
Sebuah mobil mewah memasuki perumahan elit yang ada di kawasan kota, diantara permukiman yang begitu padat. hanya orang orang kaya raya dan pembisnislah yang mampu memiliki fasilitas seperti itu. tak lama bobol mewah tersebut pun melaju perlahan, seorang satpam membukakan pintu gerbang utama perumahan. tak selang beberapa menit seorang satpam dengan sigap pula membukakan pintu gerbang rumah pemiliknya. siapa lagi dia adalah Randi Nugroho pratama pemilik perusahaan ternama di ibu kota salah satu cabangnya adalah tempat yang dia tinggali sekarang ini.
Setelah mobil parkir dengan semangat Raja membuka pintu mobil dan turun dari mobil. langsung berlalu menuju pintu rumah.
" pa .... ma... apakah kita akan tinggal di rumah ini?" tanya Raja dengan semangat.
Raja nampak semangat sekali lalu dia menghampiri kedua orang tuanya yang terpaku melihat tingkah laku anak satu satunya.
Raja menggenggam tangan ku, seraya menarik tanganku untuk ikut masuk ke dalam rumah.
" Sayang kok cuma mama yang di ajak".
" Apa papa tidak diajak nih". Randi berhasil menggoda raja, seketika wajah raja yang ceria berubah menjadi cemberut.
" Anak papa mau es krim tidak....?"
Randi masih saja menggoda anaknya, bukan Raja namanya kalau tidak senang di tawari es krim seketika wajahnya berubah menjadi ceria.
" Gitu dong anak papa ". kata mas Randi sambil mensejajarkan badannya dengan Raja agar bisa memeluk anak sematawayangnya itu.
"yuk kita masuk sayang papa sudah menyiapkan semuanya".
seketika mata Rata nanar menatapi Mas Randi dan aku secara bergantian.
" Yang benar nih pa". katanya tak percaya". Randi hanya bisa menggidikkan bahunya atas wajah polos anak sematawayangnya itu. berbeda dengan aku justru khawatir, ketika raja makan es krim karena kondisi tubuh raja yang begitu sensitif dengan makanan dingin.
__ADS_1
" Mang bawa semua ya barangnya masuk dan sebentar akan dibantu oleh man Udin.
" Siap tuan.ucap mang Tejo yang menurut aku dan keluarga sangat menyayanginya
Belum tiba di depan pintu tiba tiba bibi Ratih datang menghampiri kami.
Dengan sedikit berlari- lari perempuan yang usianya sudah tidak muda lagi, namun semangatnya melebihi anak anak muda pada umumnya.
" wanita paruh baya itu mendekati keberadaan kami.
Eh tuan muda dan nyonya muda sambil membungkukkan tangannya memberi hormat kepada kami sebagai bosnya.
" Aden Raja sudah besar ya". sapa bibi Ratih kepada Rani.
" Raja ini bibi Ratih". Kata Randi memperkenalkan bibi Ratih kepada raja.
" Hai Aden, bibi senang bisa melihat Aden juga, Bakan bibi tidak menyangka Lo kalau Aden juga tinggal di sini juga.
" Terimakasih bibi, saya juga senang bisa bertemu dengan bibi".
Iya nanti bibi yang akan selalu Nemani Raja ya?" kata raja dengan semangatnya.
Aku dan mas Randi masuk ke kamar, kami menaiki tangga meninggalkan Raja bersama dengan bibi Ratih.
" Bibi nanti minta tolong antar Raja ke kamarnya ya". pinta mas Randi kepada bibi Ratih.
__ADS_1
" Baik tuan". jawab bibi Ratih singkat.
" Aden Yuk kita bersihkan tubuh Aden dulu".
kata bibi Ratih mengajak Raja.
Raja menjawab dengan anggukan kepala seraya tersenyum sumringah mengingat es krim yang dijanjikan Mas Randi kepadanya.
***
Di kamar dua insan yang masih terpaku dengan situasi yang berbeda.padahal hampir lima tahun mereka menikah hingga muncul Raja di kehidupan mereka yang membuat hubungan mereka sulit untuk berpisah
" kamu mau mandi duluan atau bagaimana RAN?" Mas Randi menatapku lembut.
tatapan itu ku ingat saat pertamakali mas Randi menyatakan cintanya.
" ya Tuhan terimakasih sudah memberikan aku kesempatan untuk aku dan keluarga kecilku berkumpul kembali". batinku
"Hmmm ya mas". jawabku dengan menganggukkan kepalaku dengan pelan.
mungkin ini kesempatanku untuk menata hidup baru bersama keluarga kecilku.
"Kebetulan aku gerah banget mas" jawabku seraya menuju ke tempat koper di letakkan namun tanganku...
" Kamu mau kemana sayang?"
__ADS_1
" Semua sudah di siapkan bibi Ratih". kata mas Randi dengan lemah lembut.