Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab. 57. Dika dan Rudi ngengat penganggu


__ADS_3

Andre dan Alisa terus berciuman dengan lembut. Ciuman mereka di kategorikan ciuman lembut yang saling memberi dan menerima. Kayaknya itu judul yang bagus. "Hihihi..."


Ciuman mesra dan lembut itupun, yang penuh cinta dan kasih sayang itupun terhenti. Tiba - tiba suara Anti memecah kesunyian.


"Andre tidak ada, dia keluar..pergilah... !!!!!"


Andre melepas bibir yang indah dan lembut itu dan mendongak melihat ke depan. Rumah Andre rumah permanen yang kecil seperti perumahan, dan memiliki jendela pintu yang lebar, di bagian depannya yang ada kaca gelapnya. Bisa melihat orang diluar, tapi tidak bisa orang di luar melihat orang yang di dalam rumah.


Andre menatap Alisa dan mengusap bibirnya, dan berdiri dan mulai melangkah dan betul dugaannya kedua tetangganya yang juga teman akrabnya, sudah nongol di depannya dan terperanjat dengan mata membeliak, melihat gadis cantik tetangga baru mereka.


Raut wajah Dika berubah tersenyum manis, di pikirannya jika Andre jadian dengan Alisa dia bisa dekat pula dengan Mayang, yang sudah selalu hadir di setiap angan dan mimpinya.


Beda halnya dengan raut wajah Rudi, yang sangat kesal dan jengah. Dia merasa dialah yang berhak menjadi pacar Alisa, Karna dia merasa yang pertama melihat gadis ini, dia bahkan rajin ke depan dan duduk di Deker depan ujung lorong. agar bisa melirik ke rumah Alisa.


Rudi merasa pengorbanannya, sangat besar yang selalu saja bolak balik, di kios dekat rumah Alisa, hanya untuk bisa melihat Alisa. walau kadang ibu kiosnya jengah paling banyak belanjanya 1 bungkus Snack. 1 bungkus Masako, bahkan gula - gula 1 bungkus.


Hihihi ...tidak bisa di bayangkan kesalnya wajah Ibu kios itu.


Rudi merasa Andre telah menikung nya. Padahal belum tentu Alisa menyukainya yah ..Hihihi...


Tiba - tiba Anti masuk, dan mengumpat serta menarik tangan Alisa keluar.


"Dasar Ngengat Pengganggu....!!!!"


Dika depresi, telunjuknya mengarah ke hidungnya dengan mata membeliak lebar. Dan berteriak kesal.


"What !!!!!!!


Aku....Ngengat pengganggu....Hahhh....Antiiiiiii, dasar Bocah Gende*g...."

__ADS_1


Lain halnya dengan Rudi yang menganggap Andrelah ngengat Pengganggu.


Dika bermaksud mengejar, tapi Anti sudah menghilang...Dika hanya bisa mengepalkan tinjunya ke telapak tangannya yang lain.


"Saat ini...Bocah..Gende* g itu, adalah.....musuh bebuyutan ku....Awaaas..kamu...Anti... Aiiiisshhhh..."


Teriak Dika depresi.


Sedangkan Andre kesal. Dan meninggalkan mereka dan langsung masuk ke kamarnya, serta menguncinya.


"Dika dan Rudi ngengat pengganggu...Hahaha...haha...kayaknya Anti memang benar sekali.. ."


Dengan wajah riang dan langsung terjun bebas di atas kasurnya dan tidak memperdulikan Dika dan Rudi yang menggedor pintunya, dan meneriaki namanya. Angannya melambung tinggi ke nirwana. Ciumannya dengan Alisa seperti kaset video yang terus berputar ulang di layar otak dan pikirannya. Ciuman itu, membuatnya sangat senang dan bahagia..


Orang yang jatuh cinta, memang sudah seperti orang yang memiliki sakit jiwa. Tersenyum, tertawa, dan bantal pun, hanyalah sebuah benda mati, tidak lepas dari pelecehan. terus di cium, di raba dan di peluk, serta di pukul - pukul mesra.


Mereka makan sambil menendang kesana kemari. Sungguh perbuatan yang tidak terpuji,


Dika yang kesal dengan Anti, dan Rudi yang kesal pada Andre.


Apalagi Rudi, makan di rumah orang, dan membenci lagi pemilik makanan, yang di nikmati saat ini. Sungguh perbuatan yang lebih tidak terpuji lagi.


Selesai makan, mereka pun langsung ambil posisi tidur, dan mengorok lagi. Manusia seperti inilah, yang di namakan manusia buta hati. Author jadi kesal juga sih.


Sedangkan Alisa tidak jauh beda, dengan Andre, mereka berdua lagi di mabuk cinta, yang sangat indah.


Setelah Alisa sudah sampai di rumahnya, Anti pun pulang dan langsung tertidur siang.


Untuk hari - hari ke depannya Alisa dan Andre akan semakin mencintai. Mereka hanya bisa pasrah. Cinta mereka akan seperti apa nantinya, yang jelasnya Cinta yang ada di hati mereka berdua, pada saat ini, hanya bisa mereka nikmati. Apapun nantinya yang akan terjadi, mereka akan pikirkan, pada saat itu juga nantinya.

__ADS_1


*****


Sedangkan di sebuah rumah yang besar dan megah, tampak seorang pemuda tampan sedang bermain catur, dengan seorang kakek berumur. Tampak senyum selalu terhias dari bibir mereka.


"DIDI....sekali - kali, bawa Alisa kemari..."


"Aku ingin sekali Kakek...tapi keluarga Alisa, turunan Arab dan Ibunya keluarga kerajaan di kota ini, di masa lampau...jadi jika perempuan yang belum menikah, tidak bisa sembarang ke rumah seorang Pria.."


" Ooohh...begitu...Kalau seperti itu, sering - sering bawa temanmu kemari."


"Iya..kakek...Alisa pun melarang ku mesra jika di luar kelas, katanya jika Ayahnya mengetahui bahwa Alisa dekat dengan seseorang. Ayahnya akan mengirimnya sekolah ke Jawa. Katanya banyak keluarganya juga di sana.


"Kamu boleh mencintai seseorang tetapi jangan pul, sisakan separuhnya untuk ruang yang tidak sesuai harapanmu, agar tidak sangat menyakitkan nantinya, hatimu di masa depan."


Didi Prayana menatap kakeknya.


"Apa kakek bisa melamar Alisa untuk jadi istriku kakek ?"


Jika aku nantinya Tamat SMA. Aku tidak mau Alisa Kuliah, nanti akan banyak sainganku yang lebih tampan dariku kakek..."


Kakek terpingkal dan menyudahi permainannya dan berdiri dari kursinya dan berjalan ke dalam rumahnya.


Didi Prayana, mengucek rambutnya kesal.


"Kenapa kakek..tidak menjawab pertanyaan ku... Aiiiissssh....."


Didi Prayana mengucek rambutnya kesal


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2