Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 10. Dua Bocah Manis Tetanggaku


__ADS_3

Alisa sedang di kamarnya, berbaring membaca novel. Setelah Ariel pulang. Cukup lama dia disana.


Setelah malas di kamar. Alisa keluar ke ruang tamu. Dan melihat dua orang gadis remaja seumuran Mayang sedang bercerita.


Alisa mengernyitkan kening. dan duduk berbaur. Mereka menolehku dan tersenyum. Sayup - sayup mereka memujiku.


"Kakakmu cantik, kalian cantik semua. Banyak lho cowok ganteng yang tinggal di belakang. ada jalan kecil masuk ke belakang. Tidak jauh dari rumah kakak ini. Sekitar dua rumah sebelah kanan rumah kakak. Banyak lho rumah di belakang rumah kakak. Karna jalan. dibelakang tembus kanan dan kiri. Pokoknya banyak rumah di belakang sana." Kata Anti yang berbicara panjang lebar.


"Dasar anak baru gede kemarin sore, sudah bahas cowok." Kata Alisa dalam hati sangat kesal.


Tapi kedua adiknya kayaknya cuek, namanya belum masuk puberitas, jadi cuma sekedar mendengar dan tersenyum untuk menghargai tetangga yang centil ini.


Alisa menyapa. dan mendekat menjulurkan tangan.


"Saya Alisa...."


Mereka menyambut tangan Alisa dengan senyum lebarnya.


"Saya Anti...."


Tersenyum ramah. Dan yang satunya juga mengulurkan tangan. Alisa melepas tangan Anti dan menyambut tangan gadis yang cukup manis. itu.


"Saya Anggi....."


Tersenyum manis.

__ADS_1


"Kalian tinggal dimana" Kata Alisa.


"Saya di seberang rumah kakak, dan Anggi juga tinggal samping rumahku." Kata Anti menjelaskan.


"Ternyata Mereka dua bocah manis tetanggaku di rumahku yang baru ini." Kata Alisa dalam hati.


"Kalian sudah kelas berapa." Kata Alisa, membuka percakapan.


"Kelas 2 SMP."


Kata Anti. sedangkan Mayang dan Nia menjadi pendengar setia. Sesekali menganggukkan kepala.


"Kakak, sangat cantik, Pasti jadi idola nanti disini. Belum ada yang tahu sih. Kata Anggi memuji.


Kakak di sini, ada idola sekolahnya kakak lho. Sangat serasi dengan kakak." Kata Anti Antusias.


"Ampuni Hamba Ya Allah, Atas ucapanku." Doanya dalam hati.


"Jangan bahas cowok dirumah ini, ayahku sangat galak. Nanti kalian diusir dan dimarahi dan diseret kerumah orang tua kalian."


Alisa menakuti kedua bocah manis itu.


Merekapun bergidik ngeri dan minta pamit cepat pulang.


"Kalau begitu, kami minta pamit pulang."

__ADS_1


Kata Anti.


Akupun mengangguk.


Merekapun berlari kecil keluar rumah.


"Dasar bocah, bukannya silahturahmi malah bahas cowok. Dan mereka masih sangat muda untuk membahas hal itu."


Mayang dan Nia, segera masuk ke kamarnya. Takut kalau aku marah, jadi mereka langsung kabur.


Aku termenung. Aku kayaknya penasaran dengan jalan yang seperti lorong kecil. Katax banyak rumah di belakang rumahku.


Ayahku biasanya malam pulang. Aku mau jalan - jalan. Katax semua lorong tembus. Aku jadi penasaran. Aku berlari ke kamarku mengganti rokku yang terlalu pendek. Menggantinya dengan celana Levis ketat, agak di bawah lutut.


Setelah mengganti roknya Alisa berlari kecil keluar rumahnya.


Diapun mulai berjalan di pinggir jalan di sebelah kanan rumahnya dan melihat ada jalan kecil seperti lorong kecil, diapun berjalan dan berbelok menyusuri jalan kecil itu.


"Betul kata bocah itu, sangat banyak rumah sederhana di belakang rumahku."


Alisa sangat suka kesederhanaan. Dia sangat senang melihat rumah yang sederhana.


Tampak ada banyak Pria muda sedang main gitar dan berkumpul. Melihat ada gadis yang sangat cantik. Mereka pun seperti patung hidup. permainan gitar mereka jadi terhenti.


Pandangan mereka begitu takjub, bahkan ada yang menganga dengan bibir terbuka. Tapi mereka sopan tidak ada yang mendekat. Hanya diam dan mematung dengan raut wajah yang terpesona, melihat betapa cantiknya gadis itu. Mereka seperti terhipnotis.

__ADS_1


Alisa segera mengalihkan pandangan dan berjalan melalui mereka. dan terus memperhatikan keadaan rumah yang sederhana tapi terawat bersih, banyak tanaman bunga di pot - pot bunga yang disusun rapi di halaman kecil rumah mereka.


Bersambung


__ADS_2