Hargai Aku

Hargai Aku
Menjenguk


__ADS_3

Siska nampak sudah bersiap pergi ke rumah sakit. bersama Liana tapi ia tahan karna Arsen mengunjungi nya.


"Ada yang bilang kau kurang sehat apa benar?" tanya Arsen sambil duduk.


Siska mengangguk. ntah kenapa sekarang diri nya merasa risih berada di dekat laki-laki ini. kalau dulu ia, merasa amat bahagia tapi ntah kenapa dengan hari ini.


"Apa Kau melihat Julian?" tanya Arsen. Siska menggelengkan kepala nya.


Arsen melihat sorot mata ketidak nyamanan Siska nampak jelas sekali. "Kalau begitu aku permisi. cepatlah sembuh agar dirimu bisa kembali lagi bekerja" pamit Arsen lagi lagi Siska hanya mengangguk.


Siska membiarkan Arsen keluar rumah nya begitu saja tanpa ia, antar sampai depan pintu apartemen nya.


"Ada apa dengan diri ku, tiba-tiba semua rasa kepada Arsen hilang begitu saja" ucap nyaa saat melihat Arsen sudah kembali menutup pintu apartemen nya.


Liana langsung menghampiri Siska untuk segera pergi ke rumah sakit menjenguk Sisil.


.


Singkat waktu akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Sisil nampak sudah terlihat segar lagi infussan pun sudah tak terpasang di tangan nya.


"Apa Mam, sudah baik?" tanya Siska menatap wajah mama nya.


Sisil tersenyum. "Mam sudah sangat baik Sayang"

__ADS_1


Liana ikut bahagia mendengar nya.


"Ini untuk mu" Liana memberikan coklat kepada Sisil yang langsung di terima baik oleh nya.


"Terimakasih!"


"Liana kau hanya membeli satu coklat saja?" tanya Siska, menatap wajah Liana Dengan cemberut.


"Ya, hanya untuk Mama mu. dirimu tidak boleh makan terlalu banyak coklat Kak" jawab Liana sambil tersenyum.


"Iyaa benar kata Liana, Sayang. dirimu sudah manis" Ucap Sisil seraya mencolek dagu anak nya.


Mereka bertiga tertawa bersama memenuhi ruangan.


.


Tatapan nya tajam. melebihi burung elang menatap ke arah laki-laki yang sedang berbaring lemah tak berdaya. Arka berjongkok di sebelah nya.


"Anak ingusan seperti mu, mau mencari gara-gara dengan ku. Kau bukan tandingan ku anak muda!" ucap Arka menatap remeh kepada Julian.


"Lepaskan Saya!"


Arka tersenyum miring." Akan ku lepaskan saat tubuh mu sudah tak bernyawa" membuat Julian bergidik mendengar ucapan Arka.

__ADS_1


"Ouh, iya bukan nya anak buah ku selalu mengancam, dan memberi peringatan kepada mu bukan?" Arka mencengkram pundak Julian.


"Kenapa kau tak masih tetap mencari tahu tentang anak gadisku! sampai menggunakan cara yang licik!" cengkeraman nya berganti dengan cekikan di leher Julian. membuat Julian kesulitan untuk bernafas.


"Kau sudah membangunkan kembali singa yang ada di dalam tubuh ku. dan apa Kau tahu bagaimana cara menidurkan nya kembali?" melihat wajah Julian yang sudah membiru Arka pun melepaskan cekikkan nya.


Membuat Julian menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Maafkan aku" ucap nya dengan suara yang tercekat.


"Tidurkan kembali singa di dalam tubuh ku, baru aku memaafkan mu"


"Ba... bagaimana ca.. caranya?" tanya Julian dengan tergagap.


"Memenggal kepala mu" jawab Arka langsung bangkit dan pergi meninggalkan Julian begitu saja.


Julian seluruh tubuh nya bergetar. mendengar ucapan Arka yang akan memenggal kepala nya.


"Tuan muda dimana diri mu, Tolong aku bantu aku Tuan. aku belum mau mati dengan cepat"


Kembali ia ingat bahwa semua ini adalah ide nya.


"Ternyata karna ini identitas mu di tutupi dengan sempurna Siska"

__ADS_1


__ADS_2