
Arisan berlangsung di rumah kediaman pak Dani, semua tamu Bu Ambar sudah datang,
" wah Jeng rumah ini nggak pernah berubah ya, dekorasinya seperti ini saja dari dulu coba seperti jeng Santi, tiap bulan Gonta ganti dekorasi rumah dengan pernak pernik luar negri lagi". kata teman ibu yang bernam Mia.
Seketika membuat ibu jadi berubah raut wajahnya. Namun bukan ibu namanya jika nggak bisa ngeles dan ngalah dari teman temannya.
" wah jeng Mia ngomong apa sih, siapa bilang nggak ada perubahan, jeng Mia aja yang jarang kesini makanya kalau arisan itu ingat jeng jangan ingat waktu dapatnya aja giliran mau bayar Eeee banyak alasan hahahaha". ledek ibu disambut juga dengan teman ibu yang lainnya.
" Betul itu jeng Mia yang dikatakan jeng Ambar. Yang penting hati yang punya rumah di datangi tidak marah - marah. Kata teman ibu yang lainnya yang membuat raut wajah jeng Mia itu merah bertanda sudah marah.
Prakkkkk!!!!
Seketika yang bernama jeng Mia itu menggebrak meja yang ada di depannya.
__ADS_1
" kamu jangan ikutan ngurusi urusanku ya".
Kata keng Mia sambil menunjuk ke arah yang namanya jeng Rasti itu.
"Aduh jeng maaf atas ketidaknyamanan ini dan maaf juga kalau situasinya panas kayak gini". Kata Bu Ambar dengan tegas. Karena takut Bu Mia tersinggung dengan kata kata teman ibu yang lainnya.
" Astaga para ibu ibu mulutnya kalau ngomong kok kayak nggak jaga perasaan sesama ya ". Batinku. Dan rasanya aku sudah mulai bosan dengan keadaan ini aku pun meninggalkan tempat ini dan pergi ke teras rumah untuk menghirup udara segar.
" Aku sudah lebih baik, mungkin hari ini aku sudah boleh pulang. Aku sudah bosan juga berada di sini. lagian lukaku juga tidak parah - parah amat".kata Selfia memotivasi dirinya sendiri.
" ya udah terserah Lo aja gue mah ngikut aja, yang ngerasain kan elo bukan gue". kata jeni yang selalu setia menemani selfia.
" ya udah yuk kita siap siap. pikirannya terus menerawang kira - kira siapa ya yang ingin mencelakai gue " batinnya.
__ADS_1
Seingat Selfi keadaan kendaraannya baik - baik saja sebelum ia menggunakannya, namun kenapa tiba - tiba rem mobilnya blong. Itu yang sangat mengganggu pikiran Selfia namun iya sudah memerintahkan beberapa orangnya untuk menyelidiki kasus ini.
JENI sudah selesai berkemas menyimpan semua pakaian Selfia ke dalam tas yang sudah tersedia.
" aku lapar, kamu tunggu di sini dulu ya aku tak lama keluar dulu cari makan" kata jeni kepada Selfia.
" ya Ela nggak bisa sabar dikit apa nntar juga kan kita dah keluar dari sini". Kata selfia agak kesal sendiri lagi di ruangan itu.
Sampai di luar, JENI bukannya membeli makan, namun menghampiri seseorang yang dari tadi bolak balik di depan kamar Selfia awalnya dia mengira itu suster atau perawat, namun karena lagaknya mencurigakan makanya JENI harus bertindak karena iya tidak ingin temannya berlarut larut dalam bahaya.
Yang di ikuti jeni semakin mempercepat langkahnya, sepertinya dia sudah tau kalau dia ada yang. Mengikuti jeni semakin curiga karena yang di ikuti semakin mempercepat langkahnya. Namun JENI tidak kehabisan akal iya pun berteriak
" Awas ada ular di depan!" kata jeni. Seketika langkah orang tersebut berhenti dan tanpa sengaja membalikkan badannya menghadap di mana JENI berada.
__ADS_1