Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 22. Dilla Ratu Gosip


__ADS_3

"Mayang!!


NIa....,


Tunggu."


Mereka berempat serempak berhenti dan menoleh dan melihat Alisa.


Mereka saling berpandangan. Karna melihat Alisa dengan dua Pria. Dan yang satunya, sangat ganteng, seganteng Ariel.


Anti menyikut , temannya. Dan berdehem.


"Hem..Hem. Akhirnya idola ketemu dengan idola tuh.."


Menyindir Alisa dan Andre.


Alisa tersipu malu.


"Apaan sih, ini bocah. Sangat Bar Bar dalam berucap. Aku sangat senang sih, tapi malu."


Kata Alisa dalam hati yang sedang berbunga indah. Diapun terus tersenyum dan tersipu malu.


"Kalian pasangan serasi. Cepatlah kalian berpacaran. Kak Andre, cepatlah nyatakan cintamu, sebelum kak Alisa di gebet orang."


Mengedipkan mata.


Sedangkan Andre tersenyum manis.


"Pintar sekali bocah ini, menjodohkan ku. semoga Alisa pun mau denganku."


Hati Andre pun berkicau.


Sedangkan Dika saat ini, lagi terpana melihat kecantikan Mayang, hatinya berdebar indah.


"Adik Alisa sangat cantik, aku harus mendapatkannya."


Ujarnya dalam hati, dengan semangat juang 45.


Nia marah dan membentak kesal. Melihat kakaknya dengan seorang pria selain Ariel dia tidak suka. Nia maunya Ariel yang jadi kakak iparnya, biar nanti satu rumah dan bisa terus mengepang kan rambutnya.


"Ayo pulang, nanti Papa Marah."


Menghentakkan kaki dan berlalu.


Alisa tersadar. Mengingat ancaman Papanya mau datang mengamuk dan mempermalukan Mereka, jika lewat jam 10 tidak cepat pulang.


Alisa segera beranjak. Dan menyapa, Andre.


" Kak Andre....,


Aku pulang dulu yah,"


Menatap Andre dengan senyuman manis.


Anti Terkekeh. Ternyata matanya dari tadi melihat Alisa Dan Andre saling melirik dan tersipu. "


"Kalian Bucin sekali tahu."


Hehehe....."

__ADS_1


Anti Terkekeh.


"Kayaknya dari segi pandanganku. Walau masih bocah. Kalian itu lagi kasmaran.


Lihatlah wajah kalian sama - sama merona.


Hehehe."


Terkekeh kembali.


Alisa sangat malu dan cepat berlalu. Anak ini sangat membuatnya malu. Dia tahu saja kalau aku suka Andre.


Alisa sangat malu. kedua pipinya terasa panas Karna sudah berwarna kemerahan, di kulit pipinya yang begitu putih bersih, menambah kecantikannya.


Andre terpesona


"Dia sangat cantik dengan pipi merona, seperti itu, rasanya mau mencium pipi yang indah itu. Aku benar - benar sangat menyukainya."


Diapun tersenyum dan mengusap leher belakangnya. Dan salah tingkah.


Anti Sangat geli melihat pasangan Bucin itu. Baru mau menggoda mereka kembali. Alisa sudah berlari kecil menyusul Nia yang sudah pergi meninggalkan mereka.segera menyusul Nia.


Dika menjulurkan tangan ke Mayang. mau kenalan. Tapi tangannya di pukul Anti.


"Kami ini masih bocah, belum bisa berpacaran"


Menarik tangan Mayang. Dan berlalu pergi.


Dika Sangat kesal. Saat ini hidungnya dan mulutnya sudah panas seperti naga, ingin menyemburkan Api yang sangat besar. Dia sangat kesal dengan Anti. Dia menjodohkan Alisa dan Andre. Seharusnya dia menjodohkan ku juga dengan mayang. Diapun mendesis.


"Issssshh.... issssshh..!!!!!"


.


"Bocah bernama Anti, itu sangat menyebalkan."


Andre tersenyum.


"Bagiku Anti sangat menggemaskan"


Tersenyum dan memuji Bocah manis itu. Dia senang Anti menjodohkannya dengan Alisa dan kayaknya Alisa juga menyukainya. Hatinya sangat bahagia. Dan terus tersenyum lebar.


Dika menimpuk bahu temannya.


"Oooooh......, Kawan!!!


Kamu sangat tidak solidaritas, kamu tersenyum bahagia di atas penderitaan ku Hahhh!!!"


Mendengus kesal.


Andre tersadar dan langsung mengunci tangan Dika ke belakang Karna masih mau menimpuknya dua kali.


Andre adalah Atlet karate, dan selalu di kirim untuk pertandingan silat antar sekolah bahkan pernah menang di pertandingan antar kabupaten. Saat ini dia pelatih karete juga. Makax banyak sekali kaum hawa yang mendaftar di tempatnya. Karna ingin di latih dan melihat Andre.


Dika Berteriak kesakitan.


"Aduuuuuh...Sakit Andre!!!"


Mendengus kesal.

__ADS_1


Andre melepaskannya dan langsung merangkul bahu sahabatnya. Membawanya meninggalkan lapangan, yang masih banyak orang menonton . Tampa mereka sadari kalau cewek Kasturi, Ratunya gosip di kompleks mereka. Dari tadi melihat dan menguping mereka dengan ketiga temannya yang lain. Yang sebelas dua belas dengannya.


"Besok kita ada bahan gosip Gaes.., Andre dan pendatang baru itu ternyata...


Mereka ada rasa."


Kata Dila antusias.


"Iya sih......,


Hu hu hu.....,


Hancur sudah harapanku, mengejar cinta Andre. Sainganku sangat berat, mana kaya lagi.


hu..hu..hu..."


"Sudahlah Nilam, mengalah dulu, kita sukseskan saja pasangan ini. Mereka sangat serasi lho. Kasian Andre dari orok sampai sedewasa ini, belum punya kekasih. Padahal dia sangat tampan. Banyak Artis kalah sama kegantengan Andre. Wajarlah dia suka gadis itu, dia memang sangat cantik."


Kata Dila. Menepuk bahu temannya, menguatkan hatinya.


"Tumben Dila, kamu khan suka cerita jelek orang. Kok mendukung mereka sih, bukannya cari cara pisahkan mereka."


Kata Ningsih, Asisten gosipnya kesal.


"Entahlah Ningsih, aku suka melihat pasangan itu, mereka sangat serasi. Lagipula kita ini banyak dosa jadi waktunya cuci Dosa dulu. Jika sudah bersih kita buat lagi Dosa baru."


Bercakap dengan serius dan menggebu - gebu.


Tak lama kuping mereka terganggu suara berisik. Mereka pun saling memandang. Mereka mendengar suara berisik menangis.


Mereka menoleh dan Tampaklah kedua teman akrab mereka sudah menangis dan berpelukan. Merekapun terkekeh.


"Hehehehe..!!"


"Hu.hu..hu...Hesti...,


Dari dulu kita sering cekcok memperebutkan Andre. Padahal dia tidak suka kita. Kita sudah buang energi bertengkar dan buang uang dengan membeli banyak kosmetik dan membeli baju baru. Tapi sampai sekarang usaha kita, untuk gaet Andre tidak membuahkan hasil."


Mereka berpelukan dan menangis buaya. alias Lebay.


Coba uang itu kita tabung....Nilam.


Hu..hu..hu...


Pasti kita sudah bisa naik "HAJI, Ke Tanah Arab. Dan bisa saja kita dapat bule Arab disana.


Dan nama kita sudah ada titel.


Nona Haji Nilam Dan Nona Haji Hesti.


Hu..hu..hu..., "


Mereka semakin erat berpelukan. Dan menangis bersama. Walau tak ada air mata.


Sedangkan Dila dan Ningsih Sudah rapat pantatnya di rerumputan lapangan, sudah duduk terpingkal tertawa terbahak. Memegang perut mereka. Sangat geli melihat tingkah kedua temannya yang "HALU"


Nilam dan Ningsih terus menangis dan berpelukan.


***

__ADS_1


Sementara Alisa dan kedua adiknya sudah masuk di dalam rumahnya dan langsung ke kamar masing - masing untuk beristirahat.


Bersambung.


__ADS_2