
PENGUMUMAN
Mau curhat lagi nih...My Readers...My Readers yang sudah bergabung dan sudah pernah baca Karya Author. Masihkah Masih Memilihmu Sayangku. Mohon Kiranya...Hihihi...Jadi ngarep banget kembali ke Bab 1 sampai Bab 60. dan berikan like dan Vote nya yah. Agar Author mu ini segera mengajukan kontrak ❤️🥰🥰🥰
Please...please....My Readers yang Tampan..cantik..manis..dan baik hatinya ..sudah Bab 60 lho. Seharusnya Bab 20. sudah harus mengajukan kontrak. tapi sudah lelah hati Author menunggu jlike nya yang 5 biji tidak nambah juga...Hik hik hik...jadi curhat deeh.... jadi nangis niih...nanti Author buat cerita..yang sediih..niiih...biar pada nangis semua nih..kayak Author....habisnya My Readers sih....😘😘😘 baca Karya Author kayak Lomba Balap sepeda... jadi tertinggal deeh...Lupa deeh..kasih...like .😔😔.
Pokoknya Author mu yang galau ini,... akan nagih deeh Likenya setiap BAB agar My Readers Jangan lupa...Author mu ini akan memberikan cerita menarik setiap Bab nya Ngomong - ngomong ada fans tersayang..deeh...yang membuat Author sangat Baper tingkat Dewa... My fans mau daftar jadi pemeran utama...hihihi...kalian tahu, nggak..Author...juga...pengiiin...hihihi.. juga pingin jadi pemeran utama..Waah...ada saingan nih..hihihi...makanya..Author mu selalu ikut nimbrung di cerita. Hihihi.. Jangankan kalian Author saja tertawa lho buat ceritanya. Hihihi...Padahal Author mu ini memang humoris tapi tertawa juga akhirnya... 😀😀🥰🥰🥰
Makasih..semua comment...Inilah yang membuat Author semangat nulis...Comment My Reader..membuat hati Author mu ini berbunga - bunga dan Baper deh.. tingkat Dewa..Makasih atas semua 'supportnya tampa kalian sehebat apapun Author dalam menulis, tidak akan ada gunanya...Pokoknya Live Love You All deh semuanya...Muaaaacchh...muaach...😘😘🥰🥰
My Readers jangan bandel lagi yaah ... ingat ..ingat...Karya Author di setiap Bab nya. dengan tekan tombol di jempol suka di bawah Karya setiap Bab nya. Kayak tanda like warna biru. ini yang di bawah ini yah..jangan lupa tekan yaah ..juga vote dan hadiahnya.🥰🥰🥰
Lanjut Bab. 61. Ibu Aku Merindukanmu.
Didi mendekap erat pinggang Alisa. Menempelkan pipinya di bahu Alisa dan sesekali mencium pipi Alisa. menyimpan satu tangannya melingkar di perut Alisa, dan satu tangan lainnya mendekap leher, melingkar di dada atas Alisa.
Alisa masih terpana melihat pemandangan halaman belakang Didi yang begitu indah, dan luas.
Karna Didi terus mencium pipinya, hidung mancung Didi begitu geli di pipinya. Alisa pun tertawa dan melepaskan pelukan Didi.
"Geli..tauuu...,sudah...Aah...kita keluar yuk...gabung dengan teman yang lain."
Didi menarik Alisa dalam pelukannya. Mendekapnya erat. Alisa hanya bisa menepuk - nepuk punggung Didi. Hatinya resah.
"Benar kata Mila aku sudah terjebak di tiga pria tampan ini, semuanya mencintaiku...kepala ku jadi pening memikirkannya.
Yang satunya Ariel, teman masa kecilku, aku sangat menyayangi nya, dan takut menyakiti hatinya.
Di tambah Didi, Pria bandel yang sudah kembali baik dan di cintai keluarganya. Menolak nya sekarang, akan membuat kakek dan orang tuanya akan bersedih kembali, Karna Didi pasti akan terluka dan akhirnya, mencari pelarian yang akan menghancurkan hidupnya untuk kedua kalinya.
Dia akan hancur dua kali, Karna kehilangan ibunya, dan kedua, kehilangan aku. Didi pernah bercerita, dia sangat membenci ayahnya yang ngebut di jalan, hanya untuk kejar meeting nya, Yaah Kakek Didi adalah pemilik perusahaan property. dan Ayah Didi yang diangkat menjadi CEO perusahaan kakek.
Didi lah penerus berikutnya. Kecelakaan itu, mengakibatkan ibunya meninggal Karna keteledoran Ayahnya. Sewaktu Didi berumur 11 tahun. Akhirnya, Didi membenci Ayahnya. Karna dia pun ada di dalam mobil, ,ibunya berapa kali memperingatkan Ayahnya, tapi tidak memperdulikannya.
Inilah yang membuat Didi menjadi sosok pendiam dan acuh pada Ayahnya.
__ADS_1
Di tambah Ayahnya menikah lagi, dan akhirnya Didi menjadi anak bandel, bergaul dengan teman - teman yang salah.
Yaah Didi sudah menceritakan hal ini, pada Alisa.
Didi merasa sangat nyaman memeluk Alisa.
"Begini kah rasanya memeluk orang yang kita sayangi, dan cintai, sungguh sangat menenangkan hatiku. Aku merasakan pelukan ibu, sangat nyaman dan tentram. Ibu...aku merindukanmu."
Didi menangis. Alisa tersentak mendengar Isak tangis di telinganya. Dia semakin menepuk punggung Didi. Badannya sudah sangat lelah di peluk dari tadi oleh Didi, tapi saat ini Didi menangis. Apa dia memikirkan ibunya...?
"Kasian Didi...."
Saat ini Alisa mengelus rambut belakang Didi.
"Menangis lah..jika itu, membuatmu tenang.."
Didi bertambah haru, dia semakin mendekap Alisa lebih erat, membuat Alisa sulit bernafas dan menepuk kencang punggung Didi dengan keras.
Didi menyadari dan melepaskan pelukannya. Dan menghapus air matanya. Dan mengelus pipi Alisa.
Didi menatap lekat, wajah yang begitu cantik dan manis di hadapannya. Rasa cintanya sudah sungguh sangat besar kepada Alisa.
Dido Prayana, mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Alisa, mengecup bibir Alisa dengan sangat lembut, penuh cinta, mengecupnya kembali dan menekannya lebih lama, bibir Didi mulai terbuka menghisap Bibir Alisa, Alisa tersadar dan cepat mendorong dada Didi.
Dia tidak boleh membuat Didi semakin mencintainya.
"Jangan...Didi......Nanti teman - teman melihat kita. "
Didi tersenyum dan mengusap bibir Alisa dan betul saja, temannya sudah mulai nongol satu persatu, dan mulai menggoda mereka.
Alisa bernafas lega. Temannya tidak melihatnya.
"Waaah....ternyata..kalian disini pacaran...buat iri saja."
Didi merangkul pinggang Alisa, dan Alisa buru - buru melepasnya dan bergabung dengan teman - temannya. Hanya Mila yang menatapnya jengah. Hihihi...wajarlah..hanya Mila yang tahu rahasia sahabatnya.
"Apakah...mereka sudah berciuman lagi... Aiiiissssh....Alisa betul - betul menyebalkan. Apa susahnya siih, menyakiti dua hati pria ini. Sebelum semuanya membencinya. Kasian kamu Andre jatuh di pelukan sahabatku, yang tidak sadar, jika dia sudah memelihara dua pelakor. Dan sudah terjebak dan tidak bisa lagi melepaskan diri."
__ADS_1
Mila mengomel dalam hati dan mulai memijit kepalanya yang mulai pening. Gemas dan kesal melihat sahabatnya yang cantik itu,
"Demi menjaga hati, rela memelihara dua pelakor. Mana tampan semua lagi, tajir lagi...Sungguh wanita yang beruntung dan menyebalkan. Untung aku cintanya sama Dewa. Jika tidak sudah ku rebut tuh, kedua pelakor itu...."
Yaah..Mila kembali lanjut mengomel dalam hati, dan selalu menghadiahi tatapan jengah kepada sahabatnya, jika melihatnya.
Mila wanita materialistik, tapi entahlah, dia berpihak pada Andre, mungkin mengukur dirinya, seperti Andre. Yang bagaikan pungguk merindukan bulan. Karna mereka hidup di Zaman yang memperhatikan kedudukan sosial.
Tatapan jengah dan kesal Mila kepadanya, Membuat Alisa Salting dan serba salah.
"Mila...pasti sangat kesal padaku...Apa Mila mau tolong aku yah? . Aku akan merekomendasikan Didi lagi padanya, agar secepatnya mengambil hati dan cinta Didi agar melupakanku"
"Sekedar pemberitahuan untuk Adik Alisa yang cantik, segampang itukah cinta bisa berpindah. Author jadi gemas juga nih....kalau... begini. hihihi..."
Teman - teman Alisa begitu bahagia dan Happy. Bahkan ada yang berbaring di rumput dan ada juga yang duduk dan ngerumpi, dan ada juga yang saling kejar - kejaran.
Sungguh pemandangan yang sangat menyenangkan hati kakek, dan Ibu Tiri Didi Prayana. Yang sudah ada bergabung dan duduk di kursi panjang di halaman belakang rumahnya. memperhatikan keceriaan, teman - teman Didi.
Kakek menyuruh pelayan memindahkan kue, serta cemilan dan minuman, ke tempat mereka saat ini.
Ayah Prayana tidak tampak di sana, karna sedang ada di kantornya.
Setelah lelah bermain merekapun, menyambung makan dan minum. sambil tertawa riang.
Penjemput Alisa sudah datang, bahkan Ayahnya ikut, dengan Pak Amat. Melihat teman Alisa semua ada di situ dengan kedua guru mendampingi. Kecurigaannya bisa terobati. Tapi dia melarang Pak Amat memberitahu keberadaannya. Setelah Alisa Minta pamit pada Kakek dan Ibu Tiri Didi, begitupun teman - temannya yang lain juga Bapak dan Ibu Guru, merekapun pamit.
Merekapun berjalan teratur pulang
dengan senyuman yang sumringah, dan ceria, maklum lah, Setiap Siswa dan Siswi membawa satu kantong kresek putih yang agak besar, yang berisi kue dan Snack dan minuman kemasan. Sesuai khayalan dan harapan mereka.
Ternyata Tampa di minta Kakek sudah menyiapkan kantongan "Hihihi....Kalau Author ada di sana pasti, dapat dua kantong kresek deeh. hihihi..."
Hanya Alisa yang tegang, tidak menyangka Sang Raja Rimba sudah ada di dalam mobilnya. "Hihihi....upps...keceplosan...!!!
Kata - kata yang seharusnya adalah, Tuan Hermawan sudah ada di mobil bersama Pak Amat. Itu adalah nama Ayah Alisa."
Bersambung.
__ADS_1