Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 12. Cemburu Buta


__ADS_3

Mila tersenyum geli. Sahabatnya telah mematahkan hati pria untuk kesekian kalinya. Begitu juga yang selalu di lakukannya, untuk melindungi sahabatnya, yang masih hidup di zaman Sitti Nurbaya.


Sebenarnya dia sangat kasian dengan sahabatnya. tidak bisa merasakan masa remaja yang indah tampa tekanan. Tapi itulah hidup. Hidup di golongan atas, banyak yang harus di jaga. Martabat dan nama baik sangat di jungjung tinggi.


Mila mengajak sahabatnya ke kantin.


"Kita ke kantin yukk!! Lapar nih."


Kata Mila mengusap perutnya.


Alisa mengangguk senang. Dia berbalik melihat teman prianya yang wajahnya tampak lesu, seperti kelaparan sekali.


"Kenapa wajah kalian begitu lesu, cepatlah kalian ke kantin."


Kata Alisa prihatin.


"Kami tidak lapar....,


kami telah patah hati karenamu Alisa."


Kata Doni dengan lesu, yang lainpun mengangguk lemah.


Alisa tersenyum geli, di sambut Mila yang sudah terkekeh.


Mila menarik tangan sahabatnya untuk segera ke kantin.


Merekapun meninggalkan para kumbang kelasnya, yang sudah patah hati dengan penolakan halus Alisa yang menyakitkan.


Merekapun berpelukan sedih.


"Hancurlah harapan kita kawan, belum mendaftar. eeh ..


Pendaftaran telah di tutup."


Kata Boby sedih.


Merekapun saling merangkul dan melepaskan pelukan dan kembali ke tempat duduk mereka dengan lesu. Perut mereka sekarang terasa kenyang.


Teman wanita mereka di dalam kelas terkekeh geli, melihat teman mereka yang bertingkah konyol.

__ADS_1


Alisa dan Mila berjalan beriringan. Tiba - tiba mereka berpapasan dengan seseorang yang telah mengusik hati Alisa selama ini. Dan setelah bertemu dengannya untuk pertama kalinya, hatinya selalu merindukannya.


Mila menyapa.


"Hai...., Andre!!


Menyapa dengan tersenyum.


Alisa sangat kaget, "Apa Mila sudah mengenalnya?" Berteriak dalam hati.


"Jangan - jangan Mila menyukainya, Aduuuh...


kenapa hatiku sakit sekali, Semoga hanya dugaanku saja."


Mencoba berpikir positif.


"Hai, Mila...."


Jawab Andre ramah.


Balasan ramah dari lelaki pujaannya telah membuat hati Alisa terkoyak dan tercabik - cabik. Rasanya mau menangis sekencang - kencangnya. Baru mengenal cinta. Hatinya sudah di patahkan, sahabatnya telah menikung nya.


Ariel aku butuh dadamu untuk menumpahkan air mataku....,


Aku ditikung Ariel, sama sahabatku sendiri....., kamu harus menikahi ku secepatnya Ariel, agar aku bisa melupakannya. Ariel harus menikah denganku secepatnya. Aku mau berhenti sekolah dan jadi ibu rumah tangga saja."


Pikiran Alisa telah berenang di lautan kesedihan. Diapun secepatnya berlalu dan berlari kecil dan berteriak.


" Mila aku mau ke Toilet dulu....,


Berlari meninggalkan kedua orang yang melukai hatinya. Yang saat ini terbengong melihat Alisa yang berlari meninggalkan mereka berdua.


Alisa segera ke Toilet, masuk dan mengunci pintu. Rasanya mau menangis air matanya, sudah mengambang di pelupuk matanya.


"Tidak, aku tidak boleh menangis. Nanti mataku sembab dan ketahuan Mila." berkata dalam hati.


Alisa mengatur nafasnya berkali - kali. Berpikir positif menahan air matanya dengan mengosongkan pikiran tentang kecemburuan butanya.


Saat ini dia sangat cemburu buta pada sahabatnya Mila.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian. Betul dugaannya. Mila sudah berteriak di luar Toilet siswi.


"Alisa kamu dimana, aku tunggu yah,"


Kata Mila berteriak nyaring.


Alisa pun panik, dia segera mengusir kesedihannya. Setelah hatinya sudah membaik diapun keluar dengan senyuman.


Mila menatap sahabatnya dengan tersenyum dan merangkulnya ke kantin. Mereka terus berjalan dan sibuk dengan pikiran masing - masing.


Alisa tidak mau menyinggung pria pujaannya itu, yang ternyata bernama Andre.


Dia harus jaga gengsi, dan pura - pura biasa saja.


Mila terkekeh dalam hati, dia sangat mengenal sahabatnya yang baik hati itu, menutupi rasa cemburunya, tapi sangat terpampang jelas di raut wajahnya yang polos yang tidak tahu berbohong itu, kalau saat ini Alisa sangat cemburu padanya.


"Biarlah dia salah faham, Andre jauh di bawah status golongan orang tuanya. Kasian mereka jika jadian, pasti banyak halangan. Dan kulihat tatapan Andre Ke Alisa, sepertinya Andre telah menemukan cintanya. Tapi sayang ini dunia manusia yang penuh ego. Harta adalah jurang pemisah yang sangat lebar untuk kalian, penuh duri dan rintangan. Lebih baik kalian mengubur benih cinta itu, sebelum berakar dan kuat dalam hati kalian berdua. Cukup aku yang merasakannya sampai saat ini, berpacaran dengan anak orang kaya. Anaknya menyukaiku tapi orang tuanya tidak. Dan selalu berulang. Makanya aku tak mau menumbuhkan cinta itu, hanya memanfaatkannya saja.." Gumam Mila dalam hatinya sangat lirih dan terluka.


Mila terus berucap dalam hatinya, sambil jalan ke kantin.


Sesampainya disana segera memesan makanan dengan Alisa. dan melahap makanannya dengan lahap. Setelah itu. Mereka pun kembali ke kelas mengikuti mata pelajaran berikutnya, sampai bel tanda pulang berdentang.


Yang ditunggu pun tiba Bel tanda pulang berdentang. Siswa dan Siswi sibuk membenahi tas dan peralatan tulis menulis mereka. Setelah memberi salam untuk pulang yang di pimpin ketua kelas mereka masing - masing.


Serta memberikan penghormatan kepada bapak dan Ibu guru yang sedang mengajar pelajaran di kelas mereka masing - masing.


Dan setelah guru merekapun sudah keluar ruangan. Maka mereka semua pun berbaris rapi keluar kelas masing - masing, menuju halaman gerbang luar dan parkiran. Tujuan mereka satu yakni pulang kerumah beristirahat. Berbeda dengan Alisa dia ingin pulang ke rumah Ariel dia butuh pelukan Ariel saat ini.


"Huhuhu...., Semoga Ariel mau berbaik hati memelukku"


Kata Alisa menangis dalam hati. Dia sangat sedih saat ini.


Walau dia menangis dalam hati, tapi tetap tersenyum manis kepada Mila yang berpamitan dengannya dan sudah berbalik meninggalkannya.


Alisa masuk ke dalam mobil jemputan nya dengan lesu.


Abang Amat, melirik melihat nonanya, yang tumben murung, tidak seperti biasanya yang selalu riang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2