Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 17. Kak Adrian Dan Kak Yusuf


__ADS_3

"Tunggu habis makan, kami akan menyiksa pipimu, bawel sekali."


Adrian mendelik tajam.


"Ooh tidaaaak, aku takuuuut...., menjulurkan lidah dengan nada mengejek.


Akupun menyudahi makan dan segera minum. Dan meninggalkan kedua Abang ganteng ku, ke ruang tamu.


Tidak lama mereka menyusul dan duduk disamping kanan dan kiri ku, menjepit ku.


"Coba lihat, buah mu yang indah itu, Apa sudah masak."


Kata Yusuf menggoda seperti biasa.


"Apaan sih, dasar lelaki bang*at."


Merekapun tertawa terpingkal dan mencium kedua pipiku kanan kiri dan menjilatinya


Akupun mendorong mereka dan mengusap kedua pipiku yang sudah basah karna liur mereka.


"Adikku kamu sangat menggemaskan."


Mereka pun menciumku dengan gemas seperti biasa.


Menaikkan kaki mereka ke paha kanan dan kiri ku menjepit ku, seperti biasa. Biar tidak bisa melarikan diri. dan menciumku gemas secara bergantian.


Mamaku datang dan memarahi mereka.


"Lepaskan adikmu, dia sudah gadis remaja bukan anak kecil, mainan kalian lagi."


Merekapun tertawa dan melepaskan ku, yang sudah penuh liur mereka.


"Aku jadi sangat kenyang, sudah memakan mu."


Kata kak Adrian tertawa senang dan kak Yusuf mengangguk.


Akupun menghentakkan kaki.


"Cepatlah kalian pulang. kalian selalu melecehkan pipiku."


Mendengus marah.


Kedua Abangku itu sangat tampan. Mereka memiliki postur tubuh yang tinggi berkulit putih, berhidung mancung, Alis tebal, dan wajah mereka indo Arab.


Kak Yusuf agak bercambang, tapi memikat dan rapi dan sangat macho.


Mereka rajin berolahraga, jadi otot mereka sangat kekar.


Mayang dan Nia keluar dan berteriak manja.


"Kak Yusuf dan Kak Adrian berlari memeluk mereka.

__ADS_1


Kak Yusuf dan Kak Adrian bergantian memeluk mereka dan seperti biasa Nia suka sekali naik ke punggung Abang Adrian dan menyuruhnya menggendongnya. Dan seperti biasa kak Adrian menggendongnya, berkeliling. di sekitar ruangan dan menurunkan Nia.


Sedangkan Maya sibuk berbincang dengan kak Yusuf.


Seperti Biasa Mayang dan Nia melecehkan mereka, menyuruh mereka buka baju. Kedua adikku sangat suka memegang tubuh Kotak mereka, yang sangat kekar dan putih bersih dan halus seperti kulit wanita.


Mereka pun mengkode ku agar bergabung adikku memegang tubuh mereka.


Akupun memperlihatkan wajah jengah.


Kami sepupu yang sangat akrab, walau mereka berbeda 3 tahun diatas kami. tapi mereka tidak punya adik perempuan. makanya mereka sangat menyayangi kami.


Kak Adrian Anak tunggal dan Kak Yusuf hanya 2 bersaudara. Kakak Leo sudah menikah. Abangnya Kak Yusuf.


Kesempatan Aku kabur, meninggalkan mereka.


Kak Adrian melihatku.


"Mau kemana,? kesini dulu, aku mau cium dulu. Kata kak Adrian.


"Aku mau cuci muka, nanti kena rabies!!!."


Jawabku kesal. Akupun meninggalkan mereka yang sibuk melayani Mayang dan Nia yang sangat manja dan cerewet.


Kak Yusuf terpingkal.


Mayang dan Nia sangat sibuk menekan dan mengelus tubuh mereka dengan jari jemarinya. Mereka masih sangat polos.


Akupun mendengus kesal. Kalau bagiku aku malah jengah melihatnya dan tak pernah bergabung menyentuh seperti yang dilakukan Adikku. Malah aku selalu korban pelecehan mereka.


Akupun ke kamar., membaca novel. Setengah jam berlalu dan sudah membaca setengah novel.


Kedua wajah tampan itu sudah nongol di kamarku. Dan langsung terjun bebas di kasurku.


Kedua pahaku sudah penuh dengan kepala mereka.


Kedua kakakku memegang tanganku dan sesekali menciumnya.


Akupun mendorong kepala mereka.


"Keluar....kenapa kalian menganggu aku"


Kataku sewot.


Kak Yusuf menyambar novel yang aku baca.


Dan melihat penulisnya. Berinisial Fs. Diapun tersenyum mesum.


"Waahhh....Adikku sudah dewasa, Mau tidak aku ajari mencium dengan bibir dan lidah, akan ku korek habis isi mulutmu."


Tersenyum mesum.

__ADS_1


Akupun bergidik ngeri.


"Aku tidak mau....!!!"


Berteriak kesal merekapun terpingkal. Mereka sangat suka melecehkanku. Seperti aku suka melecehkan Ariel. Mereka adalah guru mesum ku dan Ariel menjadi korban ku.


Akupun turun dari ranjang. Apa kalian tidak puas dengan cewek - cewek Bandung. Mereka terkenal cantik dan seksi. Pasti kalian menjual ketampanan kalian dan menipu mereka dan berselingkuh sana sini.


Mana tahan kalian....., sama yang bening - bening!! sama makanan saja rakus, apalagi sama cewek seksi, dasar kalian bang*at.


Mereka terpingkal. Lama - lama bibirmu itu sangat menggairahkan, aku jadi sangat ingin melahapnya. Kata Abang Adrian gemas.


"Coba saja.....!! aku akan berteriak."


Akupun menghentak kaki kesal.


Mereka terpingkal.


"Sudahlah Adrian, berhenti mengganggunya. Kita datang untuk pamit."


"Adikku yang sangat cantik, Abang pulang dulu,"


Kak Yusuf memelukku dengan erat dan menekan kuat dadaku."


"Waahh.... Bola kembar mu ini, sudah mulai empuk."


Akupun berontak melepaskan diri.


"Lepaskan,..!!!


Aku bukan pacar kalian. Kak Yusuf mesum.


Diapun terpingkal.


Tubuhku sudah berayun kembali dan masuk ke pelukan Abang Adrian, diapun memelukku erat.


"Benar katamu Yusuf, sangat empuk!!


Akupun meronta kembali dan memukul punggung Abang Adrian.


Diapun melepaskan ku dan tertawa.


"Akupun mendorong kedua Abangku, semua kekuatanku sudah ku kerahkan, tapi badan mereka tidak bergeming dari tempatnya. Bahkan ku dorong pakai punggungku, dengan sekuat tenaga mereka tidak bergeming.


Akupun pasrah seperti biasa, mereka menyodorkan wajahnya minta di cium.


Pipi kanan, pipi kiri dan kening mereka. Bibirku pun dengan malas berputar, di wajah tampan mereka. Sesuai perintah.


Akupun melakukannya, agar mereka cepat pulang.


Dan mereka tersenyum manis dan meninggalkan kamarku.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2