Hargai Aku

Hargai Aku
" KEJUTAN DARI DAYU".


__ADS_3

Mengapa Dayu mendadak memberikan undangan tiada mendung tiada awan tiba tiba menyebarkan surat undangan. jangan salah ternyata Dayu sangat kecewa dengan perlakuan Randi dan keluarganya namun itu tak seberapa sakit hati yang dirasakan oleh Rani, namun di antara sakit hati dan kecewanya Dayu ternyata dengan mudah Dia berpaling ke laki laki lain.


***


di sebuah club' malam Dayu pergi seorang diri dengan tujuan menumpahkan semua rasa yang telah bercampur aduk di hatinya.


di tempat itu Dayu merasa lebih tenang setelah beberapa botol minuman yang di habiskan. kepalanya sudah pusing, semua manusia yang di lihat memiliki bayangan lebih dari satu. ternyata Dayu sudah mabuk parah malam itu. di situasi dimana banyak para lelaki hidung belang yang mendekati namun Dayu menolak dan tiba tiba seorang datang dengan beringasnya menarik tubuh Dayu yang sudah oleh dan mabuk keras. laki laki itu membawa Dayu ke sebuah kamar yang sudah dipesannya, namun tanpa disadari ada sepasang mata yang mengawasi gerak gerik mereka yaitu mantan kekasih Dayu yang dahulu selalu ditolak olehnya. sampainya disebuah kamar laki laki tersebut menghempaskan dengan kasar tubuh Dayu di atas ranjang. Dayu pun tak berdaya kepalanya sangat pusing namun


" siapa saja tolong aku". dia masih bisa jernih berpikir untuk meminta tolong namun karena suaranya yang lemah, jadi tidak ada yang mendengar.


" percuma kau berteriak di ruangan ini nona, karena tidak ada yang peduli dengan nona". kata lelaki itu yang membuat Dayu merasa jijik mendengarnya.


" Mari kita nikmati saja malam ini".


" kau mau kemana nona". melihat Dayu mundur lelaki itu makin bringas menarik tangan dan menampar pipi Dayu yang meringis ketakutan.


" To... Toloooong". suara Dayu makin lemah.


membuat laki laki hidung belang tersebut makin bergairah.


" kau menggemaskan sekali baby". kata laki laki tersebut sambil tersenyum smirk.dan mulai menggagahi satu persatu pakaian yang Dayu pakai.


lagi lagi Dayu tak berdaya


" Ternyata aku tak rugi malam ini mengajakmu bersenang senang". kata lelaki hidung belang itu dengan nafsu yang sudah sampai ke ubun- ubun.


"Tubuhmu sangat menarik dan menggoda". katanya lagi sambil meremas dua gundukan kembar milik Dayu.


" Siapapun disana tolong aku" kata Dayu lemah hanya bisa berdoa


" Siapapun yang disana menolongku aku akan bertobat tidak akan mengganggu kebahagiaan orang lain".


" Aku bertobat Tuhan". lirihnya dalan hati karena masih ada sisa - sisa kesadarannya namun dia tidak berdaya.


" Nikmatilah ini nona manis". kata pria hidung belang sambil membuka celana dan kemejanya hingga tidak memakai sehelai benang pun, lalu naik ke atas ranjang dan mengungkung tubuh Dayu.


namun tiba - tiba .....


Brakkkk.....

__ADS_1


pintu ada yang mendobrak


Buggggg... bug... bug


segera Bogeman mentah mendarat di kepala dan bagian tubuh lainnya sampai babak belur.


"Ampun tuan". katanya sambil memungut pakaian yang dibuang ke sembarang arah lalu berjongkok disudut ruangan sambil berusaha memakai apa celana untuk menutupi bagian tubuhnya yang masih menegang.


ya dia Andi Kusuma Wijaya mantan kekasih Dayu yang Dayu tinggalkan memilih menikah dengan lelaki lain yang kini telah mencampakkannya.


dengan cepat dia melepas jasnya dan menutup tubuh Dayu bagian atas yang terbuka. lalu dia menelpon pihak yang berwajib untuk menangkan bajingan yang telah melecehkan mantan kekasihnya dimana sampai saat ini cinta itu tak perna luntur ditelan waktu walaupun Dayu telah memilih lelaki lain sekalipun. lalu dengan sigap Andi menggendong tubuh Dayu yang mulai lemah lalu keluar dari ruangan tersebut.dan langsung mengantarkan ke rumah orang tuanya karena hanya tempat itu yang dia masih ingat sampai saat ini.


sesampainya di depan gerbang Andi membuka kaca mobil mang Maman pun kaget dengan siapa pemilik mobil tersebut.


" Den Andi sapanya sembari membungkukkan badannya lalu menutup gerbang kembali.


"Mang ". panggilnya kepada satpam lalu cepat menghampiri.


" mang apa Bu Tika dan pak Wisnu nya sudah tidur ya?" tanya Andi kepada mang Wawan.


***


Sejak itulah mereka memutuskan untu langsung menikah.


Tok...Tok...Tok....


". mas ada yang mengetuk pintu, siapa ya?" Rani monolog sendiri karena yang diajak bicara tak bergeming sedikitpun.


" hmmmm.....".


hanya deheman yang keluar dari mulut Randi.


dengan santai Rani berlalu ke depan ingin membuka pintu.


Klik


pintu terbuka setelah melihat keluar Rani mendapatkan punggung seseorang yang sedang menelpon.


" Siapa yang datang RAN?"

__ADS_1


"Kok nggak diajak masuk ta....


namun belum selesai Randi berucap Dayu sudah membalikkan tubuhnya sehingga mereka sudah bertatapan langsung.


Randi menatap istri begitupun sebaliknya, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


" Hai kalian apa kabar?" sapa Dayu mencairkan suasana. namun Randi langsung memasang muka masam dan dinginnya berbeda dengan Rani yang selalu bersikap ramah walaupun Dayu pernah menyakitinya namun dia hanya sedikit waspada.


" Apa lagi maksudnya wanita itu datang kesini?" batinnya.


" Mmmm, boleh aku masuk? " pinta Dayu seolah olah tidak pernah terjadi apa apa diantara mereka.


Rani menganggukkan kepala lalu mempersilahkan Dayu masuk.


" Silahkan" katanya sambil membuka pintu lebar lebar".


namun Randi ingin segera pergi namun


"Tunggu Randi, aku tidak lama, aku ingin bicara serius kepada kalian itupun jika boleh, jika tidak aku juga mengerti mungkin aku langsung pulang saja". kata Dayu panjang lebar dengan tatapan penuh iba.


" Baiklah".


akhirnya Randi berbicara jua setelah lama ditunggu.


" maaf kedatangan ku sudah mengganggu waktu istirahat kalian " kata Dayu dengan basa basi sebenarnya dia gugup.


" tidak apa apa yu". kata Rani.


" Ok pertama aku ingin minta maaf kepada kalian, karena ulahku rumah tangga kalian hampir hancur". kata Dayu yang aku lihat dia serius.


" Terus yang kedua..... " katanya seraya mengambil sesuatu di dalam tasnya lalu memberikan selembar kertas kepada Rani.


" apa ini yu?" tanya Rani kalian boleh buka dan membacanya, belum dibuka Rani dan Dayu terkejut melihat tulisan dan nama yang tertera di undangan tersebut.


"un.... undangan". kata Randi tercekat


karena saking terkejutnya.


" Iya Ren, Randi itu undangan pernikahanku dengan Andi". kata Dayu dengan semangat.

__ADS_1


Rani dan Randi mengangguk karena belum percaya.


" Kalian harus berjanji untuk datang di acara pernikahanku jika kalian memaafkan kesalahanku". kata Dayu tulus hingga menitikkan air mata.


__ADS_2