
Ayah Alisa pun berkata dengan nada keras dan lantang, dia sungguh ingin agar Andre segera berpisah dengan anaknya.
Atau kau pergi dalam hidupnya dan biarkan Alisa hidup bahagia, tampa kekurangan apapun di dunianya, yang selama ini membesarkannya...anakku takkan aku biarkan hidup serba kekurangan dengan kamu!!!"
Ayah Alisa kembali menatap dengan penuh amarah, sedangkan Andre tak bisa berkata apa - apa, mulutnya terkunci dan hanya menyisakan air mata yang terus mengalir di pipinya. Diapun terus saja mengusap air matanya.
Ayah Andre cukup kasian dengan menantunya, tapi harga diri dan nama baik keluarganya di atas segala - galanya.
Ayah Andre berkata pada adiknya.
"Adikku segera urus perceraian mereka, dan suruh Andre menandatanganinya.
Buat tiga rangkap dan berikan pada Andre satu rangkap untuk dia berikan pada Alisa.
Cari pengacara terbaik mengurusnya.
"Baik Kak..."
__ADS_1
Ayah Alisa meninggalkan ruangan itu, di susul Paman Alisa.
Tubuh Andre terguncang hebat, kesedihannya sungguh sudah di luar kendalinya. Dia hanya bisa menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
Andre menangis, hatinya sungguh sangat hancur. Dia bingung tak ada pilihan yang bisa mempertahankan keutuhan rumah tangga nya.
"Apa yang harus aku lakukan Tuhanku...? hik..hik..hik...aku sangat mencintai anak dan istriku...Sanggupkah aku hidup tampa mereka.....
Mengapa aku harus mengalami cobaan seberat ini Tuhanku ...?
Mengapa Alisa harus terlahir di keluarga sombong ini..? Hik..hik..hik...'
Seseorang pelayan yang melihatnya, tampa mereka ketahui sejak awal mendengar percakapan mereka, hanya bisa menangis sedih.
Setelah tangisannya sedikit mereda, dengan berjalan lesu dan gontai, Andre meninggalkan tempat itu.
Satu minggu berlalu, bahkan satu bulan berlalu, Andre hanya bisa mencari pantai dan tempat sepi untuk hanya merenung dan menangis.
__ADS_1
Alisa berpikir suaminya memiliki simpanan dan tidak mencintainya lagi. Suaminya berubah cuek dan dingin padanya. Dia pun jarang memberikan nafkah batin padanya, kecuali Alisa memintanya.
Suaminya melakukannya, dengan cinta yang berkobar dengan sentuhan yang sangat lama dan begitu menikmati penyatuan itu, seolah menebus semua kesalahannya telah dingin dan cuek pada dirinya, sangat banyak ciuman yang bergairah dan kecupan di seluruh tubuhnya, tapi kemudian kembali cuek dan dingin lagi kepadanya.
Alisa tidak mengetahui kalau cinta Andre sangatlah besar kepadanya, tapi harga diri, harta, tahta dan kedudukan tidak berpihak kepadanya.
Semakin hari Andre menguatkan hati dan mencoba membulatkan tekad, untuk meninggalkan Alisa dan menceraikannya dan pergi jauh dari kota ini, bahkan kalau perlu ke luar negeri bekerja.
Andre mulai menghubungi temannya agar membantunya, mendaftarkan dirinya untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri tampa sepengetahuan Alisa.
Flashback Andre
Ingatan nya tentang pertemuannya dengan mertuanya, kembali membayanginya dan menyisakan luka yang begitu pedih dan menyakitkan.
Andre mencoba menguatkan dirinya dan mencoba bersyukur, pernah memiliki Alisa seutuhnya bahkan memiliki cintanya dan buah hati cinta mereka. Dia mencoba bertahan hidup dengan kenangan indah itu.
Andre tak ada keinginan untuk mencari pengganti Alisa, dia hanya ingin hidup dengan kenangan indah nya, sewaktu bersama Alisa.
__ADS_1
Wajah tampan itu pun, mulai tersenyum dan menghapus air matanya. Diapun bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Berdoa kepada Tuhannya di beri kesabaran menjalani hidupnya, walau hanya hidup dengan kenangan manis sewaktu hidup dengan Istrinya.
Bersambung