Hargai Aku

Hargai Aku
Di Jemput Episode baru season 2.


__ADS_3

Siska keluar dari kantor karna pekerjaan nya sudah selesai..


"Om Erick?" Ujar nya saat melihat Erick di halaman depan kantor.


"Hallo Icha" sapa Erick sambil tersenyum.


"Om, sedang apa di sini?" tanya Siska berjalan agar lebih dekat ke arah Erick.


"Menjemput mu" jawab Erick.


"Aku tidak mau!" tolak Siska.


"Papa, dan Mama mu ada di apartemen mu" bisik Erick pelan di telinga Siska.


"Untuk apa mereka berada di sana?"


"Menginap"


Siska akhirnya menyetujui untuk pulang bersama Erick. dan lagi-lagi tanpa mereka ketahui, dan sadari Julian melihat itu. Julian langsung mengikuti Erick, dan Siska.


Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan sama sekali di antara mereka berdua. Erick sebenar nya sudah menyadari ada yang mengikuti nya di belakang tapi tidak begitu ia hiraukan malah ia sengaja memperlambat laju mobil nya.

__ADS_1


"Om, kenapa jalan nya pelan banget si?" gerutu Siska sedikit kesal.


Dan baru Erick menambahkan kecepatan laju mobil nya. saat sampai di lobby Erick tidak turun dari mobil saat sudah memastikan bahwa Siska sudah masuk ke dalam baru ia memutar kembali mobil nya untuk menemui penguntit yang tadi mengikuti.


Erick menyelang mobil Julian dan menghalangi nya dengan mobil nya. turun dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu depan mobil Julian mengetuk kaca sampai Julian menurunkan kaca tersebut. Julian memakai masker hingga wajah nya tidak terlalu jelas.


"Untuk apa kau mengikuti ku?" tanya Erick dingin.


"Sorry Tuan. itu hanya kebetulan jalan kita searah" membuat Erick tersenyum miring.


"Kau pikir aku bodoh!?" ucap nya.


"Tuan jika saya mengikuti anda. saya sudah menodong anda di jalanan yang sepi seperti yang anda lakukan sekarang kepada saya" tutur Julian santai.


"Baik Tuan"


"Tidak! bukan hanya mobil tapi diri mu juga" setelah berkata seperti itu Erick langsung kembali masuk ke dalam mobil nya dan pergi sedangkan Julian masih diam di tempat.


Membuka masker nya. dan membuang nafas lelah. "Siapa sebenarnya diri mu Siska Cellin Dita?"


_________________________________________________

__ADS_1


Siska masuk ke dalam apartemen nya. melihat orang kedua orang tua nya yang sedang menonton televisi dengan menggelar karpet di lantai.


"Mam, dad?" sapa nya seraya berjalan menghampiri dan duduk di antara mereka.


"Icha... Dady punya hadiah untuk mu" ucap Arka tapi sebelum memberikan kepada Siska ponsel nya lebih dulu berdering. Erick menelpon nya.


"Sebentar Daddy angkat telpon dulu" Arka langsung pergi ke dapur untuk mengangkat telpon.


"Apa hadiah yang ingin Daddy kasih ke aku Mam?" tanya Siska menatap penasaran ke arah Sisil.


"Sebuah mobil... tapi nanti kalau Ayah mu kasih kau pura-pura tidak tahu Oky?" Siska mengangguk.


"Hallo Erick ada apa kau menelpon ku?"


"Tuan... tadi saat saya menjemput Nona muda ada mobil yang mengikuti saya Tuan"


"Terus hubungan nya sama Gua apa?"


"Tuan Nona muda adalah anak Tuan, darah daging tuan hasil persetubuhan tuan dengan nyonya besar. dan Tuan masih nanya hubungan nya apa dengan Tuan, Tuan Siska adalah anak Tuan!"


"Saya tau itu! terus buat apa ada kamu kalau masalah seperti ini saja harus saya yang atasi. buang-buang uang saya saja selama ini untuk menggaji kamu"

__ADS_1


Tut... Tut... Tut... Erick langsung mematikan sambungan telpon tersebut.


"Erick!"


__ADS_2