
Part 76.
Didi Prayana sangat kesal kepada Andre,. Helm yang dia lemparkan tidak dia pedulikan lagi. Dia berteriak lantang.
"Andre Jauhi Alisa, dia milikku!!"
Menatap Andre dengan kebencian dan amarah yang meledak.
Andre hanya terdiam, dari dulu pun dia sudah ikhlas Alisa mau memilih siapa, Andre sangat mencintainya, tapi dia pun sadar siapa dirinya hanyalah seorang Pungguk yang merindukan bulan.
"Aku tak pernah memaksa Alisa mau memilih siapa Didi, jika dia memilihmu, mendapatkan pilihannya sendiri aku akan ikhlas dan mendukungnya, aku sadar aku hanyalah seorang Pungguk yang merindukan bulan, dalam mimpi pun aku bahkan tidak pantas. Aku percaya kepada Sang Pencipta, dialah Sang Penentu, apapun nantinya itu sudah takdirnya, percayalah aku tak pantas menjadi saingan mu, level dan derajat kamu jauh lebih tinggi dariku, secara logika kamulah yang paling pantas untuknya. Sedangkan aku hanya menanti keajaiban saja.
"Sudah cukup ceramah kamu Andre, sekali lagi aku tekankan Alisa adalah milikku, jangan memberinya kesempatan untuk mendekatimu, jauhi dia mulai saat ini."
Didi berjalan mengambil helmnya dan memakainya kembali dan berjalan ke motornya dan menyalakan mesinnya dan menunjuk ke Andre.
"Ingat kamu harus menjauhi Alisa ku..."
Andre hanya terdiam, tapi hatinya begitu perih dan sakit.
__ADS_1
"Sanggupkah aku melupakan dan menjauhinya"
Andre menitikkan air mata, menangisi hidupnya yang tidak beruntung karna tidak terlahir sebagai anak orang kaya. Andre tersentak dan segera memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa.
"Ampuni hamba Ya Allah, Ampuni hamba yang telah durhaka kepada orang tuaku, aku sangat bangga menjadi anak mereka, orang tuaku memiliki budi pekerti yang luhur, Apalah gunanya harta dunia yang hanya sementara ini?
Ampunilah hamba Yaa Allah. Jika memang Alisa jodohku, dekatkanlah kami, jika bukan jodohku berikan pengganti yang terbaik sebagai penggantinya. Amin Yaa Rabbal Alamin.
Andre terus berjalan, air matanya terus menetes di pipinya, untunglah lorong sepi dan sedikit gelap dan tak ada orang lalu lalang. Andre terus berjalan di lorong yang selalu tembus ke lorong lainnya, dan terakhir menyeberangi jalan poros besar, masuk kembali ke sebuah lorong yang tembus ke rumahnya.
Sampailah Andre di rumahnya dan terkejut ada Alisa di ruang tamu.
Andre panik tak menyangka gadis pujaannya, bertamu selarut ini. Andre mengingat kata - kata Didi, Andre pun berkata dengan nada yang di buatnya kesal.
"Pulanglah Alisa, tidak baik anak gadis bertamu selarut begini"
Berbalik dan berjalan masuk ke kamarnya.
Andre sangat kaget, Alisa mengikutinya sampai dalam kamarnya, bahkan Alisa menutup pintu. Dada Andre berdegup kencang Karna ketakutan dan panik.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan, jika ada yang melihat kita, nama baik keluarga kita akan hancur "
"Baguslah kalau hancur, mereka pasti akan menikahkan kita."
Andre melongo seperti sapi ompong. Dia sangat kaget mendengar jawaban Alisa yang sangat santai tapi memiliki resiko yang sangat besar.
Alisa mendekati Andre dan Andre semakin berjalan ke tembok dan bersandar di tembok, Alisa merapatkan tubuhnya ke Andre dan mengelus pipinya.
"Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu sayang, mengapa wajah ini begitu sedih, Apa yang kamu pikirkan sayang, aku di rumah tidak bisa tidur, jadi aku mengendap keluar rumah, Karna orang di rumahku sudah tertidur semua. Aku selalu memikirkan mu, aku sangat takut kehilanganmu sayang.."
Alisa memeluk erat tubuh Andre yang kekar dan tegap, sangat nyaman Alisa merebahkan wajahnya di dada kekar Andre.
"Mengapa jika aku ingin menjauhinya, dia semakin mendekatiku. Alisa jangan memberikan aku selalu harapan yang tak pernah akan terwujud sayang, aku sangat mencintaimu, tapi kamu begitu sangat tinggi ku raih"
Kata hati Andre terus berkicau, sebuah kecupan di bibirnya membuyarkan lamunannya. Alisa mencium bibirnya dan Alisa mengulanginya kembali, dan menekan bibirnya lebih lama. Tapi Andre takut membalasnya, padahal keinginan hatinya ingin sekali menghisap dan menikmati bibir yang sangat dia rindukan.
Andre mencoba mendorong tubuh Alisa, tapi Alisa memeluknya dengan sangat erat.
Bersambung
__ADS_1