
Like, Coment.
Hari ini adalah hari. pertama Siska bekerja senyuman kebahagiaan tidak luntur dari bibir nya melangkahkan kaki nya memasuki perusahaan Arsenio grup salah satu perusahaan ternama, dan terbesar di Jakarta. menaiki lift untuk menuju ruangan nya.
"Sepi sekali lift ini" gumam nya sampai lift berhenti dan terbuka tampaklah seorang pria. tampan berdiri dan langsung masuk ke dalam lift.
Tidak ada obrolan di dalam lift hanyalah keheningan sampai kembali lift berhenti, Siska langsung keluar saat tahu bahwa ia sudah sampai ke lantai yang ia tuju.
Lift kembali tertutup Pria bernama Arsenio itu menatap tajam ke arah asisten nya.
"Maaf Tuan. seperti nya dia karyawan baru" ucap sang asisten.
"Berikan dia peringatan!" perintah nya tegas.
"Saya akan membawa nya keruangan anda" akhir nya sampai ke ruangan paling atas di mana ruangan CEO.
Asisten nya julian langsung kembali keluar dan kembali menaiki lift untuk turun ke lantai lima. di mana itu adalah ruangan Siska sekretaris manager ke uangan.
"Siska asisten Tuan Arsen nyariin lhu tuh" ucap Tasya teman di kantor nya.
"Kenapa? memang nya" tanya Siska santai.
__ADS_1
"Gua ga tau" jawab Tasya sambil berbisik.
Dan saat itu juga Julian sudah berada tepat di depan mereka.
"Apa Kau yang bernama Siska Cellin Dita?" Siska langsung menganggukkan kepala nya.
"Saya sendiri"
"Ikut saya atasan yang punya perusahaan ingin bertemu dengan mu" Siska tanpa basa-basi langsung mengiyakan sedang Tasya yang melihat, dan mendengar itu sudah hampir jantungan. ntah kenapa ia merasa Siska sedang tidak aman dalam hati bertanya-tanya. apa yang di buat Siska sampai harus berurusan dengan pemilik perusahaan.
Siska kembali menaiki lift tapi. ini lift yang berbeda dengan lift yang ia, naiki tadi saat dan saat pintu lift terbuka. ia kembali mengikuti langkah lebar pria di depan nya.
Julian membuka pintu putih dan masuk ke dalam terlebih dahulu. baru ia menyuruh Siska untuk masuk.
Ruangan itu besar dan ia melihat laki-laki yang tadi bersama nya di dalam lift, sedang duduk di bangku kebesaran. ada sedikit rasa keterkejutan di dalam diri nya tapi langsung ia hilangkan rasa itu.
Arsen memberi tatapan menyuruh asisten nya keluar.
"Duduk" perintah nya kepada Siska. Siska menuruti ia langsung duduk berhadapan dengan Arsen.
"Kau tahu kenapa kau di panggil ke sini?" Titha menggeleng cepat.
__ADS_1
"Tidak memang nya kenapa?" suara nya santai seperti tidak terjadi apa-apa.
Arsen menatap nya Heran 'Jawaban apa itu?'
"Maaf pak, apa saya mempunyai salah?" tanya Siska.
"Kau tahu kesalahan mu, kau sudah memakai lift ku!" Siska mengerutkan alis nya.
"Apa kau tidak bisa baca!?" terus nya.
"Maaf pak saya benar-benar tidak tahu" jawab Siska.
"Karna kau tidak tahu mangka nya sekarang saya memberi tahu!"
"Jika besok saya melihat mu masih memakai lift khusus saya. jangan harap kau bisa bekerja lagi di sini" ancam Arsen tapi Siska sama sekali tidak merasa takut atau pun gemetar.
"Baik pak," lagi-lagi Arsen memandang nya heran.
'Di saat semua karyawan merasa takut jika berhadapan dengan ku, kau malah masih bisa bersikap santai?'
"Kau boleh keluar"
__ADS_1