
Raut wajah orang tuanya yang begitu ceria turun dari mobil, langsung berubah masam dan terlihat garis kekecewaan yang sangat besar.
Alexa langsung berdiri dan mencium kedua tangan Orang Tuanya.
Tampak ibu - ibu di sana melihat raut wajah yang sombong dan tak bersahabat dari keluarga Alisa, tapi mereka hanya bisa diam seribu bahasa.
Alexa langsung membawa keluarganya ke kamar kostnya, yang hanya berukuran 4 kali 5 meter.
Tampak kemarahan yang sangat besar di mata Ayah dan ibu Alisa. Mereka sangat kecewa.
"Apa - apaan ini Alisa, Mengapa kamu tinggal di tempat sempit ini..? Andre sungguh keterlaluan."
Mama Alisa semakin marah dan mulai mengomel. Ayah dan adik Alisa pun tampak sangat kesal dan kecewa.
Sekitar satu jam kemudian Andre sudah pulang kerja, hatinya sangat bimbang Karna di depan tadi, sudah di beritahu kalau orang tua Alisa datang.
Dengan keberanian yang dia paksakan dia pun ke kamarnya, dan Ayah Alisa langsung membentaknya.
"Sekarang...aku tak mau tahu...kamu sekarang mengundurkan diri dari perusahaan kamu. Lebih baik aku bun*h anak aku di sini daripada melihatnya menderita, hidup begini."
"Apa lagi yang kamu tunggu Cepat ke perusahaan kamu sekarang dan minta pengunduran diri."
Kata Mama Alisa juga sangat marah.
Alisa pun meneteskan air mata.
__ADS_1
"Mama...aku sangat bahagia di sini..."
"Diam kamu Alisa atau ibu tampar kamu hah..kalau tahu begini, kamu akan mempermalukan ibu, dari masih bayi aku tidak biarkan kamu hidup."
Air mata Alisa semakin deras mengalir, bahkan Andre hanya bisa diam dan meneteskan air mata. Satu bentakan menyadarkan dia dari lamunannya.
"Apa lagi yang kamu tunggu Hahh..!! Sekarang kamu pergi urus pengunduran dirinya. Anak dan Cucu ku akan kubawa kerumah Mayang, dan besok kita ketemu di sana."
"Alisa ikut ke mobil..."
Alisa baru mau mengambil pakaiannya, Mamanya membentaknya.
"Tidak usah bawa apa - apa, nanti kita singgah beli semua perlengkapan kamu."
Menarik Alisa keluar, di susul Ayah dan adiknya.
Alisa hanya bisa menunduk sambil menangis di seret ibunya ke mobilnya.
Andre menatap istrinya dengan mata berkaca penuh kepedihan, langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.
Istrinya telah pergi dengan orang tuanya.
Andre masuk dan duduk di pinggir kasurnya.
Diapun menjambak rambutnya kasar.
__ADS_1
"Maafkan aku, sayang...aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan kamu sayang ..aku sungguh tidak berguna. Istriku sayang, anakku imam sayang...apa yang harus aku lakukan sekarang...aku benar - benar bingung."
Andre pun menangis meratap.
"Oohh...TUHAN KU ..jangan memisahkan aku dengan kedua kesayangan ku itu, aku sangat mencintai mereka...Huhuhu...huhu..."
Andre pun menangis dan meratap sedih. Setelah hatinya sedikit tenang. Di waktu Magrib dia pun sahabat dan berdoa dengan khusyu. Sambil berzikir menunggu shalat Isya dan melanjutkan lagi sembahyang nya. Bahkan tertidur di sajadahnya.
Di sebuah kamar yang cukup besar, Alisa pun hanya bisa menangis mengingat Suaminya, air matanya sama sekali tak bisa kering, terus menangis sedih.
Malam semakin larut, dua pasangan yang beda dunia ini, hanya bisa meratap penuh kesedihan dan takut akan terpisahkan.
***
Keesokan harinya, Andre mengurus pengunduran dirinya dan berpamitan dengan semua tetangganya, yang banyak ibu - ibu menangis dan memberi semangat pada Andre. Begitupun Suami dan teman - teman nya sesama karyawan.
"Sabar Andre...huhuhu...kami doakan kamu bisa mempertahankan keluarga kecil kamu.."
"Iya Andre...kami yakin..Alisa wanita yang sangat baik, dia pasti tetap akan memilih kamu."
"Iya Andre..kamu harus mempertahankan keutuhan keluarga kamu."
"Iya Andre, kami pasti akan mendoakan yang terbaik untuk kamu."
Andre hanya bisa berterima kasih dan menyalami mereka satu persatu, minta pamit untuk menyusul istri dan anaknya di kota. Di rumah Mayang.
__ADS_1
Andre pun membawa pakaian seadanya menyusul istrinya ke kota.
Bersambung