Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 43. Warung Bakso Pak Yetno


__ADS_3

BAB. 43. Warung Bakso Pak Yetno.


Didi tersenyum sumringah.


"Kalian disini, saya akan ke ATM, samping sekolah."


Setelah beberapa saat menunggu. Didi datang dan merogoh tas ransel tapi modelnya kecil dan tali panjang dan melingkar di bahunya turun ke pinggang, tas model samping. Dia mengambil uang besar dan mulai membaginya. setiap orang dapat uang satu lembar, uang kertas yang nilainya paling tinggi nominalnya di uang kertas. Semua kegirangan.


"Kak Didi Ganteng dan tajir..."


Puji teman sekelas Siswi kecentilan dengan mencium uangnya.


Merekapun berpencar ke empat arah dengan tujuan masing - masing yang hanya mereka yang tahu. Ke 35 orang itupun teratur berpencar.


Didi datang dan merangkul pinggang Alisa. Geng Doni 4 orang. Charlie dan Mila ikut Didi.


seperti anak itik yang mengikuti Dady dan Momynya.


Mila tidak berhenti memijit kepalanya. Diapun berjalan merangkul Charlie. Dan Charlie sangat senang di rangkul gadis idola yang juga dari SMP di taksirnya.


"Ternyata Alisa lebih pilih Didi daripada Andre, Alisa suka pria menantang, mereka juga sangat serasi, Alisa lembut dan Didi keras. Di mana - mana buku shio apapun mereka ibarat Air dan api."

__ADS_1


Doni terus nyerocos, seperti seorang pak guru menerangkan mata pelajaran, kepada siswanya dan anggota gengnya hanya manggut - manggut membenarkan.


Pertama melihat Alisa, Didi langsung jatuh hati pada pandangan pertama, gadis itu begitu cantik dan mendebarkan hatinya. Dan gadis itu sepertinya menyukainya. Dia sangat senang pertama seumur hidupnya jatuh cinta, dan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Didi terus tersenyum dan makin mengeratkan pelukannya di pinggang Alisa, yang pasrah mengikuti nasib cintanya."


Mila pun ngedumel dalam hatinya.


"Tak ku sangka, kepolosan dan kebaikan hatinya dan rasa tidak teganya, akan membuatnya kehilangan segalanya. Aku sudah memperingatkannya."


Ucap Mila kesal dalam hatinya.


Didi tiba di pangkalan Becak. Kendaraan beroda tiga, jadi pilihan mereka. Mereka ada 8 orang. jadi 4 Becak pilihan mereka.


Tibalah mereka di warung bakso yang terkenal di kabupaten itu.


Warung Bakso Pak Yetno.


Mereka pun segera masuk dan memesan makanan Kuah bakso dan juice jeruk dan es teh. Cuma dua pilihan menu minuman, di warung Bakso Pak Yetno.


Sesekali tampak ada canda tawa diantara mereka. Dan Mila hanya mengikuti Arus. Sedangkan Alisa hanya memikirkan Andre.


Sedangkan Didi begitu kasmaran dengan Alisa. Mengelus pipinya. Melap tissu bibir Alisa yang ada sisa kuahnya, mengelus rambut Alisa dan mencium jemarinya. Gantian teman - temannya yang terbatuk melihat Didi, Pria BadBoy tampan yang sangat Macho dan Maskulin berubah Bucin dan romantis. Mila hanya sesekali memijit kepalanya mendadak Migran. Sedangkan Alisa, kawan cantiknya yang pembuat masalah selalu tersenyum sumringah Tampa beban.

__ADS_1


"Tunggu saja kamu di lihat Andre dan di putuskan kamu, dan saya pastikan kamu akan menangis cina. Menangis sampai matamu bengkak dan menyipit seperti mata orang cina. Makanya di beri istilah menangis cina."


Jawab Mila sendiri dalam hatinya dan tersenyum geli. Membayangkan Mata Alisa yang akan bengkak dan menyipit karna menangis.


Alisa melirik Mila yang dari tadi tersenyum.


"Jangan - jangan Mila tidak menyampaikan suratku pada Andre."


Alisa berubah sangat kesal. Dan curiga pada Mila.


" Mila Kenapa kamu tega tidak mengantar suratku.?"


Diapun terus menatap Mila dengan tatapan jengah dan kesal.


Sedangkan yang di pandangnya sibuk menertawakannya yang matanya akan bengkak, dan menyipit karna ulahnya yang saat ini, Yang istilah kasarnya bukan mendua tapi mentiga...akan sangat menghawatirkan dan membahayakan nasib cintanya ke depannya dengan Andre. Belum Ariel di tambah Didi Prayana.


"Walaupun Mila tahu Alisa adalah wanita yang sangat baik dan setia. Hanya kepolosan dan ketidak tegaannya, yang selalu menjaga semua hati orang agar tidak terluka, dan selalu bahagia. Akan membawa bumerang untuk dirinya sendiri. Apalagi saat ini akan ada tiga lelaki tampan yang akan memperebutkan dirinya. Dan semoga Alisa tidak kehilangan ketiganya."


Pikiran Mila melanglang buana sambil menikmati kuah dan bakso yang paling ternikmat di daerahnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2