
Alisa hanya bisa menunduk.
"Lihatlah mereka, sungguh sudah sangat mempermalukan keluarga kita, telingaku panas mendengar hampir keluarga besar kita yang datang, mengolok kita dan berguncing...aaaahhh...Alisa kenapa kamu sebodoh itu hahhh..."
Kata Paman Kakak Mama yang tengah, sedangkan yang lain menatap dengan sinis penuh amarah, begitu juga Papa dan Mama Alisa.
Alisa tidak tahan lagi dan menarik tangan Suaminya, kasian telinga, hati, dan jiwa Suaminya yang begitu direndahkan keluarganya.
Andre hampir menitikkan air mata, seumur hidupnya baru dia mendapatkan kata - kata yang sangat kasar itu, sangat melukai harga diri, jiwa dan perasaannya.
Alisa terus menarik tangan Suaminya menjauh, kata - kata keluarganya yang mengumpat dan meneriakinya bodoh tidak dia pedulikan lagi.
Alisa masuk ke kamarnya dan mengunci pintu dengan tergesa - gesa.
Alisa menarik tangan suaminya dan memeluknya, dan mulai menangis.
"Huhuhu.....Maafkan keluargaku Andre, tolong cintai aku jangan pedulikan mereka, anggap hanya kita berdua dan mereka seolah tak berkata apa - apa yang menyakitkan hati kita...huhuhu....aku juga sangat sakit sayang, tapi melawan cuma mereka akan memukuliku...Maafkan aku..huhuhu....tidak bisa membelamu sayang..."
__ADS_1
Andre memeluk istrinya erat dan menangis.
"Iya sayang, jika aku harus mengorbankan harga diriku untuk kamu sayang, akan ku korbankan walaupun nyawa taruhannya aku tidak akan mundur sayang.."
Alisa melepaskan pelukannya dan memandang wajah Suaminya yang begitu sangat tampan, mengelus kedua pipinya yang putih bersih, yang masih ada sisa air mata disana.
Andre pun mengusap kedua pipi istrinya dan membersihkan sisa air mata Alisa yang telah membasahi kedua pipinya, yang seputih salju itu.
"Sayang....mari cuci muka, dan berganti pakaian, ini malam pertama kita, aku tak mau melewatkannya."
Alisa tersenyum geli dan mencubit pinggangnya mesra.
Andre terkekeh dan mengangkat istrinya dan membawanya ke kamar mandi, mereka saling mencuci wajah masing - masing dan saling tertawa kecil. wajah mereka tampak sudah bersih dari make up pengantin. Hanya Alisa sangat lama membersihkan make up-nya dan setelah berjuang membersihkan wajahnya di bantu Suaminya, akhirnya wajah itu sudah sangat bersih.
Andre menatap istrinya dan membelai wajah itu dan menyekanya dengan handuk, untuk membersihkan sisa air di wajah istrinya yang begitu cantik itu,
Setelah saling membersihkan dan menghilangkan sisa air di wajah mereka, merekapun keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Alisa mulai di bantu Andre, membuka kancing baju pengantinnya, dari belakang. Baju gaun panjang yang berwarna putih yang begitu serasi dengan kulitnya yang putih bersih.
Andre selalu melabuhkan ciumannya di bahu dan punggung istrinya, yang begitu putih dan mulus.
Alisa hanya bisa menikmati setiap kecupan bibir Suaminya, yang menyapu bersih punggung belakangnya.
Nafas Suaminya mulai memburu, pertanda Andre sudah terbakar gairah. Baju Alisa sudah dibukanya bahkan pakaian stelan jas nya pun dengan cepatnya Andre buka. Saat ini mereka sisa memakai dalaman.
Andre membalikkan tubuh Istrinya dan membawanya ke ranjang pengantin mereka dan menindihnya. Ciumannya semakin agresif menyerang bibir istrinya tampa ampun.
Mereka saling menikmati bibir masing - masing, saling mengecup dan menghisap bibir masing - masing dan bertukar rasa. Lidah Andre terus meliuk mengabsen di setiap rongga mulut Alisa, nafas mereka saling terengah dan akhirnya mereka melepaskan ciuman panas mereka dan melonggarkan nafas mereka yang tersengal dan terengah.
Andre kembali mencium leher Istrinya terus kebawah, leher yang begitu bersih dan lembut itu, dia susuri dengan bibir dan lidahnya yang terus berpacu dan semakin agresif.
Andre mulai mencium selangka dada istrinya dan terus ke bawah mencium dua bukit lembut itu yang sebagian masih terbungkus penutup Bra
Andre mencari pengaitnya, Alisa mengangkat tubuhnya agar Suaminya dengan mudah bisa membuka pengait belakang nya.
__ADS_1
Bersambung