
Ariel menatap Alisa intens
"Kamu kenapa sih sayang...tumben kamu tidak membalas ciumanku..."
Alisa tersentak dan menyadari Ariel menegurnya.
"Aaah....tidak sayang...aku cuma tidak enak badan."
"Maafkan aku Ariel, membohongimu."
Ariel memasang wajah khawatir, dan memegang kening dan leher Alisa.
"Tidak panas kok sayang..."
"Mungkin aku baru mau sakit sayang, badanku terasa lemas"
"Baiklah kamu Baring dulu sayang, saya kupas kan buah. Tunggu di sini sayang. Saya buatkan susu hangat yah... sayang."
Ariel mengangkat tubuhnya dan Alisa ikut terangkat. Alisa turun dari gendongan Ariel, diapun berdiri dan berjalan dan berbaring di kasur Ariel. Tak berapa lama Ariel datang membawa buah Apel yang sudah di iris nya dan segelas susu hangat.
Alisa bangun dan duduk. Ariel pun menyuruh Alisa menghabiskan susu hangat yang dia buatnya.
"Habiskan susunya sayang."
Alisa meminumnya sampai habis.
Melihat sisa susu di bibir Alisa. Ariel pun memegang dagu Alisa dan mencium bibir Alisa dan menyapu bibir Alisa memakai lidahnya, membersihkan sisa susu di bibir Alisa.
Ariel melepas ciumannya dan mulai menyuapi Alisa buah yang sudah di irisnya. sesekali Ariel menyuruh Alisa menggigit separuh potongan apel itu dan Ariel mengigitnya separuh sambil menempelkan bibirnya lagi dibibir Alisa dan menggigit potongan separuh apelnya, dan memberi kecupan ringan di bibir Alisa.
Alisa seperti kambing congek, mengikuti saja
dan membiarkan Ariel terus mengecupnya dan membantunya memakan separuh potongan apelnya, sampai potongan terakhir.
Sangat romantis sih bagi Ariel, tapi bagi Alisa hanya takut saja Ariel marah dan mulai menyerang telinganya dengan mulut bawelnya.
"Sayang...kemana semua orang...."
"Ke pesta keluarga sayang."
Ariel berdiri dan menyimpan piring dan gelas susu Alisa, membawanya ke dapur.
Alisa berbaring.
Ariel masuk ke kamar dan mengunci pintu kamarnya, naik ke ranjangnya, menindih tubuh Alisa dan mulai mengelus rambutnya dan mencium keningnya.
"Apa kamu tidak merindukanku sayang..."
Ariel menatap Alisa dan mulai mengecup keningnya kembali.
"Rindu sih. tapi cuma sedikit..."
Ariel kesal dan merebahkan wajahnya di dada Alisa.
Alisa mengusap rambutnya.
__ADS_1
Alisa memiliki tubuh yang sangat bagus. Tinggi dan ramping tapi memiliki dua bukit indah yang cukup besar dan padat.
Ariel betah di sana. Pipinya terasa empuk. berbaring di sana.
Alisa mulai mengeluh.
Ariel badanmu berat, aku sudah sesak nih.
Ariel memeluk Alisa dan membalik tubuh Alisa. Saat ini Ariel yang sudah ada di bawahnya.
"Alisa kamu cium aku di sini."
Menunjuk keningnya.
Alisa tersenyum dan mengecupnya.
Ariel terus memerintah nya. Menunjuk hampir semua bagian wajahnya dan menyuruh Alisa mengecupnya. Alisa hanya bisa pasrah mengikuti perintah pelakor nya. Daripada mengamuk.
Alisa merasa pahanya menekan tonjolan di dalam celana Ariel mulai memadat dan menggunung.
Diapun mulai menggoda Ariel, Karna Ariel sangat kesal jika perkakas pribadinya di bahas.
"Ariel.....sayaaang..."
"Iya...sayang..."
"Abang Joni kayaknya, sudah bangun tuh..."
Alisa iseng lebih menekan pahanya ke area itu. Benar saja wajah Ariel berubah kesal.
"Tapi dia menggangguku..."
Wajah Ariel memerah menahan malu, dan mulai mengucek rambutnya kesal.
"Wanita ini, sungguh tak punya malu sedikitpun"
Alisa semakin menggodanya.
"Apa boleh aku memegangnya."
Membawa tangannya kebawah dan mengusap tonjolan dan meremasnya.
Ariel sangat kaget, diapun mendorong tubuh Alisa yang sudah terpingkal tertawa lucu.
"Hahaha..haha....lihatlah wajahmu Ariel di cermin. Sudah seperti kepiting rebus. Hahaha...haha..."
"Dasar...wanita mesum. Apa kamu tidak punya malu sedikitpun?"
Alisa mengangguk.
Baiklah kalau begitu, kamu bantu aku membuatnya meledak.
Ariel menindih tubuh Alisa. Kini wajah Alisa yang berubah ketakutan.
"Apa kamu mau menodaiku Ariel?"
__ADS_1
Ariel langsung membungkam bibir Alisa, menciumnya dengan ganas dan mulai menekan perkakasnya dengan menggesek di paha Alisa. Lidah Arielpun sudah menjelajah di dalam rongga mulut Alisa bahkan tangannya mulai nakal meremas salah satu bukit kembar Alisa dari luar. Ariel terus mencium dan mulai mencium leher Alisa dengan bibir dan lidahnya.
Ariel menatap Alisa dengan penuh hasrat.
"Buka bajumu..."
Alisa menggeleng.
Ariel duduk di atas Alisa dan mulai menarik kaosnya keluar dari tubuhnya.
Tubuh putih dan bersih Ariel dan berdada lebar, sudah terpampang di depan mata Alisa yang semakin ketakutan.
Ariel mulai memegang baju kaos Alisa dan menyingkapnya, menariknya keluar. Alisa tak kuasa menolaknya, dia hanya terus menggeleng.
Tubuh yang putih mulus dengan Bra hitam
dan kedua bukit yang separuhnya, menyembul indah di balik Bra yang tak mampu menutupi semuanya. Begitu indah terlihat di mata Ariel, dan tidak mungkin melepaskannya. Kedua tangan Ariel mulai meremasnya dan menekannya.
Tapi sesaat kemudian Ariel tertawa.
"Lihatlah wajahmu sekarang Alisa...Hahaha...haha...sudah ketakutan sudah seperti kepiting bakar. gosong... Hahaha..haha..."
Ariel turun dari tubuh Alisa dan terus tertawa dan duduk di samping Alisa.
Alisa menatap jengah, dan bernafas lega.
"dasar lelaki bodoh..."
Menunduk melihat tubuh polosnya yang menurutnya sangat menarik.
"Apa tubuhku...kurang menarik, sungguh anda tidak bisa melihat barang bagus..dasar lelaki bodoh"
Ariel tersenyum. dan menarik Alisa dalam pelukannya.
"Kamu sangat menarik sayang, aku cuma takut tidak bisa mengendalikannya, aku mencintaimu dan ingin sekali memilikimu seutuhnya. Tapi ini dosa, kita tidak boleh melakukannya. Aku ingin kita sekolah dgn baik dan aku mau ke luar negeri kuliah dan mencari kerja dan menikahi mu sayang. Kamu tujuan hidupku. Jaga hatimu untukku dan aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini. Aku akan sangat memanjakan mu sayang dan memberimu cinta yang sangat besar, aku sangat mencintaimu."
Mengecup bahu Alisa.
Alisa resah dan dia sangat tersentuh.
"Ariel maafkan aku."
Trima kasih telah mencintaiku sebesar ini, tapi aku mencintai orang lain...aku sangat bingung."
Desahnya lirih dalam hati.
Ariel melepas pelukannya dan menatap wajah cantik kekasihnya dan mendekatkan wajahnya dan mulai mengecup dan menghisap bibir Alisa lebih lembut dan Alisa pun mulai membalas dengan mesra, menangkap setiap tangkapan bibir Ariel di bibirnya, dengan lembut. Bibir mereka saling bertukar rasa dan saling mengecup. Cukup lama mereka lakoni ciuman lembut itu.
Ariel melepaskan ciumannya dan mencium kening Alisa, kemudian melepasnya.
Memandang tubuh Alisa dan tersenyum.
"tubuhmu sangat menarik sayang. Apalagi kedua daging lembut ini. Mengusapnya kembali."
Bersambung.
__ADS_1