Hargai Aku

Hargai Aku
" MEMBAHAS"


__ADS_3

Adakah dia merasakan hal yang sama, atau tidak. Banyak prasangka yang ada di hati ini hampir tiga bulan kami tidak bertemu, mas Randi banyak berubah. Dia kurusan, terus rambutnya agak gondrong.


Aku berusaha tidak menatap matanya mungkin hati berkata lain.


" Kenapa mas Randi sangat berbeda ya". Batinku, penampilannya kayak bukan mas Randi.


" Mi, Pi ..... " . sapa Pak Dani kepada Oma dan opa begitu juga pak Dani dengan bibi Ijah. mereka cipika cipiki melepas Rindu karena lama juga tak bertemu.


" Kalian apa kabar". sapa Oma balik kepada mereka juga.


" Yuk kita masuk, mami sudah masakan yang kalian sukai.


"Kita makan siang dulu ya, baru kita berbincang kata opa penuh bijaksana.


akhirnya semua masuk dan menikmati hidangan yang ada di atas meja. selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga. setelah semua berkumpul di ruang keluarga, kemudian hening sesaat.


" Kamu apa kabar Ran" tanya bi Ijah sekedar berbasa- basi.


" Kabar baik Bi". jawab Rani.

__ADS_1


Om Danu juga kesini pasti ada hal yang penting yang akan dibicarakan hari ini.


Mas Randi juga sekali sekali mencuri - curi pandang ke arahku.aku tak ingin membalas tatapannya.


" Assalamu'alaikum". Terdengar salam dari pintu depan rumah, dari suaranya sudah tidak asing lagi, dia adalah adik ipar ku Rahma.


" Alaikum Salam ". jawab kami hampir bersamaan.


Rahma langsung menghampiriku


" Mbak, apa kabar". Tanyanya sembari memelukku.akupun membalas pelukannya.


Namun ada yang mendongkol melihat sikap Rahma kepadaku, dia mendelik sinis. menatapku dan Rahma dengan sebal.


" Kenapa sih Rahma pake akrab segala sama dia pake peluk - Pelukan lagi ih ogah deh bisa gatel badan aku". batinnya.


" Dia ada di kamar Ra.". kata Rani menjawab pertanyaan Rahma Rahma langsung pergi ke kamarnya Raja'


Ceklek

__ADS_1


pintu pun di buka di dapatnya anak itu sedang menyisir rambutnya.


" Aduh anak bibi makin lucu aja deh". kata Rahma sembari mendekati Raja.


" Wah bibi Rahma". dengan girangnya Rahma berlari kearah Rahma lalu mereka pun berpelukan. mereka memang dikatakan sangat dekat. waktu masih SMA pulang sekolah Rahma yang selalu menjaga dan menemani Raja ketika ibu atau Rani sedang tidak ada di rumah. jadi boleh dikatakan Raja sangat dekat dengan Rahma.


" Bibi sudah lama ada disini".


" apa bibi sempat mengintip ku" tanya Rahma bertubi karena tau kebiasaan Rahma mengintipnya disaat mandi.


Raja memang berusia menjelang Empat tahun, namun jalan pemikirannya seperti anak - anak remaja pada umumnya. makanya banyak anak - anak remaja yang selalu bermain ke rumah Bu Ambar ketimbang anak - anak seusia Raja.


" Huh dasar anak alien". kata Rahma sembari mencubit hidung raja yang kecil dan mancung itu.


Di Ruang keluarga mereka membahas rumah tangga Rani dan juga Randi.


" Ran, anakku maafkan Oma ini yang sudah punya banyak salah sama kamu sayang, Selama ini Oma tidak bisa menjaga kamu dengan baik sudah banyak hal sulit yang kamu lewati selama kurang lebih lima tahun menjalani bahtera rumah tangga bersama cucu Oma Randi. sekali lagi Oma minta maaf sayang." kata Oma panjang lebar.


" Sekarang keputusan ada di tangan kamu Rani, bapak tidak akan menghalangi kamu jika kamu ingin mengakhiri pernikahanmu dengan Randi. bapak sudah merasa gagal dalam mendidik Randi sebagai suami kamu. Bapak Malu RAN". kata bapak sembari meneteskan air mata, sementara mas Randi yang dari tadi menunduk dalam, tiba - tiba perlahan mengangkat wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2