
Ariel menatap sendu Alisa, diapun mulai kesal dan mengguncang bahu Alisa.
"Dulu kamu mencintai yang nama nya Andre, tapi mengapa ada lelaki lain yang bernama Didi Prayana lagi.
Apa kamu sungguh wanita Playgirl yang gampang membagi cintamu ?
Apakah sekarang kamu sedang berselingkuh dariku.?
Apakah Bibir kamu ini, sudah di nikmati pria lain selain diriku.?
Mengapa kamu begitu gampang menerima cinta seseorang?
Apakah kamu kurang puas denganku Hahh?
Ariel terus mengucapkan kata - kata yang menyakitkan, di telinga wanita yang sangat dicintainya.
Alisa semakin kalut dan mulai marah pada Ariel, padahal di hatinya, sangat mendukung kata - kata Ariel yang kejam, bahkan walau Ariel menamparnya pun, itu tidak sebanding dengan perbuatannya yang begitu menyakiti hati orang yang begitu tulus dan mencintainya dengan segenap jiwa dan raganya.
"Cukup Ariel...cukup...jangan berbicara lagi...kamu benar aku mencintai Andre, tetapi lelaki bodoh itu juga mencintaiku. Tapi dia pasrah dan tak ada niat memperjuangkan cinta kami.
Dan Didi Prayana itu, membenci keluarganya atas kematian Ibunya dan membuang dirinya di jalanan. dan sudah dua tahun ini di kelas satu SMA, jarang hadir, penampilan berantakan, rambut gondrong.
Hanya dengan sedikit perhatian dariku, diapun berhasil naik kelas, sampai kami di kelas unggulan saat ini.
Salahkan hatiku yang terlalu baik sama orang lain, huhuhu..huhu..., Karna aku sangat polos dan menghargai semua orang.
Akupun membenci sifatku, bahkan membenci diriku sendiri, Huhuhu...huhu... frustasi ku pada Andre, bahkan menerima cinta kalian, hanya untuk melupakannya, tapi tetap tidak bisa...
Mengapa hatiku begitu bodoh mencintai orang setolol itu, ?
Melihat kalian bahagia bersamaku, itu membahagiakan hatiku. Walau aku sangat bersalah membagi waktu ku untuk kalian."
Air mata Alisa mengucur deras dari kedua matanya, bahkan Ariel pun saat ini bercucuran air mata. Kata - kata Alisa begitu menyakiti hatinya. Selama ini dia pikir Alisa mencintainya tapi ternyata hanya kasian kepadanya. Itu sungguh sangat teramat menyakitkan baginya.
__ADS_1
"Alisa....kenapa kamu begitu tega kepadaku...?
Apa yang bisa kulakukan sekarang, ?
Aku sudah terlanjur sangat mencintaimu sekarang, bahkan melebihi hidupku sendiri,
Mengapa kamu begitu menyakitiku seperti ini Alisa?
Ariel menangis.
Alisa memegang kedua Pipi Ariel dan mencium seluruh wajah Ariel bahkan bibirnya tampa jeda.
"Maafkan aku Ariel, Aku sayang kamu."
Ariel mencengkram kedua sisi wajah Alisa, dengan kedua telapak tangannya.
"Lupakan Andre dan Didi Prayana, aku memaafkan mu, kamu milikku sayang..Belajarlah mencintaiku, aku mohon kepadamu, aku tak bisa hidup tanpamu."
Mencium bibir Alisa, menekannya kuat dan mengecupnya berkali - kali dan kembali menatap wajah Alisa.
"Alisa aku sedang berbicara denganmu jawablah..!!"
"Ariel aku sudah berusaha mencintaimu, membiarkanmu selalu menciumku, agar cinta itu bisa tumbuh di hatiku. Tapi sungguh aku sangat mencintai Andre, walau dia rela melepaskan aku dengan siapapun yang terbaik untukku. Tapi sungguh aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya Ariel....
Apa yang bisa kulakukan Ariel..., untuk melupakannya.? Aku sangat menyukainya.
Ariel sangat terpukul, saat ini dia merasa hanyalah sampah yang menghalangi cinta Alisa dan Andre.
Air mata Ariel dan Alisa semakin deras mengalir dari kedua mata mereka. Yang masih saling berpandangan.
Apa yang harus kulakukan sayang... untuk melupakanmu...?
Aku sungguh sudah sangat mencintaimu....teramat sangat mencintaimu Alisa.....Huhuhu...huhu...."
__ADS_1
Ariel merasa dunianya sudah hancur berkeping - keping. Tulang rusuk nya terasa semuanya telah patah dan hancur, dia hanya bisa menempelkan dahinya ke dahi Alisa, mereka pun menangis bersama. Tubuh mereka berguncang menahan Isak tangis mereka, agar tidak terdengar di luar kamar.
Alisa memeluk Ariel dengan sangat kuat, Ariel hanya bisa memeluk Alisa juga dengan sangat kuat.
"Jangan meninggalkanku Alisa, kamu harus tetap bersamaku...Jauhi Didi Prayana. Cukup aku yang tersakiti dengan cinta sepihak ini.
Hatiku akan selalu menunggumu sayang, hatimu akan segera pulih, dan hanya namaku yang akan ada di sana, bukan nama Andre lagi."
Alisa hanya bisa memeluk Ariel, dan saat ini bingung
"Apa yang harus dikatakan besok pada Didi Prayana.?"
Cukup lama mereka berpelukan. Ariel melepaskan pelukannya. mengelus wajah Alisa dan menghapus air matanya.
"Baiklah sayang...kamu dan aku tidak akan putus, kita jalani takdir kita sekarang, mengakulah pada Didi Prayana secepatnya, jangan memberinya harapan, dia kelihatannya sangat mencintaimu. Jangan sampai dia merusak hidupnya jauh lebih parah dari sebelumnya. Sepertinya dia pria yang sangat baik."
Alisa mengangguk, Ariel pun memeluk Alisa kembali. Walau hatinya saat ini sudah hancur berkeping - keping. Dan kepercayaan dirinya telah hilang.
"Sepertinya aku harus mulai melupakan kamu sayang, sedikit demi sedikit, agar aku bisa ikhlas melepas mu jika memang kamu bukan takdir jodohku."
Ucap Ariel sangat lirih dalam hatinya, yang di penuhi kesedihan yang sangat mendalam. Dia sudah kehilangan semangat untuk hidup dan mengejar impiannya. Saat ini dia akan giat belajar, bukan untuk masa depannya yang cerah bersama Alisa, tetapi untuk meninggalkan kota ini bahkan negara ini, untuk kuliah di luar negeri dan mencoba melupakan Alisa. Ariel meneteskan air mata dan segera menghapusnya.
Saat ini ini, Ariel merasa dunia yang di pijaknya sudah runtuh, dan membuatnya jatuh terpelosok sangat dalam dan sangat gelap gulita, bahkan dia merasa, tak ada yang bisa menyelamatkannya lagi, hidupnya sudah sangat hancur.
Alisa sangat kasian melihat Ariel yang begitu mencintainya, Hatinya pun sangat sakit dan terluka dan ingin sekali mencintai Ariel saja.
"Tapi mengapa lelaki bodoh, Andre itu, yang bisa memiliki hatinya.?
Padahal Ariel lelaki yang sangat baik, tampan dan sangat mencintainya.
Alisa terus mengelus punggung Ariel, dan mencium bahunya.
Ariel melepaskan pelukannya dan mencium setiap inci wajah Alisa, tak ada yang di lewatinya, Bibirnya menyapunya dengan bersih. Mungkin ini ciuman terakhirnya untuk Alisa. Dia tidak ingin menciumnya lagi, agar bisa perlahan melupakannya.
__ADS_1
Tiga bulan ke depan dia bertekad lulus dan kuliah di luar negeri. Hatinya sudah yakin bahwa Alisa bukan miliknya lagi. Dan hanya pasrah mengikuti takdir cinta nya yang sepihak pada Alisa. Walau hatinya menjerit dan tidak mau menerima kenyataan yang sangat menyakitkan baginya.
Bersambung