada Arsen.
Arsen memeriksa nya."Siska Cellin Dita?" ucap nya dan Siska mengangguk.
"Tatap mata saya" terus nya.
membuat Julian yang sedang duduk di soffa ingin meledekan tawa nya seketika.
Siska langsung menatap wajah Arsen tanpa rasa takut sedikit pun.
"Di saat semua karyawan merasa takut saat sedang berhadapan dengan saya. kamu sama sekali tidak merasakan itu?"
"Ya, menurut saya buat apa takut sesama manusia? orang kita sama-sama makan nasi" ucap Siska membuat Arsen tersenyum miring akan jawaban nya.
"Kecuali, kalua bapak Siluman baru saya takut" terus nya. membuat Arsen kesal. dan Julian lagi-lagi hanya bisa menahan tawa nya dengan cara membuang pandangan ke sembarang arah.
"Jaga ucapan mu!" Ujar Arsen dengan tajam.
"Maaf Pak saya hanya bercanda" ucap Siska sambil tersenyum.
"Kau boleh keluar" Siska langsung bangkit dan berjalan keluar setelah Siska keluar. Arsen langsung menggebrak meja.
__ADS_1
"Tuan" Ujar Julian bangkit dan berjalan ke Arsen.
"Kau bodoh Julian! bahkan mencari identitas gadis itu saja kau tidak bisa" maki Arsen.
"Maafkan saya Tuan. tapi memang benar sama sekali tidak ada informasi tentang Siska"
"Tetap cari tahu aku tidak mau tahu bagaimana pun cara nya. aku penasaran dengan siapa dia"
"Tuan apa perlu saya dekatkan dia? agar lebih muda mencari informasi tentang nya" usul Julian.
"Tidak! aku tidak suka cara licik seperti itu" bantah Arsen.
Julian diam.
"Ikuti dia kemana pun dia pergi"
"Apa saya juga akan mengikuti
di saat dia pergi ke toilet?" tanya Julian bodoh.
"Terserah... terserah... terserah kau!" ucap Arsen geram.
"Saya permisi Tuan"
"Mau kemana Kau?" tanya Arsen saat melihat Julian ingin melangkahkan kaki nya.
"Mengikuti Siska"
"Saya tidak menyuruh mu pergi sekarang! ikuti dia saat dia sudah keluar dari perusahaan"
__ADS_1