Hargai Aku

Hargai Aku
"SIAPA ANAK ITU"


__ADS_3

Lima tahun sudah berlalu, mas Luki sudah keluar dari penjara di jemput oleh Bu Sarah dan pak Ayub.


" Ma akhirnya Luki keluar juga dari penjara, lima tahun Luki jalani ma.


" Iya nak, kamu yang sabar ya, kamu pasti bisa melewati semuanya.


Luki celingukan mencari - cari keberadaan ku.


" Kenapa kamu masih mengharap Dia?" tanya mama kepadaku


" Siapa bilang ma, aku hanya heran saja kenapa tari cepat sekali menceraikan aku. aku seperti belum siap ma,pa bercerai dengan nya". kataku sentak membuat mama dan papa marah sama aku.


" Ayo kita pulang, nanti kamu juga akan terbiasa. dan kamu akan mendapatkan istri yang lebih sehat dari tari jelas mama kepadaku.


" iya ma, terimakasih kataku seraya menuju mobil yang di parkir papa tidak jauh dari tempat kami berdiri..


Kami pun meninggalkan tempat yang tidak menyenangkan itu.


pak Ayub memperhatikan Luki dari kaca spion depan mobil.


" sejak keluar tadi kenapa Luki kayak berubah ya sikapnya.


" Oh iya sayang, mama udah masak kesukaan kamu yang banyak kata mama Luki.


Namun Luki nampak tak bersemangat.


Bu Sarah pun heran melihat gelagat


Luki yang makin aneh.


Sesampainya di rumah, Luki langsung ke kamarnya. dia langsung mencari keberadaan seseorang namun telah tiada.


Dia baru sadar setelah melihat amplop warna cokelat di atas mejanya, bahwa dia sudah cerai.


" Atari maafkan aku jika aku pernah mengkhianati cinta kita dan menyakiti hati kamu. sekarang kamu ada dimana. kenapa aku merindukanmu Tari ". kata - kata yang luki utarakan di dengar oleh sang mama , Bu Sarah turut merasakan sara bersalahnya bagaimanapun, ini adalah Andilnya. memprovokasi agar Luki menikah lagi dengan gadis pilihannya walaupun mereka masih ikatan suami istri.


/" Maafkan mama Luki". batinnya.


setelah Luki turun dari kamarnya liki sudah dengan pakaian Rapinya.


" Kami sudah rapi saja nak, memangnya kamu mau kemana?" tanya Bu Sarah .

__ADS_1


" , Aku akan ke rumah orang tua Tari ma.


" Ngapain ?" tanya mama penasaran


" Ternyata Tari meninggalkan rumah ini hanya baju di badan ya ma. dan barang - barangnya masih utuh". kataku melihat Ekspresi mama dan papanya.


" Iya kurang lebih lima tahun yang lalu ibu mengusir Tari agar pergi dari rumah mereka. mereka menganggap Tari hanya perempuan mandul yang tidak berguna.


Tari Pun pergi hanya baju di badan.


Sampai di rumah Tari ada pak Rio dan Bu Wati tepatnya mantan mertua Luki, namun yang jadi perhatian Luki adalah anak kecil perempuan mirip tari yang bersama mereka


timbul berbagai pertanyaan di benakku,


" Anak siapa itu?"


" Setahu aku tari anak tunggal, ataukah Tari memiliki adik kecil, atau anak itu anak Tari.


" kalau dilihat dari postur tubuhnya anak itu baru berumur kurang lebih dua tahun, atau tari menikah lagi, terus bagaimana dengan keadaan tari yang katanya mandul, batinku bertanya tanya membuat ku frustasi.


Tanpa ku sadari mantan bapak mertuaku sudah berada di dekatku.


" Nak Luki". sapanya, namun aku masih bengong terpaku dengan pemandangan yang ada.


Aku terperanjat karena kaget.


" ba bapak". sapaku dengan gugup.


" Nak Luki apa kabar? tanya mantan bapak mertuaku lagi.


" Kabar baik pak". jawabku singkat.


" Nak Rio ngapain di sini ayo masuk". ajak bapak sembari memegang tanganku.


" Siapa pak?" tanya mantan ibu mertuaku seraya menggendong anak kecil tersebut.


" Nak Luki Bu". jawab bapak singkat.


" Silahkan masuk nak Rio". ajak bapak agar aku masuk keruang tamu, entah perasaan apa yang membawaku bisa masuk lagi kedalam rumah ini, jika aku di tanya, aku masih sangat mencintai Tari, perasaan ini dari dulu hingga sekarang tak pernah berubah


seandainya saja waktu bisa di putar, aku tak akan pernah menyakiti perasaan tari.

__ADS_1


" Silahkan duduk nak Luki ". kata pak Rio mempersilahkan aku duduk.


" iya terimakasih pak". jawabku singkat. sementara Bu Wati membawa anak kecil itu kebelakang. padahal aku masih penasaran siapa anak kecil itu.


Rumah ini masih seperti lima tahun lalu yang terakhir aku kemari waktu acara arisan ibu.


" maaf pak aku merepotkan bapak.,


" Ah tidak nak Luki, sekarang perusahaan Sudan Tari yang handel, makanya bapak dengan ibu sudah agak santai apalagi sekarang sudah ada cucu". kata pak Rio nampak bersemangat dan bahagia sekali. tak lama bi Narsih membawa minuman dan beberapa cemilan.


" hai Den Luki apa kabar ?": sapa bi Narsih.


" Baik bi". jawabku singkat


" Monggo di minum ya Den, Tuan. bibi ke belakang dulu". kata bi Narsih seraya pergi meninggalkan kami.


" Cucu"...kata ku tercekat hampir tak terdengar.


" Maaf nak Luki, setelah bercerai dengan nak Luki,Tari sempat frustasi, bapak tau ini bukan keinginan nak Luki maupun tari untuk bercerai namun karena desakan kedua orang tuamu terutama ibumu, sehingga Tari lah yang menggugat dan mengurus perceraian kalian waktu itu, bapak dan ibu yang temani dengan berat hati tari melakukannya.


Walaupun sakit hati karena nak Luki mengkhianati pernikahan kalian, Taro berusaha tuk bisa memaafkan jika nak Luki bisa berubah lalu membuat program bayi tabung karena tari tau nak Luki mandul".


deg ... deg .... deg....


jantung ku berdetak kian cepat saat bapak mengatakan aku mandul, perasaan ini langsung kacau keringat dingin bercucuran di tubuhku, AC diruang tamu yang cukup dingin tidak membuatku tidak berkeringat.


" Nak Luki". sapa pak Rio ketika aku sedang oleng, untung masih bisa bertahan agar tidak jatuh.


" ja jadi yang mandul itu aku, bukan Tari". jawabku tak percaya.


"'Pak kenapa tari lakukan ini". tak sadar air mata ini menetes air mata penyesalan karena sempat memperlakukan Tari tidak adil, bahkan menghianatinya.


" maaf nak Luki kami pun baru tau setelah setahun kalian berpisah. itupun tanpa tari tak sengaja. ibu melihat ada kertas di laci meja Tari, ibu curiga dengan kertas tersebut lalu bertanya kepada dokter makanya sejak itu kami tau. namun nasi sudah menjadi bubur,tari melakukan ini semua karena Dia sangat menyayangi dan mencintaimu, iya tidak ingin Nak Luki di pojokkan seperti orang - orang sekitarnya memojokkan Dia.


" Tari kau bodoh sekali". kataku lirih.


" tapi Dia sudah menikah sekarang sudah punya anak". batinku .


" setelah dua tahun berpisah dengan nak Luki Tari bapak kenalkan ke anak teman bapak ternyata mereka berjodoh. Kehidupan tari sangat bahagia, namun itu tidak lama. tiga bulan yang lalu perusahaan suaminya Tari mengalami musibah dan korban salah satunya adalah ayahnya Raya. akhirnya Tari menjanda lagi yang kedua kalinya. itulah kisah Tari selama Nak Luki dalam Tahanan


maafkan Tari Nak Luki". panjang lebar pak Rio menjelaskan aku terharu karena sedih dengan apa yang menimpa Tari selama ini.

__ADS_1


" Sekarang syukur kehidupannya sudah pulih, dia fokus dengan bekerja dan pulang dari kerja ada Raya yang menghiburnya.


__ADS_2