
Selfia jadi bingung, ini baru jam setengah sembilan acara sedang ramai- ramainya Dia tidak mau mengganggu acara itu, namun tidak ada pilihan lain. terpaksa Dia mendial nomornya Rahma.
Tidak lama menunggu, panggilan telepon pun tersambung.
" Halo sapa Rahma dari seberang telepon.
" iya Ra maaf jika aku mengganggu". kata Selfia kepadaku.
" Tidak sel, seharusnya aku dan keluargaku yang ada di sana namun aku dan keluargaku berterimakasih sama kamu Sel, Jadi bagaimana keadaan ibuku? apakah dia baik - baik saja?" Tanyaku beruntun.
" Iya Ra itu yang ingin aku sampaikan, sebenarnya ini dari pihak rumah sakit, namun aku ijin untuk untuk menyampaikan ini pada pihak keluarga". kata Selfia menjelaskan.
" Tentang apa sel?" Tanya Rahma sudah mulai gelisah.
" Kamu yang tenang Ra, Bu Ambar baik Baik saja, hanya ada yang ingin di bicarakan oleh pihak rumah sakit untuk di ketahui keluarga yang tak bisa aku wakili Ra". Kata Selfia lagi menjelaskan kepadaku.
" Ok Sel terimakasih atas informasinya, mungkin aku akan bicara dengan mas Randi, aku tidak Meu mengusik kebahagiaan bapak hari ini.
sambungan telepon pun di akhiri.
Aku langsung mencari dimana keberadaan mas Randi.
" Kamu kenapa D?" Tanya mas Randi kepadaku.
" Mas boleh kita bicara?" kata ku kepada mas Randi.
Mas Randi langsung berdiri menghampiri mbak Rani.
" RAN keluar dulu Yun bentar ada yang ingin aku bicarakan". Ajak mas Randi kepada mbak Rani.
Kami pun keluar lalu aku mengutarakan maksud dan tujuanku akhirnya mas Randi menyetujui untuk pergi di rumah sakit dengan alasan mbak Rani kurang enak badan akhirnya bapak memakluminya.
__ADS_1
Sesampainya Di rumah sakit Randi mendapati mereka menunggui ibunya. sementara ibunya tidur mungkin efek obat tidur yang di suntikkan. setelah mendengar penjelasan dari ku.
" Maaf Mas mbak, kalau boleh kami mau pamit pulang". kata Selfia mewakili teman - temannya untuk berpamitan.
mereka Pun segera keluar dari rumah sakit menuju rumahnya masih masing. berbeda dengan Selfia Dia tidak langsung pulang setelah di lihat jam yang melekat di tangannya
" ini sudah menunjukan pukul setengah sebelas mungkin acara nya masih ada". batin Selfia. namun ketika tiba di tempat acara, ternyata para tamu undangan satu persatu sudah keluar dari gedung itu.
" sebaiknya Aku langsung pulang saja". batinnya.
Namun baru mau menginjak gas tanpa sengaja dia melihat keluarga Dayu keluar dari gedung di susul oleh seorang laki - laki yang ada di taman yang di lihat tempo hari.
" Ah mungkin itu kekasih baru nya mbak Dayu". batin Selfia. Iya pun langsung melajukan mobilnya membelah keramaian jalan raya di malam hari yan sudah sunyi.
Begitu pula dengan keluarga Dayu tanpa memperhatikan kedatangan Luki langsung berlalu melakukan mobilnya.
Di kediaman Pak Dani semua masih ada, kecuali opa dan Oma tadi langsung diantar pulang oleh sopirnya.
" Bapak mau ke rumah sakit sekarang". Kata bapak,
" Iya aku ikut kalian". kata om Danu, begitu pun bi Ijah.
"Kami pun berangkat bersama memakai mobil ayah namun om Danu yang bawa. sengaja tidak memakai sopir.
Sesampainya Di rumah sakit mereka langsung menuju keruangan di mana Bu Ambar di rawat.
Ceklek. Pintu Ruangan di buka oleh bapak lau masuk buru buru kami pun mengikuti dari belakang.
" Pak ". sapa mas Randi ketika bapak sudah berada di dekatnya.
" Maafkan bapak sudah merepotkan kalian". kata bapak.
__ADS_1
" mana Selfia dan teman temannya ?" tanya bapak Kepada mas Randi.
" Mereka sudah pulang pak setelah kami sampai". mbak Rani yang menjawab.
" Apa kata Dokter?" tanya bapak?"
namun disisi lain bapak sudah menyuruh orang orangnya untuk menyelidiki kasus ini lewat rekaman cctv.
" Aku belum sempat bicara pak, ibu juga dari tadi belum bangun karena disuntikkan obat penenang oleh dokter Aditya". jawab Mas Randi panjang lebar.
Keesokan hari
Ibu Mengamuk lagi
" Pergi... Pergi.... Jangan ganggu aku". Teriaknya histeris karena capek semua menginap di rumah sakit kecuali Rahma karena harus menemani Raja di rumah karena baby sister nya Ijin mendadak.
Semua kaget karena suara ibu ku mereka pun mendekati ibu apalagi bapak langsung memeluk ibu, namun ibu bukannya tenang.
ibu malah menghempaskan tubuh bapak pak dan yang lainnya jika mendekat.
" kalian pergi!, jangan Ganggu aku!, Pergi!" kata ibu lagi Dangan lantangnya.
Mas Randi pun memanggil Dokter yang sedang piket hari ini. Dokter pun datang menghampiri ibu
langsung saja ibu menyerang Dokter Aditya lagi
" Kau Jangan menggangguku". kata ibu histeris sambil menunjuk ke arah Dokter Aditya.
Dr Aditya pun memberi kode kepada suster untuk memberi suntikan penenang lagi. seketika ibu tertidur dengan lunglai. bapak langsung memperbaiki letak tidur ibu, bapak mengusap lembut rambut ibu.
" maafkan bapak Bu, bapak terlalu terhanyut dengan situasi tadi malam hingga tidak sempat memperhatikan ibu". kata bapak dengan mata sayu karena semalam tidak tertidur dengan baik pas dapat tidur ibu sudah terbangun.
__ADS_1