Hargai Aku

Hargai Aku
Kedatangan Bima, dan Erick. Episode baru season 2.


__ADS_3

Bima berkunjung ke apartemen nya Siska.


Ia menatap ke arah Liana yang sedang menonton televisi tapi dengan mata yang tertutup. Bima menghampiri Siska yang sedang membuat minum di dapur.


"Itu teman mu?" tanya nya.


"Dia adik ku" jawab Siska sambil tersenyum ke arah Bima.


"Your father is great."( Hebat sekali ayah mu.)" ucap nya membuat Siska tertawa.


"Mam mengajak nya untuk tinggal dia sudah tidak mempunyai keluarga. jangan berani mendekati nya! dia sudah menjadi incaran Om Erick" terang Siska Bima mengangguk paham.


"Lagi pula aku sama sekali tidak tertarik!" Siska menatap nya heran.


"Kau tidak tertarik dengan perempuan?" Bima menggelengkan kepala.


"aku tidak tertarik dengan nya. aku lebih tertarik kepada seorang perempuan yang kutemui di dalam bus" Siska hanya membalas dengan membulatkan mulut nya seperti huruf 'O'.


Pintu apartemen berbunyi yang membuat Siska langsung berjalan meninggalkan Bima di dapur.


Membuka pintu dan melihat wajah Erick yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Hallo Icha" sapa nya sambil menunjukkan bingkisan yang ia bawa ke depan Siska.

__ADS_1


"Om Erick?" Erick mengangguk.


"Apa Om boleh masuk?" Siska mengangguk membuat Erick senang.


dan baru saja setengah badan Erick masuk. mata nya sudah menangkap Bima, yang sedang menatap Liana yang sedang tertidur di soffa.


Membuat mata nya panas rahang nya mengeras.


"Om?" Siska menepuk pundak Erick.


Menyerahkan bingkisan yang ia bawa kepada Siska dan berjalan ke arah Bima.


"Jaga pandangan mu!" menatap tajam yang membuat Bima langsung tersenyum miring.


"Om Erick, Bima kalau kalian mau berantem jangan di sini. Liana baru tidur" Siska berucap sambil tersenyum.


Mereka diam Erick memilih duduk di hadapan Bima tapi mata nya masih memandang tajam ke arah Bima. Liana mengulet membuat pandangan Erick beralih menatap nya. mata nya membelalak saat melihat beberapa kancing atas baju Liana terlepas.


"Siska rapihkan itu" ucap nya memalingkan wajah bangkit berdiri dan menutup juga mata Bima dengan tangan nya. saat Siska mengancingkan kembali kancing baju yang lepas.


baru setelah selesai Erick kembali duduk di tempat nya.


"Ayah mu mana?" tanya Bima.

__ADS_1


"Mungkin sedang di rumah" jawab Siska.


"Kau kenal dengan laki-laki bernama Julian yang tinggal di kamar sana"


Siska mengangguk. " Ya, dia asisten bos di perusahaan ku bekerja" Gantian Bima yang mengangguk.


"Ku rasa dia menyukai mu"


"Yang suka itu Tuan muda nya. bukan dia" Erick yang menjawab membuat pandangan Bima beralih menatap nya seakan berkata. "Why?"


"মেরেকা পেনাসারন ডেনগান আইডেন্টিটা "( Merika Pensaran Dengan Identitasnya( Mereka hanya penasaran dengan identitas nya)" Erick sengaja berbicara dengan bahasa bengali ia tahu Siska tidak mengerti. sedangkan Bima langsung mengangguk paham.


"Apa maksud nya Om?" tanya Siska penasaran.


"Dia bilang wajar jika laki-laki menyukai mu. karna kau cantik" Bima menjawab membuat Siska langsung tersipu mendengar nya.


Handphone Bima berdering yang segera ia angkat Arka menelpon nya.


"Aku sedang di apartemen anak mu bersama sang kanan tang mu" membuat Erick seketika menegang mendengar nya.


"Mampus aku mampus Tuan besar pasti akan memarahi ku. bagaimana ini" Handphone nya Erick. ia matikan sengaja agar tidak ada yang mengganggu kedatangan nya menemui Liana.


"Paman Arka berkata kau Erick. hidupkan ponsel mu sekarang ia ingin bicara dengan mu" ucap Bima.

__ADS_1


__ADS_2