
My Readers 🥰🥰 Bantu dukung karya ini yah, sudah lama Author sangat rindu komentar kalian yang sangat menyemangati ku..
Bantu like, vote dan koment yah 🙏🙏🥰🥰
Love Love You All ❤️❤️
Lanjuuut....Bab 126.
Calon Suami Alisa dan pengantarnya, telah di persilahkan keluarga Alisa untuk duduk di kursi yang sudah dipersiapkan.
Alisa pun, telah di antar keluar oleh Mamanya, untuk menemui calon Suaminya.
Alisa dengan dandanannya terlihat sangat cantik dan menawan.
Calon Suaminya tersenyum bahagia melihat kedatangan calon istrinya.
Alangkah kagetnya Alisa di saat pertama kali berpandangan mata, dengan calon Suaminya.
"Didi Prayana....!!"
Suaranya begitu pelan hanya mata yang melebar.
Didi Prayana tersenyum manis.
__ADS_1
Alisa pun hanya bisa pasrah mengikuti takdir hidupnya.
Acara tukar cincin pun di lakukan antara Alisa dan Didi Prayana. Semua keluarga begitu bahagia, hanya Alisa yang terlihat sedih karna masih sangat mencintai Suaminya.
Tanggal pernikahan sudah di tetapkan, dan Seserahan dari calon pengantin pria sudah hampir memenuhi ruang tamu Alisa. Keluarga Didi Prayana yang tajir dan melintir, benar - benar memberi seserahan yang sangat banyak untuk Alisa walau sudah pernah menikah dengan Andre.
Hari berganti hari, dan Minggu pun berganti Minggu, dan Acara pernikahan Alisa dan Didi Prayana di laksanakan di hotel yang paling megah, milik keluarga Didi Prayana. Keluarga Didi selain Tuan Tanah juga memiliki banyak perusahaan seperti perusahaan property, dan perusahaan pelayanan jasa, dan perhotelan bahkan restoran. Dia adalah pengusaha terkaya di Kotamadya Propensi, di daerah Alisa.
Andre pun sudah mengetahuinya, Akte cerainya pun sudah diurus pengacara keluarga Alisa. Andre hanya bisa terus menangis dan minta ijin tidak masuk kerja. Dia tidak rela mengikhlaskan Istri dan Anaknya di miliki orang lain. Dia hanya bisa menangis dan meratapi Istri dan anaknya, yang akan di miliki orang lain dan dia tidak bisa berbuat apa - apa, karna sudah satu tahun bekerja, tapi uang yang dia kumpulkan tidak sebanding dengan pilihan orang tua Alisa, yang dari leluhur mereka sudah kaya dari sononya. Dan mereka sangat memperhatikan kualitas ekonomi keluarga seseorang. Mengingatnya Andre hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang malang, Karna tak berharta Istri dan Anaknya menjadi milik orang lain.
"Istriku...aku telah kehilangan kamu untuk selamanya....Aku sungguh pengecut dan bodoh telah meninggalkan kamu...huhuhu...huhu...Aku hanya ingin kamu bahagia...walau aku sangat terluka dan menderita...huhuhu....Aku sangat mencintai kamu sayang dan anak kita...huhuhu...huhu...semoga kalian memaafkan aku...huhuhu...huhu...Semoga di Syurga nanti kita akan berkumpul lagi, dan tak akan ada lagi yang menghalangi cinta kita...huhuhu..."
Andre terus menangis dan meratapi nasibnya yang sangat malang.
*****
Proses Ijab Kabul pun berjalan lancar, tampa ada kendala. Hanya menyisakan air mata Alisa yang terus mengalir membasahi kedua pipinya, setelah semua saksi mengatakan SAH dan Didi Prayana sudah sah menjadi Suaminya dan Alisa yang sudah menyadari, kalau dia dan Andre telah benar - benar telah berpisah.
Ini adalah kehancuran hati yang terbesar didalam hatinya, tapi kebenciannya pada Andre memaksanya membiarkan semua hal ini terjadi, dan mau menikah dengan Didi,
yang memang sangat mencintainya. Saat ini Alisa hanya berpikir di cintai, dan akan melupakan Andre, walau itu sangatlah sulit dia lakukan. Karna jiwa dan raganya seutuhnya masih milik Andre. Dan berharap cinta yang sangat besar dari Didi bisa menghapus rasa cintanya pada Andre yang telah mencampakkannya, seperti sampah yang tak berguna.
Orang Tua Andre sangat sedih, tapi hanya pasrah dan menolak untuk datang ke pesta pernikahan Alisa. Biar bagaimana pun mereka tahu Alisa tetap akan memilih anak mereka, hanya Andre yang melepaskan Istri dan anaknya karna tak mampu lagi terus terhina dan tersisih, dan selalu ditekan keluarga Alisa, yang menomersatukan status golongan sosial mereka. Dan sebagai orang tua yang baik, apapun keputusan anak mereka hanya bisa mendukung, dan mendoakan anak mereka agar selalu bahagia.
__ADS_1
Teman - teman sekelasnya pun sewaktu SMA, mendapatkan undangan dari Didi Prayana. kepala sekolah dan wakilnya Serta Guru dan pegawai staf Sekolahnya, semua diundang hadir ke pernikahan Alisa dan Didi Prayana.
Alisa mencoba tersenyum walau hatinya sangat hancur. Mendengar Senda gurau teman - teman sekelasnya yang masih kocak seperti dulu. Alisa hanya bisa tersenyum walau hatinya sangat terluka.
Malam terus merangkak naik, para tamu undangan pun, sudah satu persatu meninggalkan ruangan pesta pernikahan Didi Prayana dan Alisa..
Keluarga Alisa pun sudah mulai meninggalkan Hotel Megah Didi Prayana. milik Suami sah Alisa saat ini, yakni Didi Prayana.
Alisa dan Suaminya sudah naik di mobil yang akan mengantar Alisa ke rumah Kakek Didi Prayana, yang akan menjadi rumah tinggal Alisa dan Suaminya.
Didi Prayana sangat sayang istrinya, dia selalu membantu memegang istrinya dan gaunnya. Dia sangat bahagia Alisa sudah menjadi miliknya, sedangkan Alisa hanya bisa pasrah dengan takdir hidupnya.
Ariel sudah mengetahui kabar Alisa kalau sudah bercerai dengan Suaminya, dan orang tuanya sudah datang melamar Alisa, tapi orang tua Alisa terlanjur menerima lamaran Kakek Didi Prayana, Karna waktu pernikahan pertama Alisa dengan Andre, Papa dan Mama Alisa, sudah menerima lamaran Kakek Didi Prayana, dan waktu Itu keluarga Ariel tidak tahu, jika pernikahan Alisa sungguh mendadak, baru mereka mau pergi melamar Alisa, mereka sudah tahu kalau Alisa kabur dari rumah dan sudah memiliki pilihan sendiri. Jadi mereka tidak jadi melamar Alisa.
Dan saat inipun, Orang Tua Ariel baru melamar resmi Alisa untuk Ariel, tapi orang tua Alisa sudah terlanjur sudah menerima lamaran keluarga Didi Prayana. Dan Untuk kedua kalinya hati Ariel kembali terluka. Dia hanya bisa menangis di dalam kamarnya, dan mencoba menerima kenyataan kalau Alisa memang bukan jodohnya, walau pun dia sangat mencintainya.
"Alisa sayang...aku telah kehilangan kamu....Alisa sayang...aku masih sangat mencintai kamu sayang.., tapi takdir tak berpihak padaku, Huhuhu...huhu..semoga kamu bahagia sayang, cintaku akan selalu menjadi milikmu. Jika memang Didi Prayana itu menyia - nyiakan kamu, seperti Andre brengsek itu. !! Aku akan datang dan membawa mu, bersamaku....Alisa sangat sakit harus kehilangan kamu untuk kedua kalinya...Huhuhu...huhu...."
Ariel terus menangis dan meratapi nasibnya yang malang, tak bisa memiliki Alisa seutuhnya, tampa dia tahu kalau di negara lain, di sebuah kamar lain ada pria yang juga sangat meratapi kepergian Alisa. Yakni Andre.
suara ratapan pilunya begitu menyayat hati, tubuh nya pun terus dia pukuli, rambut dan bajunya, sudah acak - acakan, seluruh wajahnya sudah di penuhi air mata, Tubuh itu begitu kurus dan tidak terawat sudah 1 bulan sejak mengetahui bahwa istrinya akan menikah lagi, membuatnya sangat sedih dan frustasi, bahkan barang yang ada di ruangan itu sudah habis dilemparnya. Suasana kamarnya sudah seperti kapal pecah, seperti suasana hatinya yang sudah porak - poranda.
Andre sangat terpukul dan untuk hari - hari berikutnya, entah apa dia masih bisa bertahan. Saat ini dia hanya bisa terus menangis dan meratapi nasib rumah tangganya yang benar - benar sudah hancur dan tak bisa lagi di perbaiki.
__ADS_1
Andre sangat tidak rela melepaskan istrinya tapi hanya sebatas angan, karna tembok dinding Alisa begitu tinggi, dan dia tidak bisa melompatinya ataupun memanjatnya. Dan dia hanya bisa menangisi nasibnya dan takdir hidupnya yang malang, Karna berpisah dengan orang yang paling kita sayang dan cintai itu adalah rasa yang sangat menyakitkan, dari segala rasa yang menyakitkan lainnya. Dan mengikhlaskan orang yang paling kita cintai di dunia ini, adalah pengorbanan yang tak ada di atasnya lagi. Walau harus mengorbankan dunia kita sendiri akan gelap gulita dan dipenuhi kesedihan yang tak berujung. Demi mengharapkan yang terkasih bahagia itu sudah hal yang pantas dia korbankan, walau harus meregang nyawa sekalipun. Begitulah kiasan hati seorang Andre.
Bersambung.