Hargai Aku

Hargai Aku
ke perantauan lagi


__ADS_3

Sore itu juga farisa langsung mengajak mamanya ke pasar terdekat untuk membeli sepeda baru.


dan pulang dengan wajah berseri seri karena sepeda barunya.


Terlihat simbah farisa sudah berada di rumah.


Eh faris ..sama siapa itu nak?


sama mama mbah...


emang mamamu pulang?


iya..mbah.


kok nggak kasih kabar dulu kalau mau pulang?


tanya nenek sambil menjabat tangan ibu farisa.


iya bu ..takutnya merepotkan yang di rumah bu.,jawab mamanya farisa


oh..gitu


terus kamu ini mau selamanya di rumah apa hanya cuti is? tanya simbah farisa lagi


bu..is hanya cuti dua hari, pasalnya majikan is ini, baru berwisata di negara kita ini, terus aku suruh ikut...ya ...aku ambil sekalian tengok rumah.


lagian kalau is di rumah bagaimana sekolah farisa dan indah bu?


nanti susah lagi...


iya juga ya is


udah, sekarang makan dulu ibu masak sayur bening sama tempe goreng dan sambel terasi tuh..


wah..enak tuh bu ..sudah lama aku tak makan seperti itu bu...


ya sudah ayo makan..makan yang banyak..kebetulan masak banyak.


iya bu .


oh iya, is...apa yono tau kamu pulang?


kayaknya belum yau bu...


soalnya memang tak ada yang is beritahu bu.


oh....gumaman ibu yono


ayo nak makan dulu ajak is pada farisa


entar ma..aku mau muter bersepeda dulu.


rupanya farisa sangat bahagia dan asyik dengan sepedanya


menjelang sore yono kembali ke rumah.


ia melihat Farisa dengan sepeda barunya


faris..! sepeda siapa yang kamu pakai itu?


ih punya aku..lah yah.


masak....!


ambil duit dari mana kamu buat beli sepeda?


mamaku lah yah...


masak orang lewat ngasih sepeda!


eh....ini anak siapa yang nanya coba..batin mama farisa sambil keluar rumah.


melihat istrinya keluar, yono langsung menghampiri istrinya..ditarik istrinya ke dalam rumah..


eh is.... kamu ingat pulang?


ya ingatlah mas...


aku tuh kangen sama farisa, lagian aku lihat di medsos farisa itu jadi juara kabupaten olimpiade sains, jadi aku pulang mau buktikan.


eh ternyata benar.

__ADS_1


emang olimpiade sains itu apa is?


tanya yono.


olimpiade sains itu ya semacam lomba bidang ilmu pengetahuan gitu...mas jawab istirokhah menerangkan.


oh...


tapi faris kan masih kecil?


justru itu mas.., dia masih kecil tapi bisa mengalahkan yang udah gedhe gedhe.


sekabupaten lagi.


iya..iya hebat ya.,


ini yono lagi nyambung pemikirannya.


keesokan harinya.


pagi pagi yono udah keluar..


is lapar...aku lapar is...


yono kayak anak kecil. dia merengek


bentar mas tak belikan sarapan.ya....


sambil masuk ke dalam mau ambil buat beli sarapan. begitu keluar pintu


plak ....,.tak dinyana malah is kena hantaman tangan yono di wajah


orang suami lapar..kok malah keluar rumah..


mau kemana kamu.?..


mau cari apa kamu...?


cepat masuk...! mau cari pacar ya...!masuk..! masuk...!


di seret is oleh yono dan dihempaskan tubuh is ke dapur.


is menangis menahan sakit fisik dan sakit hati. sambil mengucap istighfar


sabar..sabar ..is, suamimu kan...kurang waras


is.. yang ikhlas is.,surga menantimu is.


hibur dirinya dalam hati.


jangan kau pikirkan itu sakit is ..anggap itu hal kecil is....kembali ia berkata dalam hatinya.


setelah reda, is masak dengan bahan seadanya di dapur yang ada di rumah ibu yono


is lewat pintu belakang ke rumah ibu yono


is..? sapa ibu yono


ada apa kok pagi pagi yono ngamuk?


itu bu...mas yono kelaparan.


oh itu ada bahan sayur masaklah.


makanan sudah matang dan siap dihidangkan.


seperti tak terjadi apa apa is masih saja baik pada yono.


mas...mas..panggil is


sarapan dulu yuk ..


hem...jawab yono sambil mengambil makanannya


setelah selesai sarapan, yono duduk di teras depan rumahnya sambil menenteng hpnya.


ia siap mendengarkan musik sambil memasukkan ear phone ke kedua lubang telinganya.


is mendekat ke suaminya


mas....sambil mencopot earphone ditelinga suaminya...

__ADS_1


hem..mm jawab yono


hari ini aku mesti balik ke negara tetangga, karena aku harus kerja lagi


kok sebentar di rumahnya?


tanya yono


mas aku hanya mampir lihat kamu dan farisa.


dan kalau aku gak kerja lagi, siapa yang kasih duit ke aku, buat sekolah farisa dan indah?


kerja ya....


boleh..tapi....yono menggantung ucapannya


tapi apa mas..... kejar is.


aku belikan motor baru ya..is... yono mengajukan syarat pada istrinya..


iya ..iya..nanti mas ku belikan motor baru.


ya udah mas aku berangkat sekarang ya...


Iya....hore..aku mau dibelikan motor baru oleh is....hore....sorak yono


giliran is pamit dama farisa


faris...sini....


iya ma...kok mama udah rapi, mau ke mana?


mama mau berangkat lagi faris


kok di rumahnya kok bentar?


iya ris biar kamu bisa nerusin sekolah lagi kelak. kamu kan pintar sayang....


iya deh ma....yang penting mama ingat faris ya ma....


ma....mama...sebenarnya aku masih kangen...n deh sama mama.


faris pengen seperti teman faris...


tiap pagi,. mamanya atau ayahnya nganter ke sekolah.


kemudian salim dan dada...ke mereka


tapi aku mah....aku gak bisa .....aku gak kayak teman teman


tes..tes...air mata is mengalir dan sesak di dadanya mulai kembali menderanya mendengar keluhan anaknya. tapi mau bagaimana ia harus kuat menahan karena dipaksa oleh keadaan..


faris.., dengan suara serak akibat menahan tangis


faris anak mama yang pintar dan cantik


besok kalau mama kembali lagi mama akan antar kamu seperti teman teman yang lain.


untuk sekarang kamu pendam keinginanmu itu dulu ya...percaya sama mama selama masih ada kesempatan yang akan datang mama akan tebus itu.


kemudian ia pamit sama mertuanya


bu...aku nitip farisa ke ibu


is berangkat dulu baik baik di rumah ya bu...


kemudian istirokhah melangkah keluar menuju jalan raya. ia menunggu mobil yang telah ia pesan sewaktu mengantar ia pulang untuk menjemput kembali hari ini.


waktu terus berlalu...


is telah sampai di perantauan lagi.


is kembali bekerja dengan semangat untuk memenuhi janji janjinya kepada sang anak dan sang suami.


Seolah tak ada yang terjadi antara is dan suaminya, ia menjadi sosok yang kuat bagi anak dan suaminya. backing bagi keluarganya.


Ketika malam datang, ia terkadang melamun tentang keadaannya, nasibnya bahkan terkadang iri terhadap teman temanya yang kondisi suaminya sehat menghinggapinya. tapi ia tepis jauh jauh.


ia menyadari kondisi inilah yang terbaik bagi dirinya untuk nya saat ini.


terkadang kondisi orang lain yang diimpikan belum tentu kita bisa menyikapinya dan sesuai dengan kita

__ADS_1


__ADS_2