
Di negara Sakura Jepang, tampak Ariel sibuk melayani pesanan coffee dengan berbagai rasa di sebuah cafe yang padat pengunjung, Antrian begitu panjang. Seorang gadis kaya tampak mengantri, gadis cantik itu selalu tampak setiap hari mengantri, bahkan terkadang tiga kali sehari, entah apa tujuannya, atau memang pecandu cofee.
Gilirannya tiba, senyum Ariel pun merekah melayani gadis cantik itu, tapi hampir semua juga pengunjung Ariel bersifat ramah. Sebelum ke Jepang, memang Ariel telah kursus dan memperdalam bahasa Jepangnya jadi sudah sangat fasih dalam berkomunikasi.
Wajah Ariel yang tampan, kulit putih, hidung mancung dan mata yang agak sipit dan bibir seksinya, memang Ariel tampak seorang idol Jepang. Wajarlah cafe sangat ramai dan kebanyakan cewek yang belanja, Karna banyak juga yang menyukai Ariel si tampan tapi sangat dingin itu, hanya Alisa lah yang selama ini yang bisa menaklukkannya.
Ariel sungguh membawa pesona tersendiri di negara Sakura Jepang. Jika mau menyusuri silsilah keluarga Ariel, memang dulu buyutnya adalah orang Jepang, yang menikah dengan pribumi. Jadi memang Ariel memiliki wajah seperti seorang idol Jepang.
Ariel sibuk dengan dunianya, Tampa dia sadari gadis cantik itu selalu mencuri pandang kepadanya, dia sudah duduk di pojok ruangan.
"Apakah dia tidak peka denganku ?
Apakah dia tidak tertarik kepadaku ?
__ADS_1
Apakah aku kurang cantik, ?.di kampus ku aku adalah gadis terpopuler,
Mengapa dia tak pernah sekalipun mencuri pandang kepadaku ?
Dia sangat tampan tapi juga menyebalkan, entah sampai kapan aku harus meminum Coffee yang aku tidak suka ini."
"Wahh ternyata pengagum rahasia Ariel."
Pikiran gadis cantik itu terus menerawang.
Ariel sama sekali tak ada sedikitpun pikiran tentang gadis cantik itu, kayaknya Ariel masih sangat susah berpaling dari Alisa.
***
__ADS_1
Sedangkan di Tanah Air, tampak Alisa duduk merenung mengingat Suaminya, dia sungguh sudah sangat merindukannya. Terlintas juga dipikirannya kerinduannya kepada Ariel dan Didi Prayana. Tapi kerinduan sebagai sahabatnya, dan rasa bersalahnya, walau Alisa tahu kedua pria tampan itu sangat terluka, karna penolakannya.
Apakah ini karma yang harus ku terima, ?Karna telah menyakiti hati kalian, Maafkan aku Ariel, Maafkan aku Didi Prayana. Kalian sangat tampan dan baik hati, akulah yang salah telah menyakiti hati kalian, akhirnya kalian meninggalkanku keluar negeri. Pasti kalian begitu sakit hati kepadaku. Aku memang pantas menderita begini, Karna menyakiti hati kalian. Maafkan aku...huhuhu....huhuhu....huhu..."
Alisa mulai menangis tersedu - sedu, dia merasa sangat bersalah kepada Ariel dan Didi Prayana.
"Kalian sangat baik kepadaku, aku begitu jahat kepada kalian...Maafkan aku. Didi...Maafkan Aku Ariel, jika bertemu kalian, aku akan berlutut dan meminta maaf kepada kalian, huhuhu..huhu...Saat ini pasti kalian begitu membenciku...huhuhu..huhu...
"Apakah kalian tahu, ? akupun membuat Suamiku menerima karma buruk dari keluargaku, yang selalu menginjak harga diri Suamiku, dan Suamiku selalu mendapat penghinaan dari keluargaku, yang begitu mengagungkan harta duniawi."
Air mata Alisa semakin deras mengalir di kedua pipinya. Dia begitu sedih, karna membuat Ariel dan Didi sangat terluka karna dirinya, begitupula Suaminya.
Alisa terus menangis di dalam kamarnya, sampai matanya terasa bengkak, dan akhirnya tertidur pulas di kasurnya
__ADS_1
Bersambung