Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 87. Sayang.. Makan Yang Banyak


__ADS_3

Alisa sudah mendapatkan makanan dan membawanya ke kamarnya, dan mereka makan sambil saling menyuapi.


"Sayang, makan yang banyak.."


Kata Andre mesra, membelai pipi dan bibir istrinya.


Alisa tersenyum manis dan mencubit kedua pipi Suaminya yang tampan.


"Kamu juga sayang. makan yang banyak Karna besok kita masih akan di bully hihihi..Anggap saja kita ini, Siswa dan Siswi yang baru masuk Sekolah dan keluargaku adalah senior galak kita sayang."


Andre tersenyum geli, di balik kesedihan Istrinya yang mendalam masih sempat bergurau.


Memang sangat sedih di kucilkan seperti ini, tapi memang mereka harus kuat dan tabah, Karna biar bagaimana mereka juga keluarga dekat mereka.


Mereka pun selesai makan, dan Alisa sudah mengembalikan piring nya ke dapur dan mencucinya dan kembali ke kamarnya kembali.


Andre sudah berbaring dan menatapnya dan menepuk tempat di sebelahnya, agar Istrinya secepatnya berbaring di sebelahnya.


Alisa mengunci pintu kamarnya, dan berjalan dan langsung menindih suaminya.


Saat ini mereka sudah saling bertindihan dan saling menatap.


Alisa membelai wajah Suaminya dan mencium kening dan hidungnya yang mancung.


"Sayang..kamu sangat tampan, aku sangat beruntung memilikimu sayang."

__ADS_1


Andre tertawa kecil, Alisa nya mulai bucin lagi.


"Kamu juga sangat cantik sayang, apalagi jika tidak memakai pakaian sayang, kamu sangat menggemaskan sayang"


"Sayang...kamu sangat tampan..tapi juga sangat mesum sayang."


Andre meremas kedua dada Istrinya.


"Aku jadi Horny lagi sayang. buka bajumu sayang.."


Alisa duduk di atas perut bawah Suaminya dan membuka bajunya dan pembungkus dadanya.


Andre segera meraihnya dan mengelusnya.


Alisa mencium dada Suaminya, mengecupnya setiap sudut dan terus ke bawah, mencium perut suaminya yang terbentuk sangat atletis.


Alisa mulai nakal menarik celana luar suaminya dan menyisakan penutup kecil, yang sudah membumbung tak mampu menampung Abang Beo Suaminya.


Tangan Alisa mulai nakal menjelajah di sana. Dan mulai memasukkan tangannya ke dalam kain penutup kecil itu, dan mulai bermain dengan Abang Beo Suaminya yang sudah tegak sempurna butuh penuntasan.


Andre semakin terbakar gair*hnya, tangannya mulai nakal meremas kedua bukit yang kedua ujungnya sudah mengeras butuh permainan bibirnya.


Andre sangat gemas. Alisa membuka kain penutup terakhirnya dan mulai melakukan penyatuan. Alisa meringis kesakitan dan akhirnya Abang Beo Suaminya sudah menyatu sempurna di dalam area sensitifnya.


Alisa mulai menggerakkan tubuhnya perlahan, dan kedua tangan Andre tak berhenti memainkan kedua bukit lembut Istrinya, dan memainkan kedua pucuk itu dan memutarnya, membuat Alisa semakin terbakar dengan gelora penyatuan.

__ADS_1


Badannya mulai bergoyang melawan badai cinta yang sudah mulai menguasai tubuhnya, dan rintihan lembutnya, mengakhiri kenikmatan yang dari tadi menyerang tubuhnya.


Andre segera menarik dan memeluk istrinya dan mencium Alisa secara ganas, dan meliukkan lidahnya menjelajah di dalam rongga mulutnya. Andre merasa sesuatu sudah ingin meledak dari dalam tubuhnya. Andre segera membalik istrinya dan ingin menunda ledakan itu, dia ingin menikmati hubungan penyatuan mereka lebih lama lagi.


Abang Beo segera keluar sarangnya, Andre mulai membalik tubuh Istrinya dan menindihnya, dan menyerang tubuh Istrinya yang sangat menggiurkan baginya. Tak ada sela yang dia simpan. Ciumannya menyapu bersih tubuh Istrinya. Cukup lama Andre bermain di kedua bukit lembut Istrinya, yang sudah mulai merintih. Karna tarian lidah dan hisapan Suaminya.


Setelah puas bermain di sana, ciumannya semakin turun kebawah.


Alisa merasa risih, suaminya memandang area bawahnya. Alisa menutupnya tapi Suaminya segera menarik tangannya dan menggantikannya dengan jari jemarinya yang mulai nakal menjelajah di sana.


Alisa terhempas untuk kedua kalinya, di terjang badai nikmat, permainan jari jemari Suaminya yang sudah keluar masuk di area bawahnya, di sertai hisapan dan permainan lidah Suaminya di area itu.


Alisa terus merintih kecil memanggil nama suaminya.


Setelah Andre pun tidak bisa mengendalikan diri lagi, diapun melakukan penyatuan dan mengguncang tubuh istrinya terus mengguncangnya sampai ledakan dari dalam tubuhnya telah keluar, memenuhi rahim Istrinya


Tubuh mereka sama - sama berkeringat, Andre menghempaskan tubuhnya, ke samping Alisa dan merengkuh Alisa dalam pelukannya dan mencium keningnya mesra.


"terima kasih sayang ku. Kamu selalu bisa memuaskan ku sayang, besok pagi kita ulangi lagi yah."


"Dasar mesum..."


Andre terpingkal dan menarik dagu Istrinya dan membungkam mulut Istrinya. Aktivitas ciuman panas, mereka lakoni kembali dan berakhir dengan nafas yang tersengal..


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2