Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 52. Ariel Sakit.


__ADS_3

Telepon rumahku berdering. Alisa sedang ada di lantai dua rumahnya. diapun beranjak ke ruang tengah, dekat balkon rumahnya mengangkat telepon rumahnya. Dulu hampir semua rumah memakai telepon rumah yang memakai kabel.belum ada ponsel. Ada tadi Telepon genggam masih jadul modelnya. yang biasa di pakai bos bos proyek. Anak sekolah belum ada yang memakai.


Visual ruang tengah Alisa.



Terdengar suara Keyla adik Ariel.


Keyla


Halooo ini Alisa yah...Abang Ariel sakit tuuuh...Apa tidak mau di jenguk? Tumben tuuuh.... tanyain kamu...kayaknya dia sudah kualat tuuuuhhh....


Alisa


Terpingkal Hehehe...Huush...jangan katakan My Honey ku...kualat...Tapi emang betul sih...Jadinya kita sama saja gosipin dia. Hehehe...


Keyla


Terpingkal. Hehehe...biarin saja...kita gosipin...Habis nyebelin siih...Kamu kesini Yaaah...Papa dan Mama juga sudah rindu . katanya tidak ada yang bising...dengar teriakan mu...Rumahku jadi sepi niih...Panggil sekalian Mayang dan Nia kemari..."


Alisa


Tidak usah panggil mereka. Mereka Khan Hantu kecil Tampa di panggil datang sendiri..Hehehe...


Merekapun terpingkal bersama.


Keyla


"Sudah.... Aaah....pokoknya kamu kesini yah..rawat tuh kesayangan kamu. Habisnya dia tidak mau di pegang - pegang sih... Kalau kamu khan, di tolak pun, tetap kekeh alias ngotot. Hehehe...


Keyla menutup telpon.


Alisa tersenyum lebar dan ke kamarnya berganti pakaian.


Dia pun memakai baju gaun pink diatas lutut dan berdandan tipis. Rambutnya di urai dan memakai lipstik pink. Dia harus tampak cantik agar Ariel tertarik dan mau di suapi dan di urus olehnya, mengompresnya dan memberinya obat, agar dia minum, agar cepat sembuhnya.


Alisa masih menganggap Ariel sangat sombong padanya. Padahal kenyataannya Alisa tahu Ariel sudah sangat jinak, dan mencintainya.


Diapun mengucek rambutnya. Tiba - tiba terlintas di pikirannya tentang Andre.


"Andreee....kenapa...kamu..berubah secepat ini....Aku sangat menyukaimu...kenapa begitu tega denganku...aku membencimu...!!"


Alisa meneteskan air matanya, dan kembali memakai bedak powder kembali. Dia mencoba mengingat hal baik, agar pikirannya ke Andre tidak membuatnya bertambah sedih.

__ADS_1


Alisa segera turun dan menunggu Taxi, untuk mengantarnya. Setelah dapat ijin dari mamanya. Yang langsung membungkus kan kue Bolu besar untuk Ariel yang sakit.


Taxi nya tampak sudah menunggunya. Alisa pun berjalan keluar rumahnya. Mayang dan Nia ada tugas sekolah buat kliping jadi mereka tidak ikut.


Tak terasa sampailah Alisa di rumah Ariel. Dan segera masuk ke rumah Ariel dan berteriak seperti biasanya.


"My Honeeeey....My Darliiiiing...I am Comiiing...My Sweeety..."


Mendengar suaranya, Ariel tersenyum lebar.


"Akhirnya...kekasihku...datang juga.... Sudah 2 Minggu dia tidak menemui ku. Dan aku juga malu ke rumahnya. Apa coba alasanku pada Keyla? yang kepo dan bawel aku tidak mau dia meledekku. Tapi sungguh aku merindukannya..aku akan membuat bibirnya bengkak. Sebagai hukuman lama baru menemui ku."


Andre tersenyum mesum.


Tampa setahu Ariel Keyla lah yang memanggil kekasihnya datang dan sudah menggosipnya.


Papa dan Mama Ariel, menyambut Alisa dengan senyum lebarnya.


"Eeeh....Alisa...Syukurlah..kamu..datang. Ariel sakit tuh...dan tidak mau di sentuh..Bantu Tante bujuk dia. Tapi kamu kelihatan cantik memakai gaun ini....sayang...."


"Aku harus dandan cantik Tante...biar Ariel klepek - klepek dan berlutut di hadapanku dan mengakui ku..sangat cantik."


Ayah Ariel terpingkal, dan menggelengkan kepalanya. Selalu dia merasa ingin tertawa jika mendengar Kata - kata Alisa yang menggelikan. Punya wajah cantik tapi setebal tembok, jika menghadapi anaknya yang sangat kaku itu. Yang super cuek dengan gadis cantik ini.


Ariel mendengarnya terpingkal. Walau di dalam kamar, tapi Alisa sudah ada di depan kamarnya. Jadi mendengar ocehan kekasihnya.


"Kenapa sih...lama sekali dia masuk ke kamarku..."


Kata Ariel kesal, sudah merindukan Alisa.


Perasaan Tante, tidak ngidam yang aneh - aneh.."


Mencoba mengingat, tapi memang tak ada yang aneh waktu hamilkan Ariel.


"Atau..paman juga dulu secuek Ariel, yaah Tante..."


"Iya...sih...tapi tidak seperti Ariel juga sih..Dulu...waktu ketemu Tante...Papa A...."


"Berisik sekali siiih...kaliaaan.... "


Tante tercekat dan menutup mulutnya.


"Ceritanya...nanti...di sambuung...yah...Singanya ...sudah bangun."

__ADS_1


Kata Mama Ariel, yang begitu sabar dan sayang anak - anaknya. Beda orang tuaku begitu disiplin. Dan Tegas. Papa dan Mama Ariel adalah keluarga idamanku. Semoga nanti jika sudah berkeluarga, Aku juga punya keluarga yang sangat tenang, dan bahagia. Seperti ini. Belum selesai khayalannya, Ariel kembali berteriak.


"Aiisssh....kenapa ruangan ini panas sekali..."


Ariel sengaja berteriak..Jika membiarkan mamanya mendongeng bisa sampai malam. Sedangkan Dia sudah sangat ingin melihat wajah kekasihnya. Dia sudah sangat merindukannya.


Tiba - tiba ranjangnya bergoyang dan sebuah wajah yang di rindukannya sudah memeluknya dari belakang. Dan sudah mengecup pipinya.


"Waaaahhhh....pacarku...benar - benar sakit. Kasian sekali...Pipimu...sangat panas sayang...."


Alisa mengambil bantal dan membuatnya berdiri dan menyandarkan di kepala ranjang. Dan mengangkat tubuh Ariel agar duduk bersandar di kepala ranjang dengan sandaran bantal itu.


Saking sibuknya mengangkat Ariel. Gaunnya sudah tersingkap dan memperlihatkan CD nya yang berwarna putih.


Ariel terkesiap dadanya bergemuruh. Pemandangan itu membuat nya salah tingkah. Secepatnya dia menarik gaun Alisa Turun. Tapi Alisa belum sadar juga dan tetap merapikan cara duduk Ariel.


Nafas Alisa menyapu wajah Ariel. Membuatnya sangat bergairah dengan bibir mungil yang merah itu. Begitu indah dan sangat ingin melahapnya. Tapi pintu kamarnya terbuka, jadi dia mengurungkannya.


Alisa sepertinya tahu jika Ariel ingin sekali menciumnya. Diapun mengecup bibir Ariel dan menekannya kuat - kuat, dan segera turun dari kasur, pergi keluar kamar Ariel.


Ariel sangat senang dan bahagia Alisa cepat merespon keinginannya. Walau sebentar, tapi bibir empuk dan lembut itu, sudah bisa dia rasakan kembali.


Diapun keluar dari pintu kamar, dan berteriak.


Alisa keluar mengambil baskom di isi air dan kain untuk mengompres Ariel dan meminta obat pada ibu Ariel dan segelas air. Dan membawa sepiring nasi dengan lauknya. Bahkan sempat - sempatnya, membuatkan segelas susu putih hangat untuk Ariel.


Papa Dan Mama Ariel sangat terharu melihat Alisa yang sangat perhatian pada anak mereka. Tiga kali Alisa bolak balik di hadapan Ariel yang sudah tersenyum melihat kekasihnya, yang ingin mengurusnya dengan baik seolah dia adalah suaminya.


Alisa keluar dan berteriak seperti biasanya. Tante....Paman...Aku kunci pintu kamarnya yah...Supaya Ariel tidak bisa lari dariku. Sebelum dia makan obat dan menghabiskan makanannya.


Paman dan Tante cuma bisa mengangguk senang padahal mereka tidak tahu akal bulus Alisa, yang ingin berciuman sepuas - puasnya dengan Ariel, sampai hatinya bergetar dan mencintai Ariel sepenuh hatinya.


Dan Alisa memang selalu ada alasan, yang tidak di curigai orang tua Ariel.


"Sungguh gadis cerdik dan mesum."


Ariel terkekeh dalam hati.


Setelah menutup Pintu, dan menguncinya, Alisa segera naik ke ranjang dan duduk di pangkuan Ariel. Dia ingin melupakan Andre dan mencintai Ariel saja. Apalagi Ariel lah lelaki pertama yang sudah terbiasa menikmati Bibirnya, dari dulu.


Berharap jika sering berciuman dengan Ariel. Cintanya akan tumbuh dengan sendirinya dan melupakan Andre yang sudah tega mengacuhkan dirinya, dan menganggapnya tidak berguna dan berharga. Beda dengan Ariel yang sudah sangat mencintainya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2