Hargai Aku

Hargai Aku
" GUNJINGAN TETANGGA"


__ADS_3

" Huh kenapa juga Bu Salma punya besan kayak gitu ya, sombongnya selangit". kata Bu Lela saking kesalnya.


" Ih Amit amit, kaya juga kan mertuanya, bukan dia yang kaya, nah bagaimana kalau dia nya yang kaya?" Bu lili juga menimpali karena kesal juga padahal mereka tetanggaan dari kecil namun setelah menikah dengan pak Dani ibu mertuaku terkenal sombong


" Begitu memang OKB Bu lela maklumlah". komentar Bu lili lagi menambahkan.


" Assalamualaikum ibu - ibu". sapa bi Ijah pada bu Lela dan Bu lili."


" Assalamualaikum Bu, pak". Jawab mereka hampir serempak.


" Wah pada mau kemana ini ibu- ibu masih pagi?" tanya bi Ijah lagi.


" Biasa lah Bu, ke pasar beli keperluan dapur.


" OOO iya Monggo Bu". kata bi Ijah lagi dengan ramah mempersilahkan ibu - ibu tuk lewat. karena memang gang tempat mereka berpapasan sangat sempit jadi jika bertemu dari arah yang berlawanan salah satu dari mereka harus ada yang mengalah.


" terima kasih Bu Ijah, pak Danu, kami permisi kata Bu Lela pamit langsung berlalu.


" Ya sama - sama kata bi Ijah sembari berlalu pula menuju ke rumah Rani.

__ADS_1


sesampainya di rumah Rani mereka pun memberi salam dan langsung masuk ke dalam rumah.


" Tidak usah repot nak buatin bibi dan pak de mu minum, kami barusan habis minum kebetulan tadi singgah sama mang Ucok". kata bi Ijah menjelaskan.


" Aduh begitu ya?" ibu menimpali dengan senyum ramah.


Mang Ucok adalah salah satu pekerja kebun teh opa yang ada di daerah sekitar sini. makanya dampak dari pernikahanku dengan mas Randi orang agak segan kepada bapak dan ibu mungkin karena punya besan yang berpengaruh. bahkan salah satu perkebunannya bapak yang olah sekarang sebagai bentuk tanda terimakasih Oma berkat jasa kakek Rani dulu waktu Rani belum ada. makanya Oma menjodohkan Randi dengan Rani karena bentuk tersambungnya jalinan kekeluargaan mereka agar tidak putus.


" Kalau begitu Monggo, setidaknya kita bisa sarapan bersama kebetulan semua sudah siap". kata ibu mengajak semuanya untuk sarapan bersama.


DI Kampus Rahma berseri - seri hari ini, beda dengan Laras.


" Ih e Lo bisa nggak sih nggak pake acara ngagetin gue?" tanyanya kesal kepada Rahma.


" E Lo sih kerjanya ngelamun terus hati - hati nntar Kesambet bari tau rasa". celetuk Rahma


" Mereka pada kemana ya?" batinnya menanyakan keberadaan teman temannya.


" Oiii , sekarang lho yang kenapa tiba tiba bengong aja, udah kesambet lho dari tadi ngatain gue". kita Laras seraya ngeloyor kepala rahma yang sempat bengong mikirin dimana keberadaan teman - temannya.

__ADS_1


" Palingan di kantin, lho macam nggak tau mereka aja". kata Laras sembari menarik tangan Rahma menuju ke kantin.


setibanya di kantin, benar saja mereka semua duduk manis di kantin sambil makan.


" Hai Ra, Ras. sini gabung kita makan dulu, nntar keburu bel lho". ajak Selfia sekaligus menyapa Rahma dan Laras.


" Boleh juga, kebetulan gue lapar ". seru Rahma sembari menarik tangan Laras yang super milih - milih kalau diajak makan.


Beda dengan Jeni, Luna, Mario dan Anjas jika makan tidak ada komentar.


Selesai makan mereka pin kembali akan menerima materi perkuliahan.


Di kediaman pak Wisnu sedang di datangi tamu penting dari Palembang. mereka hendak menjodohkan anak anak mereka.


" Ma maafkan Dayu Ya'. kata Dayu memecah keheningan.


" Dayu belum siap ma , Pa, Om". kata dayi sambil tersenyum getir.


Dayu tipe wanita yang cepat jatuh pada laki - laki walaupun baru berapa bulan putus dengan mas Andi.

__ADS_1


,


__ADS_2