
Didi Prayana semakin sayang dan mencintai istrinya, bahkan hampir tiap malam dia meminta jatah bercinta pada Alisa.
Alisa mulai mencoba menerima Didi Prayana, walau belum bisa mencintai sepenuhnya.
Mereka selalu tampak mesra, Didi jika berada dirumah tak pernah mau jauh dari istrinya. Bahkan mandi pun, dia selalu ingin mandi bersama Istrinya. Tubuh Alisa sudah menjadi candu berat untuknya.
Bulan pun terus berganti, Hari itu Alisa sedang ada di rumah Ayah dan Ibunya. Dia pun mengajak Afkar menemui orang tua Andre. Walau anaknya telah menyakitinya, Alisa masih sering berkunjung ke rumah Andre. Bahkan Tampa Alisa ketahui, Kakak Andre jika memvideo kegiatan mereka di rumah Andre.
Video itu dia kirim ke Andre. Sehingga Andre masih bisa melihat anaknya dari kejauhan walau hanya lewat ponsel. Bahkan video Alisa bermain dengan anaknya. Membuat Andre selalu menangis melihat kedua kesayangannya. Wajarlah temannya tidak mengetahui kalau Andre dan Istrinya sudah bercerai.
Karna Andre pernah sesekali memperlihatkan video istrinya dan Afkar melambai ke ponsel yang sengaja kakak Andre menyuruh mereka melambai ke kamera ponselnya. Memberi alasan video, pada Alisa sebagai kenangan saja.
Alisa sangat semangat membawa Afkar ke rumah Andre. Afkar sudah berumur tiga tahun lebih, dan sangat cerewet.
Sesampai disana Alisa langsung masuk ke rumah Orang Tua Andre.
Tubuhnya seperti mati keseluruhan, dadanya berdegup sangat kencang, tubuhnya bergetar. Air matanya tak terasa telah membanjiri kedua pelupuk matanya. Tubuhnya kaku tak bergeming, kesedihannya dan kemarahannya tumpah ruah jadi satu. Kebenciannya dan rasa cintanya dan kerinduannya berbaur jadi satu.
Mata saling memandang satu sama lain, sepasang mata lawan pun tak kuasa menahan air matanya. Diapun berdiri kaku, walau rasanya ingin berlari memeluk dan mencium wanita yang masih sangat di cintainya. Yah...pemilik sepasang mata itu adalah Andre mantan Suaminya. Mereka berdua tak menyangka akan saling bertemu.
__ADS_1
Melihat Istrinya yang semakin cantik, dan mengingat dia telah di miliki orang lain. Membuat Andre sangat sedih dan frustasi dan rasa cemburu yang sangat besar dan rasa tak rela, dua orang yang sangat di cintainya itu, saat ini adalah milik orang lain.
Afkar yang sudah ada di dalam gendongan kakeknya, segera di bawa masuk ke dalam kamar, membiarkan mereka berdua untuk menyelesaikan masalah mereka, hanya itulah yang bisa mereka lakukan.
Sebagai orang tua yang baik. Sedangkan Ibu Andre berjalan mengunci pintu rumahnya, agar tak ada orang yang melihat pertemuan Andre dan Alisa. Setelah mengunci pintu rumahnya, diapun masuk mengikuti Suaminya ke dalam kamar.
Andre mencoba menguasai dirinya.
Alisa menatapnya penuh kebencian.
"Maafkan saya Alisa, Bagaimana kabar kamu.
Alisa langsung mendatangi Andre dan memukulinya.
"Pria brengsek...Pria bajingan...aku sangat membencimu...Ahhhh....ahhhhh..hik..hik..hik...!!!"
Terus memukuli Andre sambil menangis.
Andre hanya bisa pasrah menerima pukulan Alisa yang bertubi tubi di tubuhnya, dia pantas mendapatkannya.
__ADS_1
Kakek dan Nenek Afkar yang mendengar teriakan Alisa. Segera menyetel musik sedikit kencang, agar tak terdengar Afkar dan tetangga sebelah rumah mereka.
Alisa terus memukuli Andre, Alisa akui dia masih sangat mencintai lelaki di hadapannya ini.
Andre mencoba memeluk istrinya, dan akhirnya mereka berpelukan dengan erat.
Alisa terus menangis walau nadanya begitu kesal.
"Sekarang...apa yang harus aku lakukan Andre....aku telah menjadi milik Didi Prayana Karna kebodohanmu..hik..hik...hik..."
Andre memeluk istrinya dan mencium bahunya. Dia sangat merindukan istrinya. Hatinya menjadi sangat bingung. Mengingat perkataan Ayah Alisa yang selalu terngiang di telinganya. Membuatnya tak ada daya dan upaya mempertahankan istri dan anaknya.
"Andre...mengapa kamu begitu tega padaku....?
Apa salahku Andre...?"
Andre mencium kening mantan Istrinya, dan masih memeluknya.
Andre terdiam, dia tidak tahu apa yang akan di katakan pada Alisa.
__ADS_1
Bersambung.