Hargai Aku

Hargai Aku
Mendiamkan episode baru season 2.


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senin. dan Siska sudah mulai bekerja diri nya sedang menikmati sarapan pagi berdua dengan Liana.


"Liana jika ada yang mengetuk pintu, kau harus lihat dulu siapa orang nya. dari lubang di pintu jika kau tidak kenal jangan membuka nya Kau mengerti?" Jelas Siska.


Liana menganggukkan kepala nya. "Ya aku mengerti" jawab nya.


Siska langsung bangkit berdiri dan berjalan ke arah pintu.


"Aku berangkat" pamit nya lagi-lagi Liana hanya membalas nya dengan menganggukkan kepala.


"Hati-hati"


Dan saat diri nya membuka pintu ia, terkejut Karna melihat wajah Erick yang sedang tersenyum lebar ke arah nya.


"Selamat pagi Nona muda" sapa Erick.


"Om Erick ngapain di sini?" tanya Siska ia lupa bahwa sekarang Erick adalah supir yang akan mengantar, dan menjemput nya saat pergi dan pulang kerja.


"Seperti biasa mengantar Nona muda bekerja" jawab Erick masih dengan senyuman lebar di wajah nya.


"Terserah" ucap Siska dan langsung berjalan terlebih dahulu. dan Erick mengikuti nya dari belakang.


Mata nya melirik ke arah kamar Julian.


"Tumben sekali asisten Julian tidak kelihatan" batin nya dalam hati.

__ADS_1


Dan kembali fokus berjalan menaiki lift.. dan saat sampai di parkiran buru-buru Erick membukakan pintu untuk Nona muda nya itu.


Siska masuk sambil menghembuskan nafas malas.


Setelah nya Erick pun ikut masuk. menyalakan mesin mobil dan pergi menuju perusahaan tempat Siska bekerja.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai. Siska langsung buru-buru keluar dari dalam mobil dan sedikit berlari masuk ke dalam kantor nya.


Dan saat masuk ia bersamprokan dengan Julian.


"Selamat pagi asisten Julian" sapa Siska sambil tersenyum.


Julian hanya melirik nya sebentar dan setelah nya langsung pergi dari hadapan Siska.


"Siska!" teriak Tasya saat melihat Siska keluar dari dalam lift.


"Sya jangan teriak-teriak" ucap Siska, Taysa hanya menyengir.


"Iya Maaf"


.


Jam istirahat kantor pun telah tiba. Siska, dan Tasya seperti biasa makan di kantin perusahaan.


Mata nya tak sengaja melihat Arsen sedang berjalan bersama Julian. ke arah depan kantor dan Siska yang melihat itu pun langsung bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


"Sis lu mau kemana?" tanya Tasya tapi tak di hiraukan oleh Siska. Tasya lebih memilih untuk menikmati makanan nya kembali.


Siska sedikit berlari. keluar perusahaan ia melihat Arsen berdiri sedang menunggu Julian yang mengambil mobil di parkiran.


"Pak Arsen" sapa Siska dengan nafas yang ngos-ngosan.


Arsen hanya diam dan melirik sebentar ke arah Siska.


"Maaf soal semalam Pak" ucap nya.


"Heem" Dan saat mobil Julian berhenti Arsen langsung menghampiri dan masuk ke dalam. tidak menghiraukan Siska.


Siska menatap kepergian Arsen dengan pandangan nanar merasa bersalah.


.


Di dalam mobil.


"Semoga ide mu yang kali ini berhasil Julian" ucap Arsen.


"Pasti berhasil Tuan muda" jawab Julian yakin.


"Jika kali ini ide mu tak berhasil habis sudah riwayat mu Julian!" ucap Arsen dengan pandangan yang tajam.


"Apa Tuan muda tidak melihat tatapan Siska tadi ia, seperti sangat amat merasa bersalah" terang Julian tapi Arsen hanya diam. dan lebih memilih memejamkan mata nya.

__ADS_1


__ADS_2