
"coba kamu pikir lagi Ardan..apa Anita gadis baik baik..?"
kemudian terlihat papa Raditya menelpon asistennya
"Rama, tolong cari tau tentang anita... yang lagi dekat dengan Ardan!"
"baik pak ".jawab
nanti kita ke rumah sakit, papa mau tes dna bayi anita
Anita terlihat wajahnya sudah pucat, ia gusar karena ia tau bayi yang dikandungnya bukan anak Ardan . "iya...iya om" jawab anita gugup
Anita sudah tidak bisa memikirkan cara lain agar ia bisa menghindar. semuanya terjadi tiba tiba.
kemudian mereka berempat pergi ke rumah sakit untuk tes dna
pihak rumah sakit memberitahukan bahwa hasilnya akan keluar dua minggu lagi. selama masa penantian itu Raditya.
memerintahkan salah satu dokter untuk terus mengawal jalanya proses, agar hasilnya akurat tanpa tipu tipu dengan membayarnya mahal.
Setelah mengantar anita ke rumahnya, Ardan bermaksud mencari Farisa . ia mencari ke kafe dulu tempat ia bekerja namun tak ia jumpai.
Ia juga menghubungi Aldo, namun juga tak tahu. mencoba menanyakan ke teman temanya..namun tak satu pun yang tau keberadaanya farisa.
Ardan teringat dengan kos kosan Farisa.
ia mendatanginya, namun dari luar terlihat sepi dan tak terawat, jadi ia memutuskan untuk kembali. ia menganggap rumah itu tidak ada penghuninya. Farisa sedang tertidur di dalamnya ketika mobil Ardan di depan rumah.
Farisa sengaja membiarkan bagian luar rumah kotor berdebu, agar ia tak dijumpai siapa pun. begitu pula lampu di dalam rumah. ia sengaja mematikannya sebab ia ingin istirahat sejenak menenangkan diri beberapa saat.
Ardan kembali ke rumahnya dengan hasil nihil...
Raditya kini telah kembali ke kantornya, terlihat sedang berbicara dengan sang asisten. Ini pak data yang bapak mau dari seorang anita.
anita adalah anak seorang pemilik restoran sebelah kantor kita pak... dia sudah punya pacar. Mickael namanya warga negara tetangga, ia udah lama hidup serumah.
Namun pacarnya pergi entah ke mana sejak dua bulan yang lalu. kemungkinan hamilnya anita adalah anaknya mickael pak..
"Memang terkadang anita berada di rumah Ardan kalau malam. tapi kalau Ardan sudah pergi ke kantor, Anita mendatangi mickael itu pak .." terang Rama
"oh....jadi gitu ya... apa Ardan sering mentransfer ke anita?"
"iya pak sudah sejak tujuh bulan yang lalu.
__ADS_1
malah....nyonya farisa dua bulan terakhir tidak ditransfer uang belanja oleh pak Ardan pak. semua di transfer ke bu anita."
"pantas....gitu...".keluh papa Raditya
Hari berlalu tak terasa dua minggu sudah, waktunya menantikan hasil tes dna dari bayi Anita
Keluarga Ardan berkumpul di ruang keluarga. Mereka ingin tau hasil tes dna yang telah mereka lakukan dua minggu lalu.
kini hasil tes tes dna bayi Anita telah keluar.
Hasil tes dna menyatakan bahwa tidak ada kemiripan dari dna keduanya. antara jabang bayi Anita dan Ardan
"Ardan,.... yang ada di kandungan anita itu jelas bukan anakmu. Jadi papa harap kamu kembali pada farisa . Farisa gadis baik baik jangan sakiti dia" pinta sang papa
Ardan merasa sangat kecewa dan marah, karena selama ini telah dibohongi oleh Anita. Anita telah selingkuh darinya terbukti dari hasil tes dna tidak ada kemiripan bayi itu dengannya.
Ardan menjadi mengerti apa yang dikatakan orang tuanya tentang Anita. dia sadar bahwa apa yang dilakukan orang tuanya sebenarnya juga untuk kebaikan dirinya.
Kemudian ia berfikir untuk terus mengejar farisa. Ia tak akan melepaskan Farisa sampai kapanpun. Meskipun sampai hari ini belum ada rasa cinta di hatinya.
Ia berharap kelak ia bahagia bersama farisa seperti yang diharapkan kedua orang tuanya.
Lama berfikir, timbul keraguan di hatinya, apa Farisa masih mau menerimanya, setelah ia menyakiti farisa
"iya ya, papa rasa farisa juga berhak menolaknya!" jawab papa Raditya
"ah...papa jangan gitu dong, Ardan jadi khawatir nih pa...." ungkap Ardan
"kamu belum melayangkan gugatan cerai kan?"
"belum pa..."
"Jadi dia masih istrimu, meskipun ketika dia mau menerimamu kembali kamu sebaiknya nikah kembali"
"Iya pa.."
Sore itu juga Ardan mendatangi rumah Anita. Ia akan menyelesaikan masalahnya dulu dengan Anita.
tok...tok....tok ... "selamat sore tante.."
rupanya i yang membukakan pintunya ibu Anita.
"anita ada tante..?" tanya Ardan
__ADS_1
"ada lagi di kamar.... oh ya.., kapan kamu akan menikahi anita nak Ardan? udah kelihatan buncit tuh perut anita. kalau kalian tak segera menikah, kasihan anita jadi bahan gunjingan tetangga jadinya..." ceramah ibu Anita pada Ardan
"maaf tante, saya datang ke sini juga karena hal ini." jawab Ardan
ibu anita memanggil anita
"Anita sini, ada nak Ardan ini"
"iya mah.."
mendengar Ardan ke sini sebenarnya Anita khawatir. dia takut kalau sudah keluar hasil tes dna nya dan terbukti itu bukan anak Ardan.
tapi kekhawatiran itu di tutupi oleh anita sebaik mungkin agar ibunya tak kecewa.
Ketiganya akhirnya duduk bersama di ruang tamu. begini tante dan anita. sebenarnya kedatanganku ke sini untuk menyampaikan hasil tes dna kehamilan anita yang telah dilaksanakan dua minggu yang lalu.
"Hasilnya dna bayi hari ini telah keluar. Hasilnya dna bayi yang dikandung Anita tidak cocok dengan punyaku. Jelas dia bukan anakku " terang Ardan. Selanjutnya Ardan memberikan salinan hasil tes dna bayinya.
"terus..." lanjut Anita
"terus ya aku tidak bisa meneruskan hubungan kita ke jenjang pernikahan resmi. karena artinya kamu telah selingkuh dariku sampai kamu mengandung anaknya
lagian aku pria yang sudah beristri tante.
aku menegaskan bahwa aku tidak akan menikahi kamu secara sah. Sekarang aku putuskan meninggalkan kamu
"Jadi selama ini ternyata kamu sudah beristri, Ardan" kata ibunya Anita terkejut.
dan kau Anita, katakan...!
katakan..! anak yang di kandungan mu, bayi siapa Anita?" tanya ibu Anita dengan perasaan kecewa dan marah.
Ibu Anita merasa telah dibohongi anaknya. selama ini ia tak tau kelakuan anaknya.
Ia pun tak tahu jika pria yang digauli Anita bukan hanya Ardan seorang.
"Sudahlah tante saya mohon maaf yang banyak telah mengecewakan tante, dan ini dari saya bisa untuk tambahan biaya melahirkan Anita kelak".
Ardan meletakkan segepok uang untuk biaya Anita ke depan, tepat di atas meja depan Anita dan ibunya duduk. ia kemudian mohon pamit kepada keduanya sambil menegaskan kelak diantara keduanya sudah tidak ada lagi hubungan.
Ardan merasa lega, karena masalahnya dengan Anita telah selesai.
Selepas kepergian Ardan, Anita hanya bisa menangis dan menyesali perbuatan dirinya yang memang sudah terlambat. Ibunya pun hanya bisa diam dan tertunduk lesu di kursi ruang tamu.
__ADS_1