Hargai Aku

Hargai Aku
" KAMU JUAL AKU BELI 2"


__ADS_3

Di kediaman tuan Kusuma Wijaya nampak seorang anak kecil yang begitu bahagia. lebih bahagia lagi sepasang suami istri yang tak lagi muda namun mereka selalu bisa hidup romantis saling memahami satu sama lainnya sehingga di usia mereka yang tak lagi muda masih selalu tersimpan senyum indah siapa pun yang memandangnya.


" Sayang apakah kamu sudah memberitahu Rani bahwa kita membawa raja kesini?" tanya tuan Wijaya kepada istrinya yang selalu menurutnya masih berusia 17 tahun sehingga tak pernah bosan memandang istri apalagi sampai berpaling hati ke orang lain.


" Tenang sayang aku sudah melakukannya". jawab Bu Kumala yang tak kalah romantisnya sambil menggelayut manja di lengan kanan suaminya. karena di lengan kiri ada seorang anak kecil yang masih saja seperti bayi mungil dibuat oleh tuan Wijaya. siapa lagi kalau bukan raja. mereka sangat menyayangi buyut satu satunya yang mereka punya.


***


FLASS OF


" Sayang kamu tidak keberatan kan kalau kita bawa pulang saja dulu raja nanti aku yang menelepon Rani biar dia tau". pinta Bu Kumala pada suami sambil menggelayut manja di lengan suaminya seperti anak kecil yang merengek minta di belikan es krim.


" Ok sayang terserah kamu saja, apa sih yang tidak buat kamu". kata Tian Wijaya seraya mengecup kening istrinya bagaikan pengantin baru yang sedang kasmaran. padahal umur mereka tak lagi muda namun mereka selalu menampakkan keromantisan di manapun mereka berada tanpa melihat situasi tidak akan mengurangi keromantisan mereka.


Namun Bu Kumala sengaja tidak menelepon Rani ketika masih di mall,


" ahk biar aku telepon di rumah saja sebentar kan ada alasan buat Rani dari pada nelpon sekarang takutnya Rani nggak ngizinin. batin Bu Kumala monolog sendiri karena masih enggan cepat berpisah dengan buyut kesayangannya itu.


***


FLASS ON


Setelah masuk didalam rumah, Raja masih dalam gendongan eyang Kakung ya. Bu Kumala sendiri mendial nomor telepon cucu mantunya namun sudah berapa kali dilakukan belum juga ada jawaban. Bu Kumala mendial nomor lain yaitu nomor Randi namun hasilnya nihil pula setelah beberapa kali di lakukan ya.


" Aduh kemana sih mereka kok nggak ada yang angkat sih". batin Bu Kumala seorang diri.


Namun beliau tidak putus asa.


" Halo mi". akhirnya menyahut juga diseberang sana.


" Dan kamu di mana nak?" tanya Bu Kumala kepada anak sulungnya.


Pak Dani mengerutkan keningnya tak biasanya ibunya khawatir seperti itu


"Di kantor mi".jawabnya singkat.


" mami kok tumben perhatian bangat". Goda Dani pada ibunya.


" Ih kamu ya nggak pernah berubah selalu godain mami". jawab Bu Kumala kesal.


" HM maaf mi jangan marah gitu nntar mami jadi tua lho". bukannya berhenti, bahkan Dani semakin semangat menggoda ibunya bukan tanpa sebab dia lakukan itu semua karena jarang sekali maminya menghubunginya atau mengajaknya komunikasi jadi ketika ada kesempatan seperti ini pak Dani senang sekali menggoda Bu Kumala.


" Dan Mami serius nih". Ucap Bu Kumala semakin kesal dengan kelakuan anaknya.

__ADS_1


" Iya Iya mi, kenapa mi?' tanyanya lagi.


" Kamu lagi ada di mana? tanyanya lagi dengan nada lebih lembut ke anak sulungnya tersebut.


" Masih di kantor mi". jawabnya singkat.


" Kenapa mi ada yang bisa Dani lakukan untuk mami?" tanya Dani yang tak hentinya menggoda sang maminya.


" nggak mami cuma mau bilang kalau raja ada sama mami". jawab Bu Kumala to the poin.


" Lho apa hubungannya sama aku mi?"


" kan mami bisa telepon Rani atau Randi". kata pak Dani kepada ibu yang sangat iya cintai.


" Itu Dia dan, mami udah beberapa kali menghubungi mereka namun tidak ada jawaban".


"sibuk kali ya ". kata Bu Kumala masih dengan rasa khawatirnya.


" Sabar mi mungkin benar mereka ada sibuk". jawab Dani seadanya.


"Ya sudah nanti kamu aja yang yang bilang sama mereka ya bahwa raja ada sama kami.


" Baik mami yang paling cantik" "Goda Dani lagi pada ibunya.


" Dasar anak sama bapak sama aja suka godain aja bawaannya". kesal Bu Ambar sembari masuk ke dalam rumah


***


Di kampus mereka masih seru dengan kegiatan mereka hari ini. nampak semuanya begitu antusias mengerjakan tugas kelompok mereka.


" Huh akhirnya tugasnya selesainya.". kata Mario yang menjabat sebagai sekretaris di kelompoknya.


" Artikel kami kerem juga sel". puji Mario kepada Selfia.


" Hmmmm mulai lagi nih pasti karena ada maunya.


"Ha hahaha mereka tertawa berbarengan menambah suasana yang panas menjadi adem ayem..


" iya nih istirahat yuk". Anjas ikut menimpali."


" Iya ini kan udah siang kita cari makan dulu yuk". ajak Luna di jago makan. julukan itu memang cocok untuk Luluk karena posisi badannya sedikit berisi bahkan kategori gendut


" Iya nih, sudah lapar juga". jeni menimpali.

__ADS_1


Ya sudah kita beres beres dulu ya biar sebentar bel masuk berbunyi kita nggak kelabakan. masing masing pun membereskan alat tulis meeka simpan di tas mereka masing masing. setelah semua beres mereka pun bergegas menuju kantin kampus yang letaknya ditengah tengah bangunan kampus yang begitu megahnya. namun tidak pada Selfia. langkahnya berhenti ketika seseorang menelepon.


" Halo". Suara dari seberang telepon.


" Ya bagaimana". tanya Selfia dengan dingin.


" Gawat bos, seperti yang bos katakan". jawaban dari seberang lagi.


" Apanya yang gawat". jawab Selfia kesal.


" Maaf bos mending saya kirim saja semua rekaman kejadiannya seperti apa.". jawaban dari seberang lagi.


" Baik ". jawaban Selfia singkat karena tidak ingin ada yang tau tau masalah ini.


" Tapi bayarannya bos bagaimana". jawab seberang lagi.


" kamu tenang saja sekarang juga saya transfer. kata Selfia lalu mematikan telepon sepihak.


tutttt


*** FLASS OF


Sebelum bergabung mengumpul tugasnya selfia menghubungi beberapa anak buah ayahnya untuk mengikuti jejak Bu Ambar dan Laras yang baginya sangat mencurigakan.


" Jas kamu duluan aja ya, aku mau ke toilet dulu. kebelet nih" kata Selfia berharap Anjas mau mendengar. namun bukan Anjas namanya kalau kalau nurut apa kata orang.


Anjas pun pura pura mengangguk dan baru menyadari jika Selfia masih membututi informasi mereka berdua.


ditempat yang begitu tenang.


dia menelpon salah satu anak buah ayahnya untuk mengikuti seseorang yang dia curigai.


setelah selesai Selfia pun menghampiri teman temannya begitu pula dengan Anjas tanpa sepengetahuan Selfia sudah mengikutinya. bukan tanpa sebab iya hanya tidak Ngin Selfia kenapa kenapa karena orang tua Selfia selalu berpesan agar turut menjaga Selfia di mana pun Selfia berada. jadi itulah alasan Anjas mengikuti Selfia.


***


FLASS ON


Selfia bergabung kembali dengan teman temannya. semuanya menikmati hidangan santap siang Yang ada di meja makan, namun tidak bagi Selfia. kali ini pikirannya menerawang dengan apa yang dikirimkan orang suruhannya.


" Sel lho kenapa dari tadi aku lihat gelisah banget". tanya jeni ke Selfia.


" ooo nggak pa apa kok Jen, tadi papi aku nelepon katanya mami sendiri di rumah dan aku diminta pulang untuk temani mami". dusta Selfi pada teman - temannya.

__ADS_1


" ya udah entar lho balik duluan aja".kata Rahma selaku ketua kelas sekaligus ketua kelompok mereka.


__ADS_2