Hargai Aku

Hargai Aku
Perasaan Aneh. Episode baru season 2.


__ADS_3

Seperti pagi-pagi kemarin. Erick selalu datang ke apartemen Siska untuk mengantar nya pergi ke kantor. tapi pagi ini diri nya di temani oleh Bima.


Siska keluar masih sama dengan expresi nya yang kemarin suram. tak ada keceriaan di wajah nya.


Tapi saat mata nya melihat Bima bola mata hitam nya langsung berbinar.


"Om Bima?" membuat Erick mendelik malas.


"Hello little bunny"( Hello kelinci kecil)" Sapa Bima sambil tersenyum memperlihatkan gigi putih nya yang tersusun rapih.


"Ayo aku antarkan Kau pergi bekerja" Siska langsung mengangguk dan meraih lengan Bima untuk di gandeng nya.


"Apa ini!" Erick berucap malas dan mengikuti langkah Siska, dan Bima dari belakang.


.


Siska, dan Bima duduk di belakang Erick yang menyetir mobil. wajah suram nya sudah tak terlihat lagi.


Dan saat sampai di depan kantor nya. Bima membukakan pintu untuk nya.


"Silahkan cantik" ucap Bima sambil sedikit membungkukkan badan nya.


Siska tersenyum. "Terimakasih"


Itu tak lepas dari pandangan Julian, dan Arsen yang sedang menatap mereka lewat kaca di ruangan nya.


Melihat itu hati nya merasa perasaan lain. seperti tidak terima jika incaran nya di perlakukan baik. oleh laki-laki lain.


"Siapa mereka?" tanya Arsen masih terus menatap ke arah Siska, dan Bima yang sedang tertawa-tawa.

__ADS_1


"Itu laki-laki tampan yang ku temui di apartemen waktu lalu" batin Julian dalam hati.


"Saya juga tidak kenal banyak sekali Om-om yang dekat dengan nya" jawab Julian.


"Tuan muda apa Kau cemburu?" tanya Julian beralih tatapan menatap ke arah Arsen.


"Cemburu... tentu saja tidak!" bantah Arsen dan langsung berjalan menuju bangku kebesaran nya.


Julian mengikuti dan berdiri tepat di samping Arsen.


"Mungkin kah aku cemburu? tidak! tapi kenapa rasa nya hati ini panas"


"Apakah dia perempuan baik-baik?"


"Apakah dia perempuan simpanan?"


"Kau hanya cukup mencari tahu siapa dia. aku tidak menyuruh mu untuk menuduh Siska yang bukan-bukan"


"Maaf Tuan"


"Kau boleh keluar. dan masuk saat aku memanggil mu," Julian patuh diri nya langsung keluar meninggalkan Arsen sendiri di ruangannya.


.


"Ada apa dengan Tuan muda?" tanya nya kepada diri sendiri.


Julian lebih memilih untuk kembali ke apartemen nya. karna tidak ada tugas, ataupun metting hari ini.


turun ke parkiran dan masuk ke dalam mobil nya. tanpa ia ketahui Arka sudah berada di bangku belakang.

__ADS_1


"Jangan bergerak atau pistol ini akan mendarat di kening mu!" ucap Arka sambil menodongkan pistol ke kening Julian, Julian langsung diam.


tapi sebisa mungkin diri nya tetap tenang.


"Jika anda ingin mobil, dan uang saya akan memberikan nya" tawar Julian tapi Arka langsung tertawa.


"Aku hanya mau penjelasan tentang Tuan muda mu."


"Lebih baik tembak saja saya dari pada harus membocorkan semua rahasia tentang Tuan muda"


"Berikan alamat tempat tinggal nya"


"Tidak!"


"Jika tidak..."


tring... tring...


belum sempat Arka meneruskan ucapan nya ponsel nya sudah berdering. dan itu panggilan dari istri nya.


Arka buru-buru langsung mengangkat nya. dan Julian yang melihat kesempatan langsung keluar kembali masuk ke dalam perusahaan.


"Shitt!"


"Kau di mana Arka!"


"Sayang ada apa?"


"Cepat pulang" mendengar suara Istri nya yang seperti sedang kesusahan Arka segera keluar dari mobil Julian. dan beralih ke mobil nya. mengendarai dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2