Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 135. Ariel...Kapan Kamu Melamar ku ?


__ADS_3

Alisa mulai bersedih kembali, dia mengingat Andre.


"Andre seandainya yang memeluk anak kita ini kamu Andre, bukan Didi. Aku pasti sangat bahagia, Walau kasih sayang Didi sangat tulus walau bukan anak kandungnya. Tapi dia selalu ada untuk kami, dan sangat mencintai kami, tak seperti dirimu yang pengecut dan lari meninggalkan kami."


Alisa mengusap air matanya.


"Mengapa aku harus memikirkan mu Andre ?


aku sangat membencimu Andre. Aku akui sangat merindukan kamu, tapi kamu sangat menyebalkan Andre, aku sangat muak dan membenci kamu Andre, Semoga kamu menderita di sana Andre, seperti aku yang menderita karna ulah mu yang pengecut.


Alisa mengusap air matanya dan masuk ke kamar mandi, menangis sepuasnya.


Alisa segera menghentikan tangisannya dan mandi.


Setelah mandi diapun berbaring di samping kiri anaknya.


*****


Di negara Sakura Jepang, Ariel sedang berdua dengan Fumiko Sora.


Mereka sementara makan, di sebuah cafe.


Ariel dan Fumiko tampak sudah saling mengenal dengan baik.


"Ariel...kapan kamu melamar ku...?"


Kata Sora dengan nada serius.


Ariel terpingkal.


"Apa kamu tidak tahu malu, ? atau urat malumu sudah pada putus semua yah. Sudah ribuan kali ku tolak, kamu selalu melamar ku."


Fumiko tersenyum geli.


"Aku takkan bosan melamar kamu Ariel, Pria sesombong dirimu, harus wanita yang tidak tahu malu, seperti diriku yang harus mendekati kamu."

__ADS_1


Ariel cuma tersenyum, dia sudah lelah menolak Fumiko mendekatinya, tapi wanita cantik ini, sangat gigih dan bermental baja, mengikutinya seperti bayangan. Padahal dia anak orang yang kaya raya, di kota ini.


Seseorang wanita melirik Ariel dan Fumiko menatap jengah.


"Lihatlah wanita itu, aku saja sudah hampir sempurna begini di tolak, apalagi dia tidak jelas dan jauh levelnya di bawah ku."


Ariel menoleh melihat gadis yang duduk di sampingnya, yang sedang tersenyum malu - malu ke arahnya.


Fumiko bertambah kesal.


"Apa wanita itu sadar atau memang goblok sih, ? Apa dia tidak melihat keberadaan ku...?"


Ariel hanya tersenyum geli.


Fumiko berdiri dan langsung duduk di samping Ariel, langsung memeluk dan mencium pipi Ariel, sengaja membesarkan nada suaranya, agar terdengar gadis yang sedang memandang Ariel penuh cinta.


"Umma..umma...pacarku sayang...Suap aku makan doong..."


Ariel hanya bisa pasrah. Fumiko memang selalu melecehkan Pipinya.


"Suap aku dong..."


"Sudah...!! satu suap saja. "


Fumiko pun berdiri dan duduk lagi di depan Ariel. Menatap wanita itu, yang memandangnya dengan tatapan cemburu buta.


Fumiko pun menatapnya jengah, wanita itupun meninggalkan tempat duduknya.


"Rasakan emang enak, goda pacar orang..Aku saja sudah mati berapa kali, berjuang tetap di tolak. Apalagi dia pingsan saja belum."


Ariel terpingkal.


Fumiko banyak memiliki kemiripan dengan Alisa. Sangat ceria, bar bar dalam berkata, kocak dan juga sangat cantik dan menggemaskan.


"Tapi sayang aku belum bisa mencintainya."

__ADS_1


Ariel bergumam dalam hati.


"Alisa sudah menikah dua kali, tapi aku belum bisa melupakannya. Aku sungguh memiliki cinta buta kepadanya."


Lirihnya dalam hati.


Fumiko mulai iseng lagi.


"Boleh tidak aku bermalam di kontrakan kamu."


"Huk..hukkk...."


Ariel tersentak dan terbatuk, tidak menyangka


Fumiko berkata seperti itu.


Ariel menggelengkan kepalanya, dan mengambil air minum, dan segera meminumnya.


"Bicara apaan sih kamu, tidak..tidak...!! Aku tak akan membiarkan kamu bermalam di kontrakan ku. Sedangkan kamu pacar aku saja, tidak akan aku biarkan kamu bermalam di rumahku. "


Fumiko memanyungkan bibirnya.


"Makanya lamar aku dong, aku khan sudah masuk agama Islam, Papa ku sangat demokrasi dan menyetujui hubungan kita."


"Waktunya shalat ashar, aku pulang dulu. Ingat kamu juga shalat. Jangan lupa nanti malam belajar mengaji. Sudah ada guru mengaji mu yang datang mengajari kamu setiap Jumat dan Sabtu malam di rumah kamu. Ini khan hari jumat."


"Iya bawel...!!"


Ariel berdiri dan mengacak rambut Fumiko seperti biasa, jika ingin meninggalkannya.


Ariel pun berjalan menjauh, meninggalkan Fumiko yang menatapnya sendu.


"Semoga saja suatu hari nanti, dia mau menerimaku dan melupakan Alisa. Pelet wanita itu sangat kuat, sudah memiliki Suami dan anak masih juga di cintai Ariel. Sungguh wanita beruntung."


Fumiko mengingat Ayahnya yang menentangnya memeluk agama Islam, tapi karna Fumiko sangat gigih, dan mengancam Ayahnya akan mengakhiri hidupnya. Akhirnya ayahnya mengijinkannya.

__ADS_1


Ayahnya merestui hubungan anak semata wayangnya dengan Ariel. Istrinya sudah lama meninggal, jadi Ayahnya sangat menyayangi Putrinya. Dia sudah berusaha menjadi ibu dan Ayah untuk anaknya. Dia tidak mau menikah, tapi wanita simpanan nya segudang. Hanya pelampiasan birahi nya saja. Dia sangat mencintai fumiko, dan tak ada yang dia biarkan mengganti posisi mama untuk anaknya.


Bersambung


__ADS_2