Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 24. Bernostalgia dengan Ariel


__ADS_3

Ariel mencium pundak kekasihnya.


Alisa mulai membuka pembicaraan. Saat ini dia ingin Bernostalgia dengan Ariel.


"Sayang, mengapa setiap kamu main Ayunan, kamu selalu menolak ku. Dan mendorongku. Tapi sama Mayang dan Nia kamu sangat manis.


Ariel tersenyum membayangkan kenangan itu. Diapun memeluk pinggang Alisa dengan erat.


"Apa kamu tahu kebenarannya, sayang?"


Alisa berbalik dan menggeleng. Ariel mencium mesra pipi Alisa.


Ariel terkekeh.


Jawabannya adalah....,


Terdiam sesaat.


Alisa sewot, diapun menatap penasaran.


Jawabannya apa sayang."


Ariel terkekeh.


"Hehehe.


Aku takut terangsang, dan Pusaka ku, bisa menegang, dan kamu pasti mengolokku."


Alisa dan Ariel tertawa bersamaan.


"hehehe...hehehe ..."


"Apa saat ini, dia belum terbangun"


Kata Alisa menggoda, dan sengaja menekan tubuhnya dan menggerakkan tubuhnya.


Ariel cepat berdiri dan mendorong tubuh Alisa.


"Sayang, jangan memancingnya."


Kata Ariel kesal.


Alisa tertawa.

__ADS_1


"Hehehe....Kamu sudah menjadi kekasihku, tapi masih saja sombong. Ayolah duduk ulang, aku mau duduk di pangkuan mu lagi.


Kata Alisa menggoda.


"Aaaaah. Sudahlah. Saat ini, aku sudah tidak mau memangku mu. kita duduk di sana saja."


Ariel menunjuk kursi sofa yang mereka tempati.


Alisa tersenyum geli, dan menggoda Ariel kembali.


"Kenapa harus malu, aku sudah tahu ukurannya kok, Karna aku sudah sering merasakannya, walau dari luar tapi aku bisa memperkirakannya."


Ariel sangat malu, kekasihnya selalu Bar - bar dalam berucap. dan segera memeluk Alisa, dari belakang dan menutup mulut bawelnya.


Lebih baik kamu diam. Jangan memancing hal yang membuat kita terpancing melakukan dosa besar.


Alisa terkekeh.


Ariel melepaskan tangannya. Diapun melirik ke kanan dan ke kiri. Dan segera menarik dagu Alisa dan memeluknya dengan satu tangan. Dan langsung melahap bibir kekasihnya dengan rakus.


"Hmmmph"


Dan cepat melepaskannya, walau ingin sekali berlama - lama menciumnya. Bibir Alisa sudah menjadi candu berat untuknya.


"Sayang, kamu kapan jatuh cinta denganku."


Ariel mengusap bibir Alisa dan sengaja menekannya dengan lembut.


"Sejak kamu, mencium bibirku."


Alisa termangu dan berpikir, dan mencoba mengingat pertama kali mencium bibir Ariel. Dia sudah lupa, Karna dia sudah sangat sering mencium bibir Ariel.


"Kapan yah,? aku sudah lupa. Apa kamu, sayang, masih mengingatnya."


"Iya, aku sangat mengingatnya dan membuatku tidak bisa tidur, bibirmu seperti menempel terus di bibirku sampai pagi. Dan beberapa hari kedepan aku selalu, memikirkannya. Dan mencoba menghindari mu, selama bertahun - tahun. Akhirnya, sampai aku tidak bisa menahannya lagi, seperti waktu kamu dirumah ku, sewaktu keluargaku menjemput nenekku.


Alisa tertawa geli.


"Hehehe....,


Kamu sangat sombong My Honey. Aku selalu berpikir kamu tidak menyukaiku, jadi aku sangat termotivasi menggoda mu."


Jawab Alisa manja.

__ADS_1


Ariel, mengusap lembut bibir Alisa. Dan memperhatikan sekelilingnya, dan mendekatkan bibirnya, dan langsung mengecup bibir kekasihnya.


Ariel mengecup dua kali dan melepasnya.


Alisa tersenyum manis, walau hatinya juga sangat galau.


Bagaimana jika Andre juga membalas cintaku.?


Apakah aku bisa berselingkuh.?


Sampai mencari cara, agar Ariel bisa melupakanku.


Alisa membuang pikiran itu sementara, dia tidak boleh menyakiti hati Ariel.


"Ariel, sepertinya aku sudah mengingatnya. Pertama kali mencium bibirmu waktu itu....


kita kelas 1 SMP.


Waktu itu, aku sangat senang sekali, mendapatkan nilai terbaik di kelasku. waktu selesai ujian semester satu.


Aku buru - buru pulang dan di pikiranku hanya ada kamu.


Pikiran Ariel menerawang. Kenangan itu, tidak bisa hilang di ingatannya. Itu pertama kali, berciuman bibir dengan Alisa. Dan setiap mengingatnya hatinya berdebar indah.


Flasback Ciuman pertama Ariel dan Alisa.


Siang itu Alisa pulang sekolah, hatinya sangat riang. Dia mendapat peringkat satu di kelasnya. Dan di tunjuk Wali kelasnya, mengikuti Oliempiade Matematika Antar kelas untuk mewakili sekolah nantinya, di tingkat kabupaten.


Hatinya sangat senang. Sepulang sekolah dia melempar tasnya dan berlari ke rumah Ariel. Dia mencari Ariel.


"Tante, Mana Ariel."


Bertanya pada Mama Ariel.


"Di kamarnya sayang."


Jawab Mama Ariel, tersenyum manis.


Alisa langsung masuk kedalam kamar Ariel yang tertutup. Dia langsung membukanya. Terdengar suara krang air menyala, di dalam kamar mandi. Pertanda Ariel sedang mandi.


Alisa duduk di kasur dan menunggunya keluar.


Alisa masih memakai baju seragam sekolahnya dan rok nya yang pendek.

__ADS_1


Tak berapa lama, Ariel keluar kamar mandi. Dia hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya dan tidak memakai baju. Dan tersentak kaget. Dia Tidak menyangka Alisa, sudah ada di kamarnya.


Bersambung


__ADS_2