Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 134. Kalian Berdua Kesayanganku !!


__ADS_3

"Cudah...Papa....Ak..Ka mau..lali...lali..Papa !!"


Didi pun duduk dan menaikkan Afkar di bahunya.


Afkar tertawa senang.


"Aciiik...."


Semua pun terpingkal mendengar Afkar berteriak senang.


Didi pun di ikuti Alisa ke taman belakang.


Sesampai di sana, Alisa mengambil tikar dan menggelarnya di bawah pohon seperti biasanya.


Didi terlihat masih menggendong Afkar, dan Afkar sangat riang. Dia berusaha mau meraih buah mangga yang sudah di hampir diraihnya.


"Ayo....Afkar...kamu bisa..!!!"


"Ucah cekali...Angganya combong Papa..."


Alisa tertawa geli, Afkar sangat serius berbicara, tapi kata - katanya sungguh menggelikan.


"Kasih tahu doong mangganya, agar tidak combong..doong..."


Goda Didi yang mulai tersenyum geli, dan gemas.


"Angga....jangan combong..doong...Nanti Papa Idi ku mala - mala ama kamu angga..."


Afkar makin berusaha, Didi pun menjinjit dan akhirnya Afkar berhasil meraihnya. Diapun tertawa senang dan menggoyangkan tubuhnya.


"Hole..hole..udah..bica Ak ka..ambi angganya...Papa..."


Didi Pun langsung menurunkan Afkar di bahunya, dan menggendongnya serta selalu menciumnya gemas, membawanya pada Alisa yang tertawa riang.


Didi duduk dan menurunkan Afkar di bahunya, dibantu Alisa.


Afkar langsung lari dan duduk di pangkuan mamanya.


"Mama...ini angganya..."


"Waahhh....hebat sekali anak mama...!!angganya...besar sekali..."


Alisa mencium gemas anaknya.


Didi pun mendekati Alisa, dan memeluk mereka berdua satu kali.

__ADS_1


"Kalian berdua kesayanganku...!!"


"Cium Papa doong..upahnya..."


Afkar berdiri dan merangkul Didi, dan menciumnya.


Didi pun menunjuk keningnya, pipi kanan dan kiri, hidung dan bibirnya.


Anak kecil yang menggemaskan itupun, mengikuti arah yang ditunjuk dan mencium Didi dengan senyum manisnya.


"Aaahhh....Mama jadi iri sekali...Mama juga mau dooong...."


Afkar pun tersenyum dan mencium Mamanya, Alisa pun melakukan hal yang sama, yang dilakukan Didi. Menunjuk bagian wajah yang ingin di cium.


Afkar pun kesal, Karna Alisa berapa kali menunjuk bibirnya, dan selalu di kecup Afkar.


"Udaaah...Ak..Ka malas ium mama...cudah anyak....inta telus..."


Alisa pun terpingkal dan memeluk anaknya dan menciumnya gemas.


Afkar berusaha berontak, Didi pun segera menyelamatkannya.


"Sudah sayang...kasian Afkar, sudah bosan di cium, aku saja sayang, biar sampai pagi pun aku pasti sangat senang."


Alisa melepaskan anaknya dan melepaskan Afkar.


Didi pun langsung memeluk Alisa dan mencium bibirnya berulang kali.


"Umma...ummaa..umma..umma..."


Didi sengaja mengeluarkan suaranya, untuk memperdengarkan Afkar.


Afkar hanya tepuk tangan, dipikirannya papanya membelanya, dan memberi efek jera pada mamanya, karna sudah menciumnya sampai dia bosan.


"Hole...hole..."


Alisa mendorong dada Didi.


"Sudah...Aaahhh....!!!...nanti di lihat orang.


Didi pun menghentikan ciumannya, dan tidur dipangkuan Alisa dan Afkar pun dia baringkan di dadanya.


Sepasang mata memperhatikan mereka.


"Alhamdulillah...Alisa anakku...sudah bisa menerima Didi dan melupakan Andre. Semoga Andre tidak akan datang lagi menemui Alisa, Karna Alisa pasti akan mengingatnya lagi. Tapi biar bagaimana, suatu hari pasti mereka bertemu. Andre sangat mencintai mereka berdua, cuma karna aku yang memaksanya meninggalkan Alisa."

__ADS_1


Pemilik sepasang mata itu, ternyata Papa Alisa.


Pria itu menarik nafas panjang, dan memutar balik tubuhnya, ke dalam rumah keluarga Didi lagi.


Setelah puas bercanda, dan bermesraan. Didi dan Alisa dengan menggendong anaknya. Masuk kedalam rumah. Merekapun makan bersama di ruang makan.


Setelah makan, dan sedikit berbincang Papa Alisa pun minta pamit pulang.


Papa Alisa pun menggendong cucu kesayangannya, dan menciumnya.


"Besok lusa kakek datang ambil yah !!"


Afkar mengangguk senang.


Papa Alisa pun minta pamit.


Kakek Didi mengantar sampai di luar.


"Trima kasih bawa Afkar, aku juga sangat sayang dia..."


Kata kakek Didi Prayana.


Papa Alisa tertawa.


"Afkar..sangat menggemaskan..."


Kata Papa Alisa di sambut tawa kakek Didi Prayana.


Setelah Mobil Papa Alisa pergi, Kakek pun masuk ke dalam rumah.


Diapun masuk dan mendekati Afkar, Kakek pun duduk di sofa, kemudian menggendong Afkar untuk duduk di pangkuannya.


Mereka mulai berbincang, Kakek sangat gemas dengan jawaban Afkar yang lucu, dan menggelikan. Diapun sesekali mencium gemas Afkar.


Papa Dan Mama Didi pun, bergantian menggendongnya. Mama Didi pun juga mengambilnya, dan memangkunya dan sesekali menciumnya, begitu juga Papa Didi...Semua sangat sayang Afkar yang sangat tampan, imut dan menggemaskan.


Mainan sudah banyak terhambur di karpet, mereka semua menemani Afkar bermain.


Afkar mulai menguap tanda mengantuk.


Didi pun menggendong Afkar ke kamar, di ikuti Alisa.


Mereka membaringkan Afkar di kasur mereka. Didi Prayana memeluk dan mengusap lembut punggung Afkar. Mereka pun akhirnya tertidur berpelukan.


Alisa yang berada di sebelah kiri mereka, memandang kedua pria itu, dengan air mata yang sudah berlinang di pelupuk matanya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2