
Bapak merasa bersalah dengan apa yang menimpa ibu tadi malam.
" RAN, kalian pulanglah istirahat, kau juga Mas". kata ayah menyarankan mas Dani dan om Danu.
" Tidak masalah pak, apakah Bapak baik - baik saja ?' jawab Mas Randi sekaligus khawatir dengan keadaan bapak.
" Kalian pulang lah istirahat, biar kami yang jaga mbak Ambar kata bibi Ijah mencairkan suasana.
" Benar kalian pasti sangat lelah, sebelum acara mempersiapkan semuanya istirahatlah sejenak. sebentar jika ada perkembangan aku hubungi ". kata om Danu berhasil membujuk bapak.
" Aku titip Istriku mas, mbak". kata bapak seraya berpelukan lalu bapak, mas Randi dan mbak rani meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah.
" Mama sudah pulang". sapa raja pada Rani
Rani merentangkan tangannya menyambut ibunya .
" Maafkan mama ya". kataku sembari menyambut pelukan anakku.
" Papa tidak dapat bagian nih". sama mas Randi seperti biasa menggoda raja.
" Dapat dong". celoteh Raja sembari memeluk mas Randi. aku pun menggandeng tangan raja masuk ke kamar untuk segera mandi.
" Tante Rahma mana sayang ?" Tanyaku
" Biasa ma". jawab raja singkat.
" Kacian ternyata anak mama sendirian tadi ya Goda ku pada raja
__ADS_1
Setelah bersih, kami pun istirahat, karena Mas Randi maupun aku tidak dapat istirahat dengan baik jika berada di rumah sakit.
" Di Kantor pak Dani mendapat informasi tentang rekaman cctv orang suruhan pak Dani telah mengirim video hasil rekaman sstv. kepada pengacaranya untuk segera menindak lanjuti.
" Bu maafkan bapak ya". batin pak Dani seraya mengambil foto istrinya dan mengusap foto itu beberapa saat 29 menit kemudian Dia sudah mendapat kabar bahwa Luki sudah ditangkap.
" lakukan yang terbaik". kata pak Dani lewat sambungan telepon setelah itu beliau pun mematikan handphone secara sepihak.
akhirnya beliau berpamit kepada Asistennya
untuk pulang istirahat.
Di rumah sakit bibi Ijah dan om Danu telaten menjaga ibu mertua ku.
sementara om Danu ada diruang Dokter Aditya menurut beliau ada sedikit yang ingin di bicarakan tentang keadaan ibu mertua yang selalu sadar dari obat penenang yang di berikan kepada Bu Ambar.
" Iya Dok". jika memang itu yang terbaik kami setuju".kata om Danu menyetujui saran dokter. setelah selesai membicarakan masalah Bu Ambar, om Danu pun kembali ke ruangan di mana Bu Ambar di rawat, beliau hanya tertidur jika sadar beliau akan mengamuk histeris.
ternyata kejadian malam itu membawa masalah buruk bagi Bu Ambar kejiwaannya terganggu. makanya akan di rujuk ke rumah sakit jiwa agar Bu Ambar lekas pulih.
Sakit Hati om Danu dan bibi Ijah dengan kenyataan ini namun apalah daya. om Danu pun mengambil ponselnya akan mendial nomor pak Dani namun sibuk. namun setelah beberapa kali di coba akhirnya tersambung juga.
" Halo mas". sama om Dani lewat telepon.
" Dan bagaimana kabar kamu?" tanya om Danu pada om Dani.
" mas aku sudah tau kenapa siapa yang menyebabkan istriku seperti itu, sebentar lagi mungkin polisi akan menangkapnya. Jelas pak Dani terhadap om Danu.
__ADS_1
" Maksud kamu ada orang yang menyebabkan Ambar alami seperti sekarang ini?" Tanya om Danu heran sekaligus tak mengerti makanya bertanya.
" iya mas". jawab pak Dani.
" Oh iya menurut aku De ada yang lebih penting dari itu". ucap om Danu.
" De Ambar akan di pindahkan De ke tempat Rehabilitasi".
seketika seperti disambar petir om Dani mendengar kabar ini.
" Mas kamu tidak sedang main - main kan mas ?" kata pak Dani berlinangan air mata.
" Kamu yang sabar ya D kalau kau tidak ada urusan lagi, segeralah kembali karena siang ini mungkin De Ambar akan dirujuk.
Bagaikan disambar petir di siang bolong pak Dani mendengar berita tersebut, Handphone terjatuh beliau langsung lunglai bagai tak bertulang. beliau pun menggambil kunci mobil langsung berlalu pergi ke rumah sakit
" D, halo halo ". om Danu bingung dengan keadaan ini. beliau pun. hanya bisa pasrah.
" Di kediaman pak Ayub dan Bu Sarah di kagetkan oleh kedatangan polisi.
" selamat siang" sapa pak polisi begitu sampai di rumah pak Ayub dan Bu Sarah serta Tari kaget.y
" Ada apa ini Ma". tanya tari dalam keadaan bingung.
" Sudah bbiar Papa dia saja yang membagi
.
__ADS_1