Hargai Aku

Hargai Aku
bekerja di kafe


__ADS_3

Dua hari sudah farisa habiskan setelah pulang sekolah untuk mencari pekerjaan hasilnya nihil.


farida berasa lelah, ia pergi ke taman kota.


sekedar untuk mencari hiburan. ia duduk dibawah pohon menggelar surat kabar untuk tempat duduknya.


sambil makan camilan yang ia bawa, dipandangi langit di atasnya sambil merenung.


ya Allah apa maksud cobaan-Mu ini?


apa hikmah dibalik semua ini? ketika aku masih kecil engkau memanggil orang orang yang menyayangiku. mamaku, kemudian simbah ku...dan disusul ayahku.


kini aku benar benar sendiri...


ditengah lamunannya tak terasa air matanya terus menetes.


bagaimana selanjutnya aku....


kemudian dengan sendirinya ia memantapkan hati dan berdoa


kuatkan aku ya Allah, tunjukanlah aku jalanmu ya Allah...dan lindungilah aku...hingga tak terasa akhirnya ia tertidur dengan menyandarkan kepala di pohon itu sambil duduk. ia merasa ada ketenangan batin setelah pikiran dan hatinya berdoa dalam diam.


farisa menghabiskan hampir seharian waktunya di taman. ia di temani buku yang ia siapkan tentang kisah inspiratif di tengah keputusasaan seorang hamba dari berbagai belahan dunia.


kisah tersebut terangkum dalam sebuah buku yang sangat menarik untuk ia baca.


dalam sehari tersebut ia hampir menyelesaikan bacaan buku tersebut. padahal buku tersebut berisi kurang lebih 700 halaman.


Salah satu kisah yang ia baca adalah seorang berpenyakit yang sudah divonis dokter, hidupnya hanya diprediksi tinggal dua bulan saja. karena orang tersebut menderita komplikasi di organ dalamnya.


ternyata ia bisa hidup lebih lama bahkan sembuh dari komplikasinya. di tengah keputusasaannya orang tersebut menyerahkan semuanya kepada tuhannya . dan ia hidup bebas tanpa memikirkan penyakit komplikasinya. orang tersebut berusaha bahagia dengan kondisinya sebahagia mungkin, hingga ia benar benar bebas dari penyakitnya.


Kisah tersebut memberi pencerahan pada diri farisa, bahwa semua itu pasti ada solusinya. dan jangan putus asa dari mencari rahmat-Nya. apa pun keadaaan serta kondisinya, pasrahkan saja pada yang mengaturnya.


menjelang maghrib ia kembali melangkah pulang.


Sehabis isya perutnya lapar, ia bergegas mencari warung penjual ayam geprek untuk mengisi perutnya sebelum tidur di sebelah tempat kosnya.


si penjual bilang ke farisa


mbak ....mbak farisa?


Iya ada apa?


saya perhatikan beberapa hari ini mbak farisa pulang hampir magrib?


apa mbak farisa udah kerja?


kan belum keluar ijazahnya? tanya penjual ayam geprek beruntun


itulah mbak...jawab farisa


itulah kenapa mbak farisa?


saya itu lagi cari kerja...ceritanya . untuk mengisi waktu sambil menunggu pengumuman kelulusan mbak.


oh gitu .....


terus udah dapat? tanya penjual ayam geprek


belum...

__ADS_1


mau aku antar ke orang yang butuh tenaga seperti mbak farisa?


maulah...eh kerja pa ya..? tanya farisa


itu mbak pramusaji di kafe saudara saya


oh mau.,.. mau...jawab farisa


baiklah kalau gitu. besok saya antar mbak farisa. kita ketemu disini sekitar jam 11.00 siang ya mbak.


ya...mbak saya akan datang ke sini...


sip..! jawab balik penjual ayam geprek


bener ya mbak farisa...


benar boss.


ok tak tunggu


dah ya mbak farisa pulang dulu..udah lapar....r nih


ya ..cepetan sana


keesokan harinya benar farisa dtang tepat jam 11 suang ke warung aym geprek. ternyata farisa udah ditunggu mbakny dan mas pemilik kafe mereka bertiga naik mobil sampai ke kafe.


mbak farisa kamu saya terima di kafe saya. bukan sekedar pramu saji tapi juga sebagai pengelola kafe.


tunggu dulu mas, saya belum berpengalaman dalam hal perkafean, lebih baik sebagai pramu saji dulu aja ya..,


farisa menolak karena masih mengharap ia bisa kuliah. ia berfikir tak mungkin juga sebagai pengelola kafe karena akan banyak menyita waktunya. lagian kalau ia bilang alasanya tentu ia tak akan di terima bekerja. ia menerima kerja hanya sebagai pramu saji karena ia sudah mendapat tawaran bea siswa kuliah dari beberapa perusahaan jika memenuhi syarat saat lulusan.


ternyata pemilik kafe mengabulkan permintaan farisa sebagai pramu saji dengan alasan belum berpengalaman.


ia bagian sip malam, seperti yang di ajukanya.


Hari ini kafe cukup rame karena malam minggu. banyak anak muda ke kafe tempat farisa kerja, katena menu yang disajikan rasanya luar biasa, pas dilidah penikmatnya, ditamban suasana yang diciptakan memberi kesan yang mendalam bagi pengunjungnya.


seorang pemuda tampan masuk dengan pakaian terlihat mewah


dari kejauhan pemuda tersebut memandangi terus seorang pramu saji yang tampak terus bolak balik melayani pesanan serta mengantar pesanan.


pramu saji itu terlihat baru pertama terlihat di kafe, namun penampilanya terlihat memukau mata yang memandang terutama kaum adam.


pemuda itu merada tidak asing dengan gadis pramu saji ini, nun entah siapa dia?


dia terus bertamya dalam hatinya


siapa. dia..?


kok aku kayak kenal ya...?


tapi dimana ya..?


hingga hampir tiap minggu pemuda ini datang.


tak terasa hampir dua bulan farisa kerja di kafe, kafe semakin rame sejak ada farisa.


dua bulan juga sang pemuda tiap minggu mendatangi kafe


eh mbak...mbak? panggil sang pemuda

__ADS_1


iya mas Alfa....


itu pramu saji yang pakai sanggul itu siapa ya..?


oh itu....yang lagi tuang minuman itu mas...


iya...jawab alfa


itu namanya farisa mas...


siapa dia?


dia pelayan baru mas .,udah ,hampir dua bulan di sini.


katanya sih ngisi waktu luang nunggu pengumuman kelulusan SMU nya.


emang sekolahnya dimana dia?


oh itu lho mas sekolah dekat sini itu lho apa namanya itu mas?


Sma bina bangsa itu lho mas.


sma favorit itu kan mas.


mas alfa tau kan....


eh bukanya mas sekolah di situ


Alfa hanya diam tanpa komentar


oh...jadi di dari sma situ...


iya mas...


udah mas tak tinggal ya...banyak pelanggan nih. pamit teman farisa


pantas aku kayak kenal gitu. rupanya cewek yang nabrak aku waktu itu....dalam hati alfa bergumam sendiri.


mbak..panggil alfa pada yeman farisa


iya mas...


jangan bilang aku menanyakannya ya..!


nih tipsnya....seraya menyodorkan selembar uang seratus ribuan pada teman farisa yang di tanya tadi


siap boss...! makasih ya boss


ingat..


sekali lagi alfa menegaskannya


iya..iya ...keesokan harinya alfa setiap malam mendatangi kafe tersebut.


ia datang sekedar untuk memandang wajah Farisa dan melepas lelah.


ia akan beralasan pesan minum dan makan di kafe untuk terus memandang wajah ayu farisa


Alfa diam diam mulai tertarik dengan farisa, meskipun hanya dalam diam. ia belum berani mengungkapkan rasa suka fan tertariknya pada farisa.


Farisa pun menganggap alfa hanya pengunjung setia kafe.

__ADS_1


ia tak berani mengartikan lebih. karena ia sadar siapa dirinya


__ADS_2