
Ariel terus mengusapnya, dan melepaskan tangannya dan mengambil baju kaos Alisa dan membantu Alisa memakai bajunya kembali. Dan mendekapnya dan mengecup bibir Alisa dan menariknya berdiri dan menariknya keluar kamarnya.
Alisa mengikuti dan mereka duduk di sofa.
Alisa berdiri dan menepuk dahinya.
"Ariel..aku mau pulang aku ada tugas kliping."
Mengambil ponselnya dan menelpon Taxi menjemput.
Ariel tersenyum manis dan selalu memperbaiki tatanan rambut Alisa, mengelus wajahnya dan sesekali mengecup sayang kening Alisa.
Bunyi Klakson Taxi, menyadarkan mereka. Alisa berdiri dan mau beranjak pergi Ariel menariknya dalam pelukannya dan mencium ganas bibir kekasihnya, dan mengecupnya lama, menekannya kuat dan melepaskannya.
"Hmmmp...."
Ariel melepas ciumannya.
Alisa langsung membalik tubuhnya, dan berlari keluar rumah, sambil teriak.
"Aku...pulang ...sayang...!!"
__ADS_1
Ariel tersenyum melihat kepergian kekasihnya. Hatinya terasa hampa kembali. Seolah kekasihnya tidak pernah datang.
"Aku sungguh sangat mencintainya"
Alisa naik Taxi dan pulang ke rumahnya.
****
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Tak terasa waktu bergulir Alisa sudah naik kelas 3 SMA. Alisa sudah berada di kelas berbeda dengan temannya. Alisa masuk di kelas IPA satu. Kelas unggulan, tapi Mila juga masih sekelas dengannya. Karna Mila juga sangat pintar. Di kelas mereka yang lalu, Alisa rengking satu dan Mila rengking 2.
Merekapun seperti biasa masih sering ke Rumah Didi Prayana. Mungkin sudah puluhan kali buat acara di sana. Teman - teman sudah sangat akrab dengan kakek dan keluarga Didi Prayana. Dan hubungan Didi dengan Alisa, masih tetap seperti dulu, begitu juga dengan Ariel.
Alisa dan Andre pun sudah semakin dekat, Alisa terkadang ke rumah Andre dan sudah akrab dengan kakak Andre. Satu kompleks sudah tahu hubungan mereka. Bahkan emak - emak sangat mendukung hubungan kedua sejoli yang sangat serasi itu. Bahkan sudah biasa Alisa ke rumah Andre Tampa di temani Anti lagi. Setiap ada kesempatan mereka selalu berciuman.
Mereka semua menangis tidak sekelas lagi, Mereka buat acara makan lagi di rumah Didi. Untuk acara perpisahan mereka. Kakek hanya bisa menghibur mereka, yang bagi kakek teman sekelas Didi, sudah menjadi cucunya semua.
Didi Prayana tak bersedih Karna masih sekelas Alisa. Dia peringkat ke tiga di kelas. Jadi dia tidak jauh dari kesayangannya.
Satu hal yang sangat di kagumi Alisa dengan sifat Andre, yang ternyata super baik dan super pengertian sekali. Dia bukan tipikal pria penuntut tapi penurut. dia bukan tipikal pencemburu, tapi super pengertian.
Andre tidak marah aku dekat Didi Prayana. Malah menasehati Alisa. Agar jangan menyakiti hati Didi Prayana.
__ADS_1
"Jelaskan baik - baik. Saya percaya sama kamu kok sayang...jika kamu mencintaiku. Itu sudah cukup bagiku."
Andre pribadi pasrah dan mengikuti takdir dan berprinsip jika kita memang berjodoh tak akan lari kemana jika tidak, setidaknya selama kita berhubungan, aku tidak akan menekan mu. Jika bosan denganku bilang sayang. Aku akan melepas mu dengan ikhlas yang penting kamu bahagia. Dia selalu minder dan itulah yang membuat Alisa sedih dengan sikap Andre yang pasrah.
Bahkan Alisa membuka rahasianya juga tentang Ariel. Teman masa kecilnya. Andre dengan tenangnya berkata. Kami bertiga hanya mengikuti takdir dan jodoh. Siapapun jodohmu nanti, diantara kami bertiga itulah yang terbaik yang telah di pilih yang Maha Kuasa untukmu. Aku selalu mempersiapkan hati untuk itu. Kita jalani saja, apa yang ada sekarang sayang. Yang terpenting saya tahu cintamu adalah milikku, tapi tubuhmu milik yang maha kuasa, aku tidak bisa melawan takdir sayang.
"Bulsit....Aku merasa Andre bukan pacarku...dia hanya dokter psikiater ku. Dan aku adalah penyandang penyakit tidak waras. Memelihara dua pelakor dalam hidupku hanya Karna menjaga hati, dan pacarku tidak marah malah jadi dokter psikiater ku...huhuhu..huhu..."
Dan seperti biasa Mila selalu terpingkal setiap aku depresi, curhat tentang Andre yang tidak punya sifat pencemburu.
"Aku iriiiiii sekali padamu Mila, Karna Dewa sangat pencemburu."
Mila terkekeh kembali.
"Hehehe...hehe..Seandainya bisa di tukar, aku sangat suka pribadi Andre. Dia sungguh malaikat yang berhati baik. Beruntung sekali dirimu sahabatku."
"Beruntung apa...Mila, dia bahkan dengan ikhlas memberikan aku pada orang lain, padahal dia tahu aku sangat mencintainya. Huhuhu...huhu..Sungguh tragis hidupmu Alisa ..."
Mila seperti biasa hanya menertawakan curhat Alisa yang depresi.
Bersambung
__ADS_1
.