
Rambut hitam panjang nya tergerai dengan indah. mata hitam nya menatap jauh ke depan. Siska Cellin Dita. nama perempuan itu yang sekarang sedang berada di bangku taman.
"Ica!" teriak laki-laki memanggil nya. ia langsung menengokkan kepala nya menatap wajah yang hampir mirip dengan nya.
"Dady!" ucap nya senang merentangkan kedua tangan nya.
"Sayang nya Dady" menyambut rentangan tangan anak nya. dan memeluk nya.
Arka laki-laki itu sama sekali tidak memiliki keriput sedikit pun di wajah nya. masih terlihat muda meskipun usia nya sudah puluhan tahun. bagi mereka yang tidak tahu pasti sudah menganggap Siska, dan Arka adalah sepasang kekasih.
"Mana Mam?" tanya Siska melaksanakan pelukan nya dari Arka.
"Mam tidak ikut dia kurang baik" jawab Arka yang membuat Siska merasa sedih. hari ini adalah hari ia, di terima kerja di salah satu perusahaan ternama di Jakarta.
Memang saat masih sekolah Menengah atas. Siska sudah memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemen. karna ia mau mandiri Sisil, dan Arka menginjinkan hal itu karena ia tahu bahwa anak nya adalah anak nya kuat, dan bisa memilih yang mana yang benar, dan mana yang salah.
"Kenapa Mama sekarang mudah sakit?" tanya Siska kembali duduk di bangku taman.
"Itu faktor umur sayang" jawab Arka ikut duduk di sebelah Siska dan mengelus lembut rambut anak nya.
"Lalu Dady?" menatap wajah Arka meminta penjelasan.
"Kau juga akan seperti Dady"
"No! aku tidak ingin seperti Dady!" bantah Siska membuat Arka menatap nya heran dan bingung.
__ADS_1
"Why? kenapa kau tidak mau seperti Dady sayang..."
"Dady tidak menua" yang membuat Arka langsung tertawa.
"Itu adalah takdir dari Tuhan sayang... dan Dady hanya mensyukuri nya" ujar nya sambil tersenyum.
Siska langsung menggelengkan kepala nya cepat "Aku ingin seperti Mama" ucap nya tegas.
"Kau harus seperti Dady, Mama mu itu bodoh" Siska tidak terima perkataan itu dia langsung menatap Arka tajam.
"Kalau Mama bodoh kenapa Dady mau menikahi nya?" tanya nya geram.
"Dady hanya khilaf saja waktu itu Mama mu yang menggoda Dady"
Plak... lemparan sendal mendarat sempurna di kepala Arka, yang membuat Laki-laki itu langsung menengokkan kepala ke arah orang yang sudah melemparkan sendal kepada nya baru saja ingin memaki diri nya sudah di buat ciut saat Sisil sedang menatap nya seperti ingin memangsa hidup-hidup.
Sisil berjalan menghampiri nya dan saat sudah berhadapan dengan Arka diri nya langsung melayangkan bogem tinju ke perut suami nya. membuat Siska tertawa terbahak-bahak.
"Maaf aku khilaf" ucap nya sambil kembali memakai sendal nya.
"Itu hadiah dari ku untuk mu, makasih karna sudah memuji aku Suami ku." sambung nya.
"Mama" ujar Siska yang langsung menghambur ke pelukan Sisil.
"Sayang" ucap Sisil mencium kening Siska dan melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
Arka masih terbaring di tanah untung saja kondisi taman saat ini sedang sepi jika tidak mungkin ia, sudah menjadi tontonan orang-orang.
"Dady bilang Mam sedang tidak baik?" tanya Siska cemas.
"Mam tidak apa apa sayang buktinya sekarang Mam, berada di hadapan mu" jawab Sisil sambil tersenyum.
"Dady berbohong!" melirik ke arah Arka yang sekarang sudah berdiri di samping nya.
"Siska tolong belikan Mam, minuman seperti nya Mama mu haus" Siska langsung mengiyakan dan pergi mencari warung tanpa penolakan sama sekali.
Arka menyuruh Sisil untuk duduk.
"Dia di terima kerja di perusahaan ternama" ujar Arka membuka pembicaraan.
"Lalu kenapa bukan nya bagus?" ucap Sisil menatap ke wajah Suami nya.
"Aku takut banyak laki-laki hidung belang yang akan mengejar nya"
Sisil tertawa "Dia sudah dewasa. dia bisa memilih laki-laki nya sendiri"
Arka menggeleng "Ku dengar CEO. di perusahaan itu kejam dan dingin"
"Hi! Arka ayolah kau tau anak kita? kau tidak lupa kan siapa diri mu, dan siapa diri ku"
"Aku akan tetap mengawasi nya. akan ku perintah kan anak buah ku, untuk masuk ke dalam perusahaan itu"
__ADS_1
Sisil mengehela nafas panjang menurut nya Arka sudah keterlaluan. ia tahu bahwa Arka melakukan itu semua demi keamanan anak nya tapi cara nya tidak seperti itu.
"Kau tenang saja" ujar Arka menggenggam erat jemari Sisil.